kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Umanis, 1 Oktober 2005

 Bali


Anak
TK Trisula masih Trauma 

KERICUHAN yang terjadi di sekretariat Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Buleleng Kamis (29/9) lalu menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Wakil Bupati Buleleng, Gede Wardana, Jumat (30/9) kemarin mengaku sangat sedih dan prihatin terhadap tragedi berdarah tersebut.

Menurutnya, permasalahan intern parpol sebaiknya diselesaikan secara arif. Selalu mengacu pada hal yang sudah disepakati, ikuti landasan yuridis Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang telah disusun.

"Permasalahan seperti ini hendaknya diselesaikan secara musyawarah mufakat, kekeluargaan. Harus ada konsolidasi di antara kader dan pimpinan parpol agar tercipta sikap yang lebih matang dalam berpolitik," paparnya.

Sementara Ros Hartati, guru TK Trisula ---yang terletak persis di depan Sekretariat PKPB--- juga berkomentar serupa. Dia sangat menyayangkan kejadian perusakan itu. Menurutnya, peristiwa tersebut dapat menimbulkan trauma, terlebih anak-anak TK yang melihat langsung kejadian itu. "Ada beberapa siswa kami yang masih trauma dan takut masuk sekolah setelah kejadian perusakan itu," ujarnya.

Dia mengaku peristiwa itu terjadi saat jam istirahat anak-anak TK. Saat itu, dia tidak berada di lokasi sekolah karena suatu keperluan. Ia mendengar dari cerita guru, orangtua dan murid, bahwa kejadian tersebut membuat panik seisi sekolah. Beberapa orangtua murid yang mendengar peristiwa itu banyak yang datang ke sekolah menjemput anak mereka dan mengajaknya pulang.

Keesokan harinya anak-anak itu bertanya tentang kejadian tersebut. "Terpaksa saya berbohong kepada anak-anak. Saya mengatakan orang-orang yang melakukan keributan itu sedang main film. Saya bilang, anak-anak tidak perlu takut karena kejadian tersebut hanya bohong-bohongan. Untungnya banyak anak-anak yang bisa mengerti," jelasnya.

Dia sangat berharap, sebelum bertindak, orang-orang parpol memikirkan dulu apa akibat perbuatan yang akan dilakukan. Lihat-lihat situasi. "Kasihan anak-anak itu. Jangan sampai peristiwa kekerasan seperti itu terjadi lagi," harapnya. (ari)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)