Jelang
Kenaikan BBM,
Rupiah
Menguat
Jakarta (Bali Post) -
Sehari
menjelang
kenaikan
harga
bahan bakar
minyak (BBM),
nilai
tukar rupiah
justru
berhasil menguat
tipis 10
poin ke
level Rp 10.290
dibanding
penutupan
Kamis (29/9)
di level 10.300 per
dolar AS.
Stabilitas
rupiah
tetap terjaga,
karena
aksi penolakan
kenaikan BBM
ternyata
aman-aman
saja.
Di
awal
perdagangan, rupiah
dibuka
melemah ke level
Rp 10.325 per
dolar AS.
Namun
selama
perdagangan, rupiah
tetap
stabil sebelum
akhirnya
ditutup
menguat ke 10.300 per
dolar AS.
Penguatan
ini
diduga karena
sentimen
positif demo
penolakan BBM yang
ternyata
berjalan
aman.
Selama
ini,
pelaku pasar
selalu
mencemaskan munculnya
aksi
penolakan besar-besaran
yang bisa
menimbulkan
gangguan
stabilitas.
Sementara
itu,
aktivitas perdagangan
saham
di Bursa Efek Jakarta
(BEJ) pada
akhir
pekan berlangsung
semarak.
Sejumlah
pemodal
aktif melakukan
pembelian
pada
sebagian besar
saham.
Hal itu
tercermin
pada volume
dan
nilai transaksi yang
naik
signifikan di
atas Rp
5 trilyun, yang
dilakukan
oleh
para pemodal
asing.
Sehingga,
Indeks
Harga Saham
Gabungan (IHSG)
ditutup
menguat mendekati
level 1.080 di
posisi 1.079,275,
atau
melonjak 30,973 poin
(2,955 persen).
Banyak
analis
mengatakan harga
sebagian
besar
saham antara
lain
ditopang oleh
kondisi
dalam negeri yang
relatif
aman sehari
menjelang
kenaikan
harga
bahan bakar
minyak (BBM),
dan
penataan kembali
portofilio
saham
memasuki kuartal
keempat.
Penguatan
terhadap
beberapa
saham
papan atas
juga
mengangkat indeks
LQ45 ke level 235,810,
atau
menguat 7,400 poin
(3,240 persen).
Demikian
pula Jakarta Islamic Index (JII)
naik 6,580 poin
(3,714 persen)
ke
posisi 183,731.
Pemodal asing
membeli
saham senilai
Rp 4,387
trilyun,
sedangkan
transaksi
jual Rp
3,999 trilyun,
sehingga
terjadi
pembelian bersih
Rp 388,236
milyar,
naik tajam
dibandingkan
sebelumnya
Rp 4,918
milyar.
Adapun
volume perdagangan
saham
mencapai 4,218 milyar
lembar
senilai Rp 5,621
trilyun
dengan frekuensi
21.569 kali transaksi.
Total jenis
saham yang
aktif
diperdagangkan 197 dengan
rincian 137
menguat, 43
stagnan
dan 17 melemah.
(kmb2)