Liverpool Vs Chelsea--
Kali Ini
Milik
The Reds?
Liverpool -
Dari segi mental,
tuan
rumah
Liverpool
berada
di atas
angin
jelang bigmatch
melawan Chelsea
dalam
lanjutan Liga
Utama
Inggris, Minggu
(2/10) malam
besok.
Keuntungan psikologis
The Reds adalah
keberhasilannya
menahan
tim
bertabur
bintang The Blues
di Liga
Champions empat
hari
lalu.
Hasil
itu
menambah besar
penasaran Jose
Mourinho
pada
pasukan Liverpool yang dipoles Rafael Benitez,
penghancur
langkah
mereka di semifinal
Liga Champions
musim
lalu.
Penasaran
tinggi
Chelsea yang disertai
semangat
ekstra
besar, jika
tak
diimbangi dengan
kontrol
emosi, potensial
menguntungkan The Reds.
Liverpool
juga
harus mengoptimalkan
strategi
di
lapangan.
Harus
diakui,
amunisi andalan
Chelsea
lebih
baik dari
skuad Benitez.
Karenanya,
psy war
adalah
cara terampuh
bagi Liverpool
mengacaukan
konsentrasi Chelsea.
"Saya
yakin Chelsea
sangat
tidak ingin
melawan Liverpool.
Ketika
mereka
terus-terusan membicarakan
kami
sebelum pertandingan,
itu
artinya mereka
cemas
atau tepatnya
lagi
takut.
Saya
harap
selepas pertai
nanti
kecemasan mereka
terbukti,"
komentar Benitez
membuka front,
Jumat (30/9)
kemarin.
The Reds melakoni
partai
ini dengan
defisit
angka yang sangat
jomblang.
Steven Gerrard
dan
kawan-kawan tertinggal
14 poin
dari
Chelsea.
Namun,
mereka masih
dapat
mengangkat tegak
kepala
di hadapan
lawan
karena rekor
sama
mereka.
Liverpool
dan Chelsea
sampai
pekan ketujuh
lalu
adalah
tim yang belum
terkalahkan.
Mourinho
tak mau
kalah
dalam hal
komentar.
Menurut
pria
Portugal ini, Liverpool
lebih
banyak dibantu
keberuntungan
saat
memenangkan Liga
Champions musim
lalu.
Bek
tengah Liverpool, Jamie
Carragher,
ikut
nimbrung dalam
perang
mulut kedua
arsitek.
Ia
berkomentar
mengenai
nasib
baik
Chelsea
di
hadapan timnya.
"Saat
partai
terakhir,
Chelsea
mendapatkan
segalanya
dari
wasit.
Kami
setidaknya
berhak
mendapatkan dua
bahkan
tiga penalti,"
ejeknya.
Kedua
pelatih,
bebas
menurunkan pemain
pilihannya.
Liverpool
tentu
tidak
akan meladeni
pola
menyerang 4-3-3 lawan.
Peter Crouch
akan digantung
sendirian,
sedangkan
Djibril
Cisse mesti
membagi
perhatian pada
sektor midfield.
Xabi Alonso, Steven
Gerrard
dan Dietmar
Hamman
membutuhkan bantuan
lain
untuk membendung
eksplosivitas Chelsea.
Arjen
Robben
dan Damien Duff yang
beroperasi dari
sektor
sayap
Chelsea,
adalah
ancaman berarti.
Hernan
Crespo
berperan membuka
celah,
di mana Michael
Essien
dan Frank Lampard
sudah
siap menusuk
celah
tersebut. (sun/afp)