Tim Gabungan Razia Rumah Kos dan Penginapan
* Enam Warga Diamankan Polisi
Mataram (Suara NTB) -
Tim gabungan dari Polsek Cakranegara, Koramil
Cakranegara, Satpol PP Kota Mataram dan petugas dari
Kantor Camat Cakranegara, Jumat (14/10) kemarin merazia
sejumlah rumah kos dan hotel melati di kawasan
Cakranegara. Razia yang digelar guna mengantisipasi
kemungkinan dijadikan tempat-tempat tersebut sebagai
tempat persembunyian pelaku bom Bali II.
Razia yang dipimpin Kapolsek Cakranegara AKP Windro
Akbar Panggabean, SIK. berlangsung mulai pukul 16.00
wita. Razia diawali dengan melakukan penyanggongan di
Hotel Sayung di Jalan Bung Karno, Mataram. Penggeledahan
ke kamar-kamar hotel ini tak menemukan adanya tamu yang
mencurigakan. Tim gabungan ini hanya menemukan sejumlah
karyawan hotel melati itu.
Nihil di Hotel Sayung, razia dilanjutkan ke Losmen
Tangguh serta sejumlah hotel melati lainnya di wilayah
Cakranegara. Dalam razia yang berlangsung cepat dan
marathon itu, tim gabungan ini juga tak menemukan adanya
warga mencurigakan. Razia kemudian dilanjutkan lagi ke
sejumlah tempat kos di wilayah Cakranegara.
Lokasi kos-kosan yang dirazia yakni di wilayah Karang
Jangu, Cakranegara dan sekitarnya. Enam orang warga yang
menempati sejumlah rumah kos diamankan. Keenam warga itu
-- dua pria dan empat wanita -- yang tak bisa
menunjukkan KTP itu langsung digelandang ke Polsek
Cakranegara.
Kapolsek Cakranegara AKP Windro Akbar Panggabean yang
dikonfirmasi usai razia digelar, menyatakan keenam warga
tak ber-KPT tersebut masing-masing La (21), Jan (30), Dw,
Sal, Hen (27) dan Sug (32). Dua nama terakhir adalah
laki-laki. Saat berita ini ditulis keenam warga tersebut
sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polsek
Cakranegara.
Menyinggung kemungkinan ada di antara enam warga tak
ber-KTP itu ditengarai sebagai buronan pelaku peledakan
bom Bali II, Windro mengatakan sejauh ini tidak ada. ''Setelah
kita periksa ternyata mereka sudah lama bermukim di
wilayah Cakranegara, tetapi tak memiliki KTP,'' jelasnya.
Setelah menjalani pemeriksaan, direncanakan Sabtu
(15/10) hari ini keenam warga tersebut akan disidangkan
dengan acara sidang tindak pidana ringan (tipiring).
Ditambahkan Windro bahwa selain mengantisipasi
kemungkinan masuk dan bersembunyinya buronan pelaku bom
Bali II di wilayah NTB, khususnya Cakranegara, razia
yang melibatkan tim gabungan ini juga bertujuan untuk
mengantisipasi munculnya penggunakan minuman keras (miras)
dan praktik prostitusi. ''Sasaran kita dalam razia ini
juga mengantisipasi munculnya beragam jenis penyakit
masyarakat (pekat),'' jelasnya.
(049)