kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Umanis, 1 Oktober 2005

 Kultur

 

Mungkinkah Memompa Ekonomi lewat Seni? 

KESENIAN tidak hanya menjadi wujud kebudayaan, jati diri yang hanya bisa dipandang dalam perspektif kegiatan yang menghabur-hamburkan uang, melainkan bisa pula memiliki kontribusi dalam menggenjot laju perekonomian. Namun, tidak pernah jelas berapa dana yang dianggarkan pemerintah untuk kesenian, dan berapa kontribusi kegiatan kesenian. Itulah yang terjadi di Indonesia.

Hampir seluruh daerah mempersoalkan sulitnya anggaran kesenian. Bahkan, event kesenian yang partisipatif sangat jarang bisa menerima suport dana  dari pemerintah. Karena itulah, Linda Hoemar Abidin, pemakalah dalam KKI II di Jakarta, mengkomparasikan kondisi faktual yang ada di Indonesia dengan Singapura, Amerika dan Jerman. Negara tersebut mampu mengelola kesenian dengan daya sedot penonton dan finansial yang luar biasa.

Tidak hanya faktor finansial tadi, seni sebagai daya hidup memberi masyarakat suatu kekuatan menghimpun energi sosialnya untuk memecahkan persoalan-persoalan berat yang menimpa. Seni memberi masyarakat kekuatan mengelola konflik-konfliknya, sanggup menampung pertentangan-pertentangan yang muncul, mencegah timbul dan meluasnya masalah yang mungkin dipicu oleh intoleransi agama, keruwetan politik dan kegagalan ekonomi. Di Singapura, seni melengkapi prestasi besar yang diraih oleh kegiatan ekonomi dan politik.

Menurut Linda yang juga seorang penari ini, kehidupan kesenian dan kebudayaan yang relatif sehat adalah faktor yang bisa mempertahankan bahkan meningkatkan perkembangan kegiatan ekonomi. Ia mencontohkan Singapura tadi, nilai tambah dari industri yang berbasis kegiatan kesenian dan kebudayaan memperlihatkan efek pelipatgandaan sebesar 1,66. Angka ini lebih tinggi dari angka efek pelipatgaandaan industri perbankan yang hanya 1,4 dan industri petrokimia yang hanya 1,35.

Ia mengatakan, kesadaran pentingnya seni di kalangan pembuat kebijakan di Singapura dimulai tahun 1989 ketika Ong Teng Cheong (alm) yang menjabat selaku Deputy Prime Minister mengusulkan pembentukan National Art Council (Dewan Kesenian Nasional) -- yang kemudian merintis perencanaan pembangunan Esplanade Theatres on the Bay.

Dengan komitmen yang sungguh-sungguh, pemerintah Singapura berupaya menjadikan negara itu menjadi ibu kota seni dan budaya Asia Tenggara. ''Mereka bahkan mencita-citakan negeri pulau itu menjadi kota kebangkitan (renaissance city) yang menjadi pusat kehidupan baru peradaban Asia modern,'' kata Linda. Sebagai negara multikltur kebijakan kebudayaan Singapura terinspirasi kebijakan kebudayaan Australia namun mengacu pada kebijakan kebudayaan di Inggris.

Lantas bagaimanakah pola-pola kemitraan berskala nasional mampu membangkitkan kesenian di Asia Tenggara? Mampukah pola kemitraan, baik kemitraan dengan pemerintah maupun swasta, itu melampaui batas negara yang berimplikasi pada partisipasi seniman dalam dan luar negeri? Mungkin iya bagi DKI, Yogya dan Bali yang sudah berpengalaman menggelar kegiatan akbar. Namun bagi daerah lain?

Masih perlu mengambil contoh kemitraan untuk mendukung kesenian yang diterapkan di Amerika Serikat, Singapura dan Jerman. Sebab, bisa jadi daerah akan berperan dalam soal ini. Nah, kata dia, ada dua strategi kemitraan yang bisa dilakukan, yakni melalui subsidi pemerintah dan mekanisme indirect subsidy (subsidi tidak langsung). Di Amerika, pemerintah secara tidak langsung memberikan subsidi yang luar biasa besar melalui sistem perpajakan yang mendorong sektor swasta berperan aktif dalam pendanaan kesenian. Hasilnya, kehidupan kesenian bertumbuh fantastis.

Sebuah organisasi nirlaba di New York menerbitkan laporan tentang studi penonton di tempat-tempat kegiatan seni budaya selama 2004. Dari 480 organisasi seni nirlaba yang dilibatkan, ditemukan jumlah penonton acara seni budaya di New York mencapai 26 juta orang atau dua kali lebih banyak dari penonton teater Broadway ataupun pertandingan olahraga. Hal ini mendemonstrasikan kesuksesan sektor seni budaya -- yang merupakan argumen sangat kuat dalam meyakinkan pihak pemerintah dan swasta akan peran penting kesenian dalam kehiduan masyarakat.  (rab)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)