kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 15 Oktober 2005

 Mimbar Agama Kristen

 

Santa Theresia dari Avilla  

MENURUT saya, doa batin itu tidak lain dari satu pergaulan yang sangat ramah, di mana kita sering kali berbicara seorang diri dengan Dia, tentang Siapa, kita tahu bahwa Ia mencintai kita (Santa Theresia dari Avilla, dalam 'Libro de la Vida', 8. KGK 2709)  

Kita percaya Oktober tahun ini adalah bulan yang penuh berkat. Sebab, Hari Raya Galungan dan Kuningan 1927 Saka berada dalam bulan Oktober 2005, demikian pula bulan Ramadhan 1426 Hijriyah, dan bagi umat Katolik, bulan Oktober adalah bulan Rosario.

Hari ini, 15 Oktober, umat Katolik merayakan peringatan wajib Santa Theresia dari Avilla, seorang santa yang secara resmi diberi gelar 'Pujangga Gereja', seperti halnya Santa Katarina dari Siena.

Pada usia 20 tahun, Theresia merasa terpanggil untuk hidup membiara. Ia memilih biara Karmel di Avilla dan di sana ia diterima. Biarawati muda ini berhati teguh, tetapi hatinya masih sering tergoda oleh kerinduannya akan keluarganya. Di rumahnya, tepatnya di lingkungan keluarganya Theresia selalu merasa tenteram dan bahagia. Sebab, hubungan kekeluargaan dengan sanak saudara serta dengan para tetangganya sangat baik, akrab dan saling menghargai. Namun, suasana di lingkungan keluarganya itu terasa baginya menjadi berubah sejak ayahnya, yang amat mereka kasihi itu, meninggal dunia. Sekalipun Theresia hidup dalam biara, perubahan yang mendadak itu sangat mempengaruhi keseimbangan jiwanya. Akibatnya ia jatuh sakit yang cukup lama.

Rancangan Tuhan bukanlah rancangan Theresia; dan jalan Theresia bukanlah jalan Tuhan (cf. Yesaya 55:8). Di pembaringannya selama menanggung penderitaan sakit yang berkepanjangan itu, hati Theresia malah semakin mantap dan semakin maju pesat dalam bersamadi dan berserah diri. Ia memperoleh berbagai kasih karunia dan rahmat, sehingga ia sering mengalami ekstase. Di antara pengalamannya itu, ia merasa seolah-olah lubuk hatinya ditembus oleh kasih Ilahi yang hangat. Theresia yang juga dikenal dengan nama Theresia dari Yesus itu, mempersembahkan sakitnya kepada Tuhan dan Tuhan mengkaruniakan berbagai kasih karunia yang berguna bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Karena ia pasrah, Tuhan berkenan menyembuhkannya. Bahkan Tuhan juga berkenan menganugerahkan karunia berupa visiun atau penampakan. Tuhan memberi kesempatan kepadanya untuk dapat melihat penderitaan yang begitu dahsyat yang dialami oleh para pendosa di neraka. Hal itu dialaminya pada 1560. Sejak itu ia berikrar untuk selalu berpikir, berbicara dan bertindak dengan lebih baik dan benar. Rasul Paulus benar. "Upah dosa ialah maut." (Roma 6:23)

Pengalamannya itu ditulisnya dalam buku-bukunya agar para pembacanya bertobat. Namun ia sangat hati-hati karena sadar akan adanya bahaya salah tafsir. Buku-buku karyanya antara lain berjudul "Camino de Perfeccion', 'Exclamaciones del Alma a Dios', "Puesias' dan 'Libro de la Vida'. Melalui buku-bukunya itu Theresia berbicara banyak mengenai misteri doa.

Semua agama mengenal adanya doa lisan, doa renung, dan doa batin. Menurut Theresia, karena doa lisan diarahkan ke luar, dan karena sangat manusiawi, maka pada tempat pertama doa ini adalah doa rakyat. Tetapi juga doa batin tidak boleh mengabaikan doa lisan. Doa ini menjadi batin sejauh kita menjadi sadar, dengan Siapa kita berbicara." ("Camino de Perfeccion', 26, KGK 2704)

Setelah berusia limapuluhan tahun, Theresia dan beberapa biarawati sekomunitas, berusaha mendirikan biara yang berpegang teguh pada gerakan Karmel yang murni. Banyak yang menentang, tetapi ia mendapat dukungan Sri Paus. Dalam kurun waktu 20 tahun, ia bersama teman-temannya berhasil mendirikan 17 biara.

Jika pembaca ingin lebih memahami kehidupoan para Karmelites itu, datanglah ke Pertapaan Karmel di Ngadireso, Tumpang, Malang, Jatim.

             

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)