Petaka di Goodison Park
Liverpool -
Nasib buruk terus menyelimuti kubu Everton setelah
tersingkir di Liga Champions dan menghuni posisi
terakhir klasemen Liga Inggris. The Blues, julukan tim
asuhan Davis Moyes itu, tersingkir di Piala UEFA kendati
menang 1-0 atas Dinamo Bucharest. Namun the Blues
kehilangan gelandang andalannya Mikael Arteta yang
mengelami cedera serius dalam pertandingan di stadion
Goodison Park, Jumat (30/9) kemarin.
Arteta mengalami cedera serius akibat diterjang Mihaita
Plesan. Atas pelanggarannya itu Plesan cuma mendapat
kartu kuning. Padahal dia menyikut Arteta dan
menimbulkan masalah pada leher Arteta.
Manajer David Moyes mengaku kecewa dengan kepemimpinan
wasit. Pasalnya Plesan seharusnya sudah diganjar dengan
kartu merah. "Itu adalah pelanggaran terburuk. Sangat
buruk. Arteta harus keluar lapangan dan dilarikan ke
rumah sakit. Saat ini dia harus berada di sana untuk
menjalani observasi. Saya kira masalah di lehernya tidak
terlalu parah. Tetapi sangat sulit menerima kondisi
seperti ini," ujar Moyes.
Meski tampil habis-habisan Everton tidak mampu mengejar
ketinggalan dari Dinamo Bucharest 1-5 di pertandingan
pertama. Apalagi mereka harus bertanding dengan beban
mental mengalami kekalahan beruntun. Kondisi itu membuat
asuhan Moyes terbebani. Beruntung Tim Cahill sukses
mencetak satu-satunya gol penghibur. Everton yang menang
tipis 1-0, akhirnya tersisih dengan agregat 2-5.
"Ini
adalah tugas yang berat tetapi kami menempatkan
segalanya dengan baik. Saya kira suporter kami pantas
mendapatkan hal ini. Meski hanya unggul satu gol namun
ini awal yang bagus bagi kami. Kami menampilan permainan
yang hebat," papar Cahill usai pertandingan.
Everton semestinya mendapat peluang namun banyak yang
terbuang percuma. Meski tersisih Moyes tetap merasa puas
dengan kemajuan timnya. Dia menganggap asuhannya sudah
bereaksi tepat.
Tersisih
Klub-klub yang pernah menjadi juara di Piala UEFA harus
tersisih di putaran pertama kemarin. Klub-klub tersebut
antara lain Bayer Leverkusen, Feyenoord dan Galatasary.
Leverkusen menyerah 0-1 dari tuan rumah CSKA Sofia
dengan gol tunggal Mourad Hdiouad pada menit ke-67.
Hasil tersebut membuat CSKA unggul dengan agregat 2-0.
"Ini
sangat pahit. Tim rasanya seperti dihancurkan. Saya akan
mencoba dan mengangkat semangat mereka. Tetapi dengan
kegagalan mencetak gol dia dua pertandingan membuat
penampilan kami buruk," jelas pelatih Leverkusen Rudi
Voeller.
Padahal Leverkusen merupakan mantan juara UEFA pada
1988. Mereka bahkan menjadi runner-up Liga Champions
tahun 2002 lalu. Kekalahan Leverkusen ternyata dialami
mantan juara UEFA tahun 1974 Feyenoord. Feyenoord yang
sementara ini memimpin Liga Belanda menyerah 0-1 dari
Rapid Bucharest. Total Bucharest unggul dengan 2-1. Gol
tunggal Bucharest dilesakkan Mugurel Buga pada menit
ke-12.
Kegagalan serupa juga diderita kubu Galatasary (Turki).
Juara Piala UEFA 2000 saat mengalahkan Arsenal di final
harus puas bermain imbang 1-1 dengan klub Tremso (Norwegia).
Namun hasil imbang justru memberi keuntungan bagi Tremso
karena mereka lolos agregat dengan 2-1.
Sebaliknya juara bertahan CSKA Moscow justru mendapat
keuntungan. Pasalnya mereka sukses menghajar klub FC
Midtjylland (Denmark) dengan 3-1. CSKA bahkan
mengantongi keunggulan total 6-2. Di pertandingan itu
Daniel Carvalho menghasilkan dua gol dan Sergei Samodin
meraih satu gol.
Sedangkan klub asal Rumania Steaua Bucharest yang juara
UEFA 1986 juga melangkah ke babak berikutnya.
Mereka mampu menundukkan Valerenga dengan 3-1 dan unggul
agregat dengan 6-1. (rah/ap/rtr)