Bali Jadi Proyek Percontohan...
DKP Gulirkan Insentif bagi Nelayan
Jakarta (Bali Post)-
Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) menggulirkan
paket kebijakan insentif bagi peningkatan kapasitas
ekonomi nelayan, menyusul kenaikan harga BBM pada 1
Oktober lalu. Salah satu kebijakan di antaranya,
menjadikan Bali sebagai proyek percontohan fasilitas
pemberian kredit pembudidayaan rumut laut 500 kepala
keluarga (KK) nelayan. ''Kenaikan harga BBM per 1
Oktober lalu telah berdampak pada aktivitas usaha
perikanan. Banyak nelayan yang tidak melaut karena
tingginya biaya operasi,'' ujar Menteri Kelautan dan
Perikanan Freddy Numberi kepada pers di Jakarta, Jumat
(14/10) kemarin.
Paket kebijakan sektor kelautan dan perikanan diberikan
berupa insentif peningkatan kapasitas budidaya,
efisiensi serta akses permodalan serta debirokratisasi
regulasi. ''DKP segera mengulirkan beberapa program
pendukung, seperti penyediaan fasilitas kredit untuk
budidaya rumput laut yang bekerjasama dengan BRI Rp 7
juta per kepala keluarga untuk 600 KK di 13 propinsi,''
jelas Freddy.
Menurutnya, DKP tengah mengiventarisasi di 13 propinsi
yang selama ini telah dikenal memiliki potensi lebih
untuk mengembangankan budidaya rumput laut. Langkah ini
dilakukan sebagai diversifikasi usaha ekonomi pesisir
guna memperbaiki pendapatan paska kenaikan BBM.
Direktur Usaha Direktorat Budidaya DKP Anto Sunaryanto
kepada Bali Post menerangkan, tahap awal memilih tiga
propinsi sebagai pilot project yakni Bali, Jatim serta
Lampung. Sama halnya dengan Bali, kedua propinsi
tersebut dipilih dengan pertimbangan performa
pengembangan budidaya para nelayan setempat. Selain itu,
faktor lokasi dengan akses institusi perbankan menjadi
pertimbangan.
Anto menjelaskan, DKP dan BRI telah mengiventarisasi dua
Kabupaten yakni Karangasem serta Buleleng layak
mendapatkan fasilitas kredit. ''Yang saya ketahui, satu
kelompok nelayan dapat menghasilkan panen rumput dengan
nilai ekonomis tinggi. Satu bulan saja, kapitalisasi
ekonomi mereka sudah mencapai Rp 1,3 milyar,'' ujarnya
setengah promosi.
Dia menambahkan, pemberian fasiltas kredit BRI Rp 7 juta
per kepala keluarga dapat membantu permodalan para
nelayan untuk meningkatkan produktivitasnya. Seiring
dengan hal tersebut, pemerintah berkeinginan, bagaimana
paket kebijakan ini mengupayakan ekonomi pesisir secara
berkesinambungan dan lestari. Nantinya, untuk
Kabupaten Buleleng, DKP berupaya memfasilitasi kredit
pada 300 KK nelayan. Sementara di Karangasem 200 KK.
Jumlah KK yang diberi kredit tergolong banyak, pasalnya
di Kabupaten Situbondo, Jatim, penerima kredit saja
hanya 50 KK, hal yang sama juga di Lampung.
Dia mengharapkan, bunga kredit yang diberikan dibawah
bunga harga pasar. Dengan begitu, tidak terlampau
memberatkan para nelayan. Dirinya optimis, penyediaan
fasilitas kredit pembudidayaan rumput laut ini dapat
berjalan baik, mengingat program ini sudah memiliki
bapak angkat.''Soal akses pasar,para nelayan tidak lagi
dipusingkan lagi,'' ujarnya.(kmb1)