Gubernur
Bali Dukung
Perjuangan
Dapat
Otsus
Denpasar
(Bali Post) -
Tim Perumus
Otonomi
Khusus (Otsus)
mengadakan
audiensi
dengan
Gubernur Bali Drs. Dewa
Made Beratha
di
ruang kerjanya,
Selasa (18/10)
kemarin.
Gubernur
Dewa
Beratha menyambut
positif
perjuangan Otsus
tersebut. ''Di
eksekutif
akan
dibentuk
tim yang
diperkuat
oleh
adanya SK Gubernur,''
kata
Koordinator Tim Perumus
Otsus
Kesuma Kelakan
usai
pertemuan.
Pihaknya
juga
menyiapkan Pokja
untuk
membuat rumusan
Otsus
kongkret yang
akan
diperjuangkan
ke DPR-RI.
Diharapkan
draf final
naskah
itu sudah
selesai
digarap oleh
tim
perumus 26
Desember 2005
untuk
diperjuangkan bersama
Pansus
Otsus DPRD Bali ke
DPR-RI.
Menyinggung
soal
anggaran, Gubernur
Dewa
Beratha sebagaimana
disampaikan
Kesuma
Kelakan siap
memberikan
dukungan
dana
melalui APBD,
karena
itu menjadi
perjuangan
bersama
rakyat Bali. Salah
seorang
anggota
tim perumus
Nyoman
Purwa Arsana, S.T.
dihubungi
di
tempat terpisah
juga
melihat Gubernur Bali
sangat
merespons perjuangan
Bali untuk
mendapatkan
otonomi
khusus.
''Kendati
gagal
diperjuangkan sebelumnya,
kini
Gubernur Bali mengharapkan
perjuangan
lebih
gigih agar Otsus
berhasil,''
ucap
wakil ketua DPRD Bali
ini yang
juga
ikut audiensi
selaku
Ketua PKPB Bali.
Tim Perumus
Otsus yang
datang
ke Gubernur Bali
di
antaranya tampak
Sekretaris Prof.
Erawan,
Tjok.
Gede
Atmaja, utusan
parpol
seperti Sugawa
Kory
dari Partai
Golkar, Drs. I
Dewa
Gede Bagus
Badra
dari Partai
Demokrat,
Purwa
Arsana dari PKPB,
Drs. HA Wahab
dari PKB, A.A.
Arnawa
dari Majelis
Madya
Pakraman dan
lain-lain.
Tjok.
Atmaja
dalam
pertemuan itu
mengingatkan agar format
khusus yang
diperjuangkan
harus
jelas.
Di
dalamnya paling
tidak
ada tiga
hal yang
mesti
dikedepankan yakni
masalah
keamanan, budaya
dan
kelestarian adat
serta
perimbangan keuangan
pusat
dan daerah.
Sebagaimana
disampaikan
Sekretaris PDI-P Bali
Nyoman
Parta, S.H. sebelumnya,
budaya Bali
menjadi modal
dasar
perjuangan Otsus.
Budaya
yang menjadi
daya
tarik pariwisata
Bali
di mata
dunia
tidak hanya
menjadi
tugas masyarakat Bali
memelihara
dan
mengembangkannya tetapi
juga
merupakan tugas
nasional yang
mesti
dilaksanakan pemerintah
pusat.
Kekhususan
adat
dan budaya
inilah yang
dirumuskan
secara
mantap dalam
bentuk
naskah akademik
rancangan UU
otonomi
khusus Propinsi Bali
tersebut.
Wakil
Ketua DPRD Bali I.B.
Suryatmaja
memandang
sah-sah
saja perjuangan
Otsus
itu dianggarkan
dalam APBD.
Namun
harus
ada rencana
anggaran
satuan yang
jelas yang
dituangkan
secara
bersama karena
jelas
pemanfaatannya.
Lebih-lebih
DPRD Bali juga
memiliki
Pansus
Otsus yang juga
memiliki agenda
mengundang
tokoh-tokoh
masyarakat
termasuk
eksekutif
dalam
merumuskan Otsus.
(029)