kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 19 Oktober 2005

 Bali


Gara-gara
Kartu Gakin BBM --
Dua
Kadus Dikejar Warga, Berlindung di Mapolres

Amlapura (Bali Post) -
Pembagian
kartu Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) atau kartu keluarga miskin (gakin) BBM yang dinilai tak adil oleh warga, berbuntut di Munti, Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem. Dua kadus/klian banjar dinas dari desa itu Selasa (18/10) kemarin diserbu dan dikejar warganya.

Karena takut keselamatannya terancam, keduanya lari minta perlindungan ke Pospol Tianyar, Kubu. Dari Pospol, keduanya lantas disarankan minta perlindungan ke Mapolsek Kubu. Namun, di sana juga dinilai kurang terjamin sehingga kedua pria paro baya itu minta perlindungan ke Mapolres Karangasem.

Keduanya, Klian Banjar Dinas Munti Desa Timur I Wayan Raki (52) dan Klian Banjar Dinas Munti Desa I Wayan Segeh (60). Segeh ngacir cuma mengenakan sandal jepit dan kain lusuh. Dia dibonceng rekannya Raki, tanpa helm mengungsi ke Mapolres Karangasem. Keduanya melarikan diri cuma berbekal uang Rp 8.000. ''Saya tak bisa naik sepeda motor, sehingga motor menantu saya beri Pak Raki agar bisa lari. Pak Raki juga tak lancar betul naik motor, terpaksa pelan-pelan mencari alamat Mapolres Karangasem tanpa memakai helm karena tak sempat meminjam,'' ujar Segeh.

Raki mengatakan, Senin (17/10) kemarin sampai menjelang malam dirinya membagikan kartu gakin BBM itu kepada warganya yang telah mendapatkan. Karena baru sedikit yang memperoleh kartu, diduga hal itu menimbulkan kecemburuan. Dari total 156 KK warganya, baru 30 KK yang mendapat kartu. Sementara di Munti Desa dari 210 KK yang diajukan ke perbekel selanjutnya ke BPS, kartunya baru turun untuk 28 KK. ''Saya sudah sampaikan. Sudah diajukan semua KK secara merata. Namun, baru 28 KK yang turun kartunya dari pusat, yang lain menyusul. Namun, warga juga tak mau mengerti,'' ujar Segeh.

 

Serbu Camat

Raki mengatakan dirinya terpaksa minta perlindungan kepolisian. Masalahnya, meski tak ada yang terlihat sampai membawa senjata tajam--namun warganya meneror dengan cara mengeluarkan kata-kata yang membuat dirinya merasa tak enak. Dirinya bakal mencari informasi kepada keluarganya apakah sudah cukup aman untuk bisa pulang ke kampungnya. Kalau sudah memungkinkan, paling tidak dirinya bakal minta perlindungan ke Mapolsek Kubu dulu sebelum pulang.

Sementara itu, Kapolsek Kubu AKP Nengah Subrata seizin Kapolres Karangasem membenarkan ada puluhan warga Tianyar Desa dikoordinasi IW Sukanadi sekitar pukul 08.00 kemarin mendatangi kantor Camat Kubu. Camat Drs. IW Mudita tak ada di kantornya karena menghadiri sidang paripurna pengajuan RAPBD Perubahan 2005 di DPRD Karangasem.

Warga mempertanyakan sistem pendataan penduduk miskin. Hal itu menyangkut kecemburuan karena ada warga yang merasa miskin tak mendapat kartu. Sementara yang dinilai kaya malah dapat. Warga menuntut agar kartu PKPS BBM itu dibagi rata.

Namun, warga berhasil ditenangkan Kapolsek Subrata dan jajarannya. Kapolsek berjanji menyampaikan aspirasi mereka kepada Camat Kubu. Sementara itu, anggota DPRD Karangasem asal Sidemen IW Diarsa, S.H. mengatakan di beberapa desa di Sidemen juga ada kasus serupa. Ada kecemburuan di kalangan masyarakat karena mereka menilai pemberian kartu PKPS BBM itu tak adil. (013)

 


 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)