kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Umanis, 1 Oktober 2005

 Ekonomi


Jelang
Kenaikan BBM, Rupiah Menguat 

Jakarta (Bali Post) -
Sehari
menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), nilai tukar rupiah justru berhasil menguat tipis 10 poin ke level Rp 10.290 dibanding penutupan Kamis (29/9) di level 10.300 per dolar AS. Stabilitas rupiah tetap terjaga, karena aksi penolakan kenaikan BBM ternyata aman-aman saja.

Di awal perdagangan, rupiah dibuka melemah ke level Rp 10.325 per dolar AS. Namun selama perdagangan, rupiah tetap stabil sebelum akhirnya ditutup menguat ke 10.300 per dolar AS. Penguatan ini diduga karena sentimen positif demo penolakan BBM yang ternyata berjalan aman. Selama ini, pelaku pasar selalu mencemaskan munculnya aksi penolakan besar-besaran yang bisa menimbulkan gangguan stabilitas.

Sementara itu, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada akhir pekan berlangsung semarak. Sejumlah pemodal aktif melakukan pembelian pada sebagian besar saham. Hal itu tercermin pada volume dan nilai transaksi yang naik signifikan di atas Rp 5 trilyun, yang dilakukan oleh para pemodal asing. Sehingga, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat mendekati level 1.080 di posisi 1.079,275, atau melonjak 30,973 poin (2,955 persen).

Banyak analis mengatakan harga sebagian besar saham antara lain ditopang oleh kondisi dalam negeri yang relatif aman sehari menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dan penataan kembali portofilio saham memasuki kuartal keempat.

Penguatan terhadap beberapa saham papan atas juga mengangkat indeks LQ45 ke level 235,810, atau menguat 7,400 poin (3,240 persen). Demikian pula Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,580 poin (3,714 persen) ke posisi 183,731. Pemodal asing membeli saham senilai Rp 4,387 trilyun, sedangkan transaksi jual Rp 3,999 trilyun, sehingga terjadi pembelian bersih Rp 388,236 milyar, naik tajam dibandingkan sebelumnya Rp 4,918 milyar. Adapun volume perdagangan saham mencapai 4,218 milyar lembar senilai Rp 5,621 trilyun dengan frekuensi 21.569 kali transaksi. Total jenis saham yang aktif diperdagangkan 197 dengan rincian 137 menguat, 43 stagnan dan 17 melemah. (kmb2)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)