Anak
TK Trisula
masih Trauma
KERICUHAN
yang terjadi
di
sekretariat Partai
Karya
Peduli Bangsa (PKPB)
Buleleng
Kamis (29/9)
lalu
menimbulkan keprihatinan
banyak
pihak. Wakil
Bupati
Buleleng, Gede
Wardana,
Jumat (30/9)
kemarin
mengaku sangat
sedih
dan prihatin
terhadap
tragedi
berdarah tersebut.
Menurutnya,
permasalahan intern
parpol
sebaiknya diselesaikan
secara
arif. Selalu
mengacu
pada hal yang
sudah
disepakati, ikuti
landasan
yuridis
Anggaran Dasar (AD)
dan
Anggaran Rumah
Tangga (ART) yang
telah
disusun.
"Permasalahan
seperti
ini hendaknya
diselesaikan
secara
musyawarah mufakat,
kekeluargaan.
Harus
ada konsolidasi
di
antara kader
dan
pimpinan parpol agar
tercipta
sikap yang
lebih
matang dalam
berpolitik,"
paparnya.
Sementara
Ros
Hartati, guru TK Trisula
---yang terletak
persis
di depan
Sekretariat PKPB---
juga
berkomentar serupa.
Dia
sangat menyayangkan
kejadian
perusakan
itu.
Menurutnya, peristiwa
tersebut
dapat
menimbulkan trauma, terlebih
anak-anak TK yang
melihat
langsung kejadian
itu. "Ada
beberapa
siswa
kami yang masih
trauma dan
takut
masuk sekolah
setelah
kejadian perusakan
itu,"
ujarnya.
Dia
mengaku
peristiwa itu
terjadi
saat jam istirahat
anak-anak TK.
Saat
itu, dia
tidak
berada di
lokasi
sekolah karena
suatu
keperluan. Ia
mendengar
dari
cerita guru, orangtua
dan
murid, bahwa
kejadian
tersebut
membuat
panik seisi
sekolah.
Beberapa
orangtua
murid yang
mendengar
peristiwa
itu
banyak yang datang
ke
sekolah menjemput
anak
mereka dan
mengajaknya
pulang.
Keesokan
harinya
anak-anak itu
bertanya
tentang
kejadian tersebut. "Terpaksa
saya
berbohong kepada
anak-anak.
Saya
mengatakan orang-orang
yang melakukan
keributan
itu
sedang main film. Saya
bilang,
anak-anak tidak
perlu
takut karena
kejadian
tersebut
hanya
bohong-bohongan. Untungnya
banyak
anak-anak yang bisa
mengerti,"
jelasnya.
Dia
sangat
berharap, sebelum
bertindak,
orang-orang
parpol
memikirkan dulu
apa
akibat perbuatan yang
akan
dilakukan. Lihat-lihat
situasi. "Kasihan
anak-anak
itu.
Jangan sampai
peristiwa
kekerasan
seperti
itu terjadi
lagi,"
harapnya. (ari)