kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Umanis, 1 Oktober 2005

 Bali


Tersinggung di Arena Pameran --

Oknum TNI Keroyok Anggota Denpom dan Polisi
 

Gianyar (Bali Post) -
Gara-gara ditegur petugas di pintu masuk Pameran Pasar Raya di Terminal Kebo Iwa, Gianyar, Kamis (29/9) pukul 20.00, puluhan oknum anggota TNI dari Denzipur Gianyar mengeroyok anggota polisi yang bertugas di sekitar lokasi pameran. Bahkan, salah satu anggota Denpom IX-3 Denpasar juga menjadi sasaran. Akhirnya pameran yang merupakan pameran dagang tiba-tiba berubah menjadi ajang berantem oknum aparat tersebut.

Dari Informasi di TKP, sebelum kejadian sekitar pukul 20.00, tujuh orang pemuda berambut cepak datang berkunjung ke lokasi Pameran Pasar Raya Gianyar. Beberapa di antaranya telah melewati petugas pintu masuk. Sedangkan beberapa lagi masih di depan pintu dan sempat ditegur petugas pintu masuk bernama Yuliadi alias Benjol karena tidak memiliki tiket masuk. Karena ditegur, beberapa di antaranya tersinggung dan akhirnya memicu pengeroyokan.

Saat kejadian berlangsung itulah, anggota Denpom IX-3 Denpasar, Serma I Wayan Eka Suda melintas di dekat pintu masuk. Melihat kejadian tersebut, Suda kemudian menegur para pemuda berambut cepak itu. Namun mereka malah melayangkan pukulan kepada Eka Suda.

Melihat kejadian tersebut, sejumlah petugas polisi ingin melerai keributan itu. Namun mereka pun kemudian menjadi sasaran. Situasi kian kacau, karena datang sekitar 25 orang dengan ciri rambut cepak. Melihat hal itu, Eka Suda yang asal Lingkungan Kelod Kauh, Abianbase, Gianyar itu, secepatnya menghindar dari arena tersebut.

Petugas polisi yang melerai justru menjadi bulan-bulanan. Akibatnya, dua orang anggota masyarakat mengalami luka-luka, sementara 12 orang polisi juga mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Untung anggota polisi yang lainnya cepat diselamatkan oleh temannya sesama polisi yang berpakaian preman. Puluhan oknum tersebut akhirnya menghilang dari tempat kejadian setelah seorang pecalang mengancam akan membunyikan kulkul bulus.

Terkait kejadian ini, Pahumas Polres Gianyar AKP A.A. Anom Putra seizin Kapolres AKBP Drs. I Dewa Putu Anom, S.H. saat dihubungi Jumat (30/9) kemarin, membenarkan adanya insiden tersebut. Beberapa polisi yang menjadi korban dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Sanjiwani, Gianyar. Bahkan, sampai siang kemarin, seorang masih tergolek lemah di rumah sakit. ''Seluruh tubuh dan wajahnya babak belur akibat dikeroyok oknum Denzipur,'' jelasnya.

 

Barang Bukti

 

Mengenai pelakunya, pihak Polres mengaku belum tahu identitasnya. ''Kami tidak tahu identitas lengkap mereka, akan tetapi sejumlah barang bukti sudah kami kumpulkan,'' ujar Anom Putra. Barang bukti yang ditemukan antara lain, sebuah mainan kalung dari stainless steel bergambar baret dan sangkur serta bertuliskan ''Keluarga Besar Zeni Tempur 9''. Sebuah pecahan helm dinas Polri warna cokelat-silver dan sebuah patahan tongkat T Polri warna hitam. ''Temuan dan hasil penyidikan polisi telah kami serahkan ke Denpom untuk selanjutnya pihak Denpom-lah yang mengungkap siapa pelakunya,'' ujar Anom Putra.

Akibat peristiwa itu, menurut Anom Putra, sejumlah pejabat TNI, seperti DanDenpom dan DanPomdam sudah datang ke Polres Gianyar. Para pejabat TNI tersebut juga menjenguk para korban di rumah sakit.

Sementara itu, Komadan Denzipur Gianyar, Mayor CZI Rudy WD, ketika dimintai konfirmasi, meminta wartawan untuk menghubungi Kapendam IX/Udayana, Lelkol IB Gaga Ardana. ''Mohon maaf, sesuai perintah pimpinan kami, informasi hanya dari satu pintu. Silakan rekan-rekan wartawan menghubungi Bapak Kapendam,'' ujar Rudy dengan senyum ramah. (dar)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)