kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 15 Oktober 2005

 Bali


Pascakenaikan BBM dan Bom Bali II ---

Omzet Perajin Keramik Menurun
 

KENAIKAN harga BBM dan tragedi Bom Bali II juga berimbas terhadap kerajinan keramik. Beberapa perajin keramik yang ditemui Jumat (14/10) kemarin mengeluhkan telah terjadi peningkatan harga bahan baku, sementara mereka belum dapat melakukan penyesuaian harga.

Selain itu, diprediksi terjadi penurunan omzet karena mulai berkurangnya pesanan khususnya pasokan untuk dalam negeri.

Salah satu perajin keramik terkemuka di Pejaten, Tabanan, I Putu Oka, menyampaikan sejak peningkatan harga BBM telah terjadi peningkatan harga bahan baku keramik hingga sekitar 10 persen. Selain itu, harga elpiji yang telah mengalami peningkatan sejak beberapa bulan lalu menyebabkan meningkatnya biaya produksi. Di sisi lain, perajin tidak bisa menaikkan harga karena sudah telanjur teken kontrak.

Pemilik Tantriss Keramik ini menceritakan perajin keramik yang berorientasi ekspor seperti dirinya tidak dapat melakukan penyesuaian harga sesuai dengan kondisi riil. Ia baru dapat melakukan penyesuaian harga setelah masa kontrak lama habis dan memulai kontrak baru.

 

Pasar Ekspor

Beberapa perajin keramik lainnya menyatakan Bom Bali II yang mengguncang Kuta dan Jimbaran juga berpengaruh terhadap omzet mereka. Penurunan diperkirakan mencapai 10 sampai 15 persen dari sebelumnya. Selain itu, isu kenaikan elpiji juga cukup membuat kekhawatiran bagi perajin. Sebab, elpiji merupakan salah satu biaya besar yang harus dikeluarkan perajin.

Selama ini, keramik buatan Pejaten biasanya mampu menembus pasar ekspor dunia seperti AS, Jepang, Australia, Italia, Prancis, dan beberapa negara lainnya. Untuk bisa bersaing di pasaran tersebut, mutu harus tetap dijaga. Oleh karena itu, penggunaan elpiji adalah mutlak. Terlebih lagi dua perajin yakni Tantris Keramik dan Agung Putri Art sedang dalam proses konsultasi dan sertifikasi ISO 9001:2000 mengenai penjaminan mutu. "Kami tidak mungkin menggantinya dengan kayu bakar," ujar mereka. (upi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)