Jalur
Hijau
di
Gianyar
Sekarang
para
wisatawan
sangat
susah
melihat
keindahan
Pulau Bali
dari
tepi
jalan
raya,
mulai
pertama kali
turun
dari airport
sampai
tempat
tujuan.
Di
Ubud, Nusa
Dua,
Kuta
kita
hanya
bisa
melihat
ruko,
tidak
ada
lagi celah
untuk
bisa
melihat
pemandangan yang
merupakan
daya
tarik
pariwisata Bali yang
sebenarnya.
Tetapi
entah
mengapa
masalah
ini
tidak mendapatkan
perhatian yang
serius
dari
pihak
berwenang.
Kebetulan
saya
adalah
orang
Gianyar,
sehingga
saya
menulis
mengenai
masalah
jalur
hijau yang
terjadi
di
Gianyar.
Gianyar
memiliki
dua
jalur hijau yang
sangat
setrategis,
yaitu
di
Desa Kemenuh
dan
di depan
Goa
Gajah, di
tengah
himpitan
toko-toko,
hanya
di
tempat inilah
para
wisatawan
bisa
melihat
pemandangan yang
berbeda,
bisa
melihat
hamparan
sawah
dan
gunung-gunung di
belakangnya.
Tetapi
semenjak
beberapa
bulan
terakhir
ini,
di
jalur hijau
tersebut
sudah
mulai
muncul
beberapa
bangunan,
baik
itu
sebagai tempat
usaha
maupun
tempat
tinggal.
Hal tersebut
jelas-jelas
sudah
melanggar
perda
tapi
Pemkab
Gianyar
tidak
menghentikan
hal
tersebut.
Kalau
didiamkan
maka
tentu
semakin
banyak
orang yang
akan
melanggar.
Ke
depan, tentu
semakin
susah
untuk
menertibkan
hal
tersebut.
Memang
susah
melarang
pemilik
tanah agar
tidak
membangun
di
atas tanahnya
sendiri,
tapi
pemda
juga
harus
mempertahankan
jalur
hijau
tersebut,
karena
itu
adalah aset
bagi
pariwisata
Gianyar
dan
pariwisata Bali.
Untuk
mengatasi
masalah
ini
Pemda Gianyar
sebaiknya
membeli
jalur-jalur
hijau yang
tepat
berada
di
pinggir jalan,
maupun
bisa
dengan
mengontrak
tanah
tersebut
dalam
waktu yang
panjang
sehingga
bisa
menghambat
pembangunan
di
jalur hijau.
Selama
ini
Pemda Gianyar
mengalokasikan
sangat
banyak
anggaran
untuk
mengurus
sepak bola (Persegi
Gianyar) yang
manfaatnya
buat
masyarakat
umum
masih
bisa
diperdebatkan,
apalagi
sudah
terbukti
bahwa
hal
tersebut sangat
memberatkan APBD.
Terakhir,
saya
mengimbau
kepada
Pemda
Gianyar agar
menaruh
perhatian yang
lebih
serius
dalam
masalah
ini,
supaya
cerita
keindahan
alam Bali
tidak
hanya
tinggal
cerita.
Agus
Abdi
Putra
Dsn./Br.
Medahan,
Desa/Kel.
Kemenuh
Kec.
Sukawati,
Gianyar