Gara-gara
Kartu
Gakin BBM --
Dua
Kadus
Dikejar Warga,
Berlindung
di
Mapolres
Amlapura
(Bali Post) -
Pembagian
kartu Program
Kompensasi
Pengurangan
Subsidi (PKPS)
atau
kartu keluarga
miskin (gakin)
BBM yang dinilai
tak
adil oleh
warga,
berbuntut di
Munti,
Tianyar Tengah,
Kubu,
Karangasem.
Dua
kadus/klian banjar
dinas
dari
desa itu
Selasa (18/10)
kemarin
diserbu dan
dikejar
warganya.
Karena
takut
keselamatannya terancam,
keduanya
lari
minta perlindungan
ke
Pospol Tianyar,
Kubu.
Dari Pospol,
keduanya
lantas
disarankan minta
perlindungan
ke
Mapolsek Kubu.
Namun,
di
sana
juga
dinilai kurang
terjamin
sehingga
kedua
pria paro
baya
itu minta
perlindungan
ke
Mapolres Karangasem.
Keduanya,
Klian
Banjar Dinas
Munti
Desa Timur I
Wayan
Raki (52) dan
Klian
Banjar Dinas
Munti
Desa I Wayan
Segeh (60).
Segeh
ngacir
cuma mengenakan
sandal jepit
dan
kain lusuh.
Dia
dibonceng
rekannya
Raki,
tanpa helm mengungsi
ke
Mapolres Karangasem.
Keduanya
melarikan
diri
cuma berbekal
uang Rp
8.000. ''Saya
tak
bisa naik
sepeda motor,
sehingga motor
menantu
saya beri Pak
Raki agar
bisa
lari.
Pak Raki
juga
tak lancar
betul
naik motor, terpaksa
pelan-pelan
mencari
alamat Mapolres
Karangasem
tanpa
memakai helm karena
tak
sempat meminjam,''
ujar
Segeh.
Raki
mengatakan,
Senin (17/10)
kemarin
sampai menjelang
malam
dirinya membagikan
kartu
gakin BBM itu
kepada
warganya yang telah
mendapatkan.
Karena
baru
sedikit yang memperoleh
kartu,
diduga hal
itu
menimbulkan kecemburuan.
Dari total 156 KK
warganya,
baru 30 KK yang
mendapat
kartu.
Sementara
di
Munti Desa
dari 210 KK yang
diajukan
ke
perbekel selanjutnya
ke BPS,
kartunya baru
turun
untuk 28 KK. ''Saya
sudah
sampaikan.
Sudah
diajukan
semua KK
secara
merata.
Namun,
baru 28 KK yang
turun
kartunya dari
pusat, yang lain
menyusul.
Namun,
warga
juga tak
mau
mengerti,'' ujar
Segeh.
Serbu
Camat
Raki
mengatakan
dirinya
terpaksa minta
perlindungan
kepolisian.
Masalahnya,
meski
tak ada yang
terlihat
sampai
membawa senjata
tajam--namun
warganya
meneror
dengan
cara mengeluarkan
kata-kata yang
membuat
dirinya merasa
tak
enak.
Dirinya
bakal
mencari informasi
kepada
keluarganya apakah
sudah
cukup aman
untuk
bisa pulang
ke
kampungnya.
Kalau
sudah
memungkinkan, paling tidak
dirinya
bakal minta
perlindungan
ke
Mapolsek Kubu
dulu
sebelum pulang.
Sementara
itu,
Kapolsek Kubu AKP
Nengah
Subrata seizin
Kapolres
Karangasem
membenarkan
ada
puluhan warga
Tianyar
Desa dikoordinasi IW
Sukanadi
sekitar
pukul 08.00 kemarin
mendatangi
kantor
Camat
Kubu.
Camat Drs. IW
Mudita
tak ada
di
kantornya karena
menghadiri
sidang
paripurna pengajuan
RAPBD Perubahan 2005
di DPRD
Karangasem.
Warga
mempertanyakan
sistem
pendataan penduduk
miskin.
Hal itu
menyangkut
kecemburuan
karena
ada warga yang
merasa
miskin tak
mendapat
kartu.
Sementara
yang dinilai
kaya
malah dapat.
Warga
menuntut agar
kartu PKPS BBM
itu
dibagi rata.
Namun,
warga
berhasil ditenangkan
Kapolsek
Subrata
dan jajarannya.
Kapolsek
berjanji
menyampaikan
aspirasi
mereka
kepada Camat
Kubu.
Sementara
itu,
anggota DPRD Karangasem
asal Sidemen IW
Diarsa, S.H.
mengatakan
di
beberapa desa
di Sidemen
juga
ada kasus
serupa.
Ada
kecemburuan
di
kalangan masyarakat
karena
mereka menilai
pemberian
kartu PKPS BBM
itu tak
adil.
(013)