kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Umanis, 1 Oktober 2005

 Olahraga


Liverpool Vs Chelsea--

Kali Ini Milik The Reds?
 

Liverpool -
Dari segi mental, tuan rumah
Liverpool berada di atas angin jelang bigmatch melawan Chelsea dalam lanjutan Liga Utama Inggris, Minggu (2/10) malam besok. Keuntungan psikologis The Reds adalah keberhasilannya menahan tim bertabur bintang The Blues di Liga Champions empat hari lalu.

Hasil itu menambah besar penasaran Jose Mourinho pada pasukan Liverpool yang dipoles Rafael Benitez, penghancur langkah mereka di semifinal Liga Champions musim lalu. Penasaran tinggi Chelsea yang disertai semangat ekstra besar, jika tak diimbangi dengan kontrol emosi, potensial menguntungkan The Reds.

Liverpool juga harus mengoptimalkan strategi di lapangan. Harus diakui, amunisi andalan Chelsea lebih baik dari skuad Benitez. Karenanya, psy war adalah cara terampuh bagi Liverpool mengacaukan konsentrasi Chelsea.

"Saya yakin Chelsea sangat tidak ingin melawan Liverpool. Ketika mereka terus-terusan membicarakan kami sebelum pertandingan, itu artinya mereka cemas atau tepatnya lagi takut. Saya harap selepas pertai nanti kecemasan mereka terbukti," komentar Benitez membuka front, Jumat (30/9) kemarin.

The Reds melakoni partai ini dengan defisit angka yang sangat jomblang. Steven Gerrard dan kawan-kawan tertinggal 14 poin dari Chelsea. Namun, mereka masih dapat mengangkat tegak kepala di hadapan lawan karena rekor sama mereka. Liverpool dan Chelsea sampai pekan ketujuh lalu adalah tim yang belum terkalahkan.

Mourinho tak mau kalah dalam hal komentar. Menurut pria Portugal ini, Liverpool lebih banyak dibantu keberuntungan saat memenangkan Liga Champions musim lalu.

Bek tengah Liverpool, Jamie Carragher, ikut nimbrung dalam perang mulut kedua arsitek. Ia berkomentar mengenai nasib baik Chelsea di hadapan timnya. "Saat partai terakhir, Chelsea mendapatkan segalanya dari wasit. Kami setidaknya berhak mendapatkan dua bahkan tiga penalti," ejeknya.

Kedua pelatih, bebas menurunkan pemain pilihannya. Liverpool tentu tidak akan meladeni pola menyerang 4-3-3 lawan. Peter Crouch akan digantung sendirian, sedangkan Djibril Cisse mesti membagi perhatian pada sektor midfield. Xabi Alonso, Steven Gerrard dan Dietmar Hamman membutuhkan bantuan lain untuk membendung eksplosivitas Chelsea.

Arjen Robben dan Damien Duff yang beroperasi dari sektor sayap Chelsea, adalah ancaman berarti. Hernan Crespo berperan membuka celah, di mana Michael Essien dan Frank Lampard sudah siap menusuk celah tersebut. (sun/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)