Kunjungan
Wisatawan
Menurun
hingga 40 Persen
Denpasar
(Bali Post) -
Jumlah
kedatangan
wisatawan
domestik
dan
luar negeri
setelah
hari ketiga
pascaledakan
bom di
Kuta
dan Jimbaran
hingga
saat ini
mengalami
penurunan 20 - 40
persen/hari.
Sebelum
ledakan
jumlah kedatangan
di
Bandara Ngurah
Rai,
baik domestik
maupun
luar negeri,
bisa
mencapai 4.000 - 4.500/hari,
kini jumlahnya
melorot
hingga 2.500 - 3.500/hari.
Demikian
disampaikan GM PT
Angkasa
Pura (PAP) I Bandara
Ngurah
Rai Adi
Ngadiri,
Kamis (13/10)
malam
di Kuta.
Dia
mengatakan,
penurunan
jumlah
kedatangan di
Bandara
Ngurah Rai yang
cukup
signifikan ini
dikarenakan Bali yang
memasuki low season.
Selain
itu,
ledakan bom yang
terjadi
di Kuta
dan
Jimbaran juga
cukup
mempengaruhi kedatangan
wisatawan
ke
Bali.
Dia
khawatrir justru
akan
terjadi
pembatalan penerbangan
ke Bali
dalam waktu
dekat
ini. Namun
akhir
Oktober ini, Bali
akan
memasuki high season
karena
sudah akhir
tahun
dan umumnya
wisawatan
banyak yang
berkunjung
ke Bali.
''Memang
tiga
hari setelah
bom
meledak, terjadi
penurunan
jumlah
kedatangan, baik
domestik
maupun
luar negeri,''
katanya.
Diutarakannya,
untuk
saat ini
situasi
penurunan jumlah
penumpang
pesawat
terbang yang datang
ke Bali
terjadi hampir
setiap
hari sejak
ledakan
bom terjadi.
Di
hari-hari
pertama
setelah ledakan,
penurunannya
cukup
signifikan.
Namun,
memasuki
minggu
kedua setelah
ledakan,
kondisi
kedatangan di
Bandara
Ngurah Rai
sudah
berangsur-angsur merata.
''Dilihat
dari
angka sudah
mulai
merata setiap
harinya,
tetapi
masih di
bawah normal.
Jika rata-rata
kedatangan
di
Bandara Ngurah
Rai
mencapai 4.000 - 4/500 orang/hari,
baik
domestik maupun
luar
negeri, kini
kedatangan paling
tinggi
hanya mencapai 3.200
orang/hari,''
jelas
Ngadiri.
Dia
juga
mengatakan bahwa
pengawasan
Bandara
kini sedang
diperketat,
karena
mengalami assesment
dari auditor
internasional.
Hal itu
sudah
berjalan sejak
tiga
bulan yang lalu.
Untuk
lebih meningkatkan
keamanan
para
pengguna jasa
bandara,
pintu
masuk kendaraan
untuk
pengunjung bandara
akan
dipindahkan.
Letak
pintu masuk
baru yang
akan
rampung
akhir 2005 ini
agak
jauh dari
parkir
pesawat terbang agar
keamanan
pesawat
bisa lebih
terjamin.
(kmb18)