kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Umanis, 1 Oktober 2005

 Olahraga


Petaka di Goodison Park
 

Liverpool -
Nasib buruk terus menyelimuti kubu Everton setelah tersingkir di Liga Champions dan menghuni posisi terakhir klasemen Liga Inggris. The Blues, julukan tim asuhan Davis Moyes itu, tersingkir di Piala UEFA kendati menang 1-0 atas Dinamo Bucharest. Namun the Blues kehilangan gelandang andalannya Mikael Arteta yang mengelami cedera serius dalam pertandingan di stadion Goodison Park, Jumat (30/9) kemarin.

Arteta mengalami cedera serius akibat diterjang Mihaita Plesan. Atas pelanggarannya itu Plesan cuma mendapat kartu kuning. Padahal dia menyikut Arteta dan menimbulkan masalah pada leher Arteta.

Manajer David Moyes mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Pasalnya Plesan seharusnya sudah diganjar dengan kartu merah. "Itu adalah pelanggaran terburuk. Sangat buruk. Arteta harus keluar lapangan dan dilarikan ke rumah sakit. Saat ini dia harus berada di sana untuk menjalani observasi. Saya kira masalah di lehernya tidak terlalu parah. Tetapi sangat sulit menerima kondisi seperti ini," ujar Moyes.

Meski tampil habis-habisan Everton tidak mampu mengejar ketinggalan dari Dinamo Bucharest 1-5 di pertandingan pertama. Apalagi mereka harus bertanding dengan beban mental mengalami kekalahan beruntun. Kondisi itu membuat asuhan Moyes terbebani. Beruntung Tim Cahill sukses mencetak satu-satunya gol penghibur. Everton yang menang tipis 1-0, akhirnya tersisih dengan agregat 2-5.

"Ini adalah tugas yang berat tetapi kami menempatkan segalanya dengan baik. Saya kira suporter kami pantas mendapatkan hal ini. Meski hanya unggul satu gol namun ini awal yang bagus bagi kami. Kami menampilan permainan yang hebat," papar Cahill usai pertandingan.

Everton semestinya mendapat peluang namun banyak yang terbuang percuma. Meski tersisih Moyes tetap merasa puas dengan kemajuan timnya. Dia menganggap asuhannya sudah bereaksi tepat.

 

Tersisih

 

Klub-klub yang pernah menjadi juara di Piala UEFA harus tersisih di putaran pertama kemarin. Klub-klub tersebut antara lain Bayer Leverkusen, Feyenoord dan Galatasary.

Leverkusen menyerah 0-1 dari tuan rumah CSKA Sofia dengan gol tunggal Mourad Hdiouad pada menit ke-67. Hasil tersebut membuat CSKA unggul dengan agregat 2-0.

"Ini sangat pahit. Tim rasanya seperti dihancurkan. Saya akan mencoba dan mengangkat semangat mereka. Tetapi dengan kegagalan mencetak gol dia dua pertandingan membuat penampilan kami buruk," jelas pelatih Leverkusen Rudi Voeller.

Padahal Leverkusen merupakan mantan juara UEFA pada 1988. Mereka bahkan menjadi runner-up Liga Champions tahun 2002 lalu. Kekalahan Leverkusen ternyata dialami mantan juara UEFA tahun 1974 Feyenoord. Feyenoord yang sementara ini memimpin Liga Belanda menyerah 0-1 dari Rapid Bucharest. Total Bucharest unggul dengan 2-1. Gol tunggal Bucharest dilesakkan Mugurel Buga pada menit ke-12.

Kegagalan serupa juga diderita kubu Galatasary (Turki). Juara Piala UEFA 2000 saat mengalahkan Arsenal di final harus puas bermain imbang 1-1 dengan klub Tremso (Norwegia). Namun hasil imbang justru memberi keuntungan bagi Tremso karena mereka lolos agregat dengan 2-1.

Sebaliknya juara bertahan CSKA Moscow justru mendapat keuntungan. Pasalnya mereka sukses menghajar klub FC Midtjylland (Denmark) dengan 3-1. CSKA bahkan mengantongi keunggulan total 6-2. Di pertandingan itu Daniel Carvalho menghasilkan dua gol dan Sergei Samodin meraih satu gol.

Sedangkan klub asal Rumania Steaua Bucharest yang juara UEFA  1986 juga melangkah ke babak berikutnya. Mereka mampu menundukkan Valerenga dengan 3-1 dan unggul agregat dengan 6-1. (rah/ap/rtr)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)