kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 15 Oktober 2005

 Nusatenggara


Tim Gabungan Razia Rumah Kos dan Penginapan

* Enam Warga Diamankan Polisi
 

Mataram (Suara NTB) -
Tim gabungan dari Polsek Cakranegara, Koramil Cakranegara, Satpol PP Kota Mataram dan petugas dari Kantor Camat Cakranegara, Jumat (14/10) kemarin merazia sejumlah rumah kos dan hotel melati di kawasan Cakranegara. Razia yang digelar guna mengantisipasi kemungkinan dijadikan tempat-tempat tersebut sebagai tempat persembunyian pelaku bom Bali II.

Razia yang dipimpin Kapolsek Cakranegara AKP Windro Akbar Panggabean, SIK. berlangsung mulai pukul 16.00 wita. Razia diawali dengan melakukan penyanggongan di Hotel Sayung di Jalan Bung Karno, Mataram. Penggeledahan ke kamar-kamar hotel ini tak menemukan adanya tamu yang mencurigakan. Tim gabungan ini hanya menemukan sejumlah karyawan hotel melati itu.

Nihil di Hotel Sayung, razia dilanjutkan ke Losmen Tangguh serta sejumlah hotel melati lainnya di wilayah Cakranegara. Dalam razia yang berlangsung cepat dan marathon itu, tim gabungan ini juga tak menemukan adanya warga mencurigakan. Razia kemudian dilanjutkan lagi ke sejumlah tempat kos di wilayah Cakranegara.

Lokasi kos-kosan yang dirazia yakni di wilayah Karang Jangu, Cakranegara dan sekitarnya. Enam orang warga yang menempati sejumlah rumah kos diamankan. Keenam warga itu -- dua pria dan empat wanita -- yang tak bisa menunjukkan KTP itu langsung digelandang ke Polsek Cakranegara.

Kapolsek Cakranegara AKP Windro Akbar Panggabean yang dikonfirmasi usai razia digelar, menyatakan keenam warga tak ber-KPT tersebut masing-masing La (21), Jan (30), Dw, Sal, Hen (27) dan Sug (32). Dua nama terakhir adalah laki-laki. Saat berita ini ditulis keenam warga tersebut sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Cakranegara.

Menyinggung kemungkinan ada di antara enam warga tak ber-KTP itu ditengarai sebagai buronan pelaku peledakan bom Bali II, Windro mengatakan sejauh ini tidak ada. ''Setelah kita periksa ternyata mereka sudah lama bermukim di wilayah Cakranegara, tetapi tak memiliki KTP,'' jelasnya. Setelah menjalani pemeriksaan, direncanakan Sabtu (15/10) hari ini keenam warga tersebut akan disidangkan dengan acara sidang tindak pidana ringan (tipiring).

Ditambahkan Windro bahwa selain mengantisipasi kemungkinan masuk dan bersembunyinya buronan pelaku bom Bali II di wilayah NTB, khususnya Cakranegara, razia yang melibatkan tim gabungan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi munculnya penggunakan minuman keras (miras) dan praktik prostitusi. ''Sasaran kita dalam razia ini juga mengantisipasi munculnya beragam jenis penyakit masyarakat (pekat),'' jelasnya. (049)

Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)