Tersinggung di Arena Pameran --
Oknum TNI Keroyok Anggota Denpom dan Polisi
Gianyar (Bali Post) -
Gara-gara ditegur petugas di pintu masuk Pameran Pasar
Raya di Terminal Kebo Iwa, Gianyar, Kamis (29/9) pukul
20.00, puluhan oknum anggota TNI dari Denzipur Gianyar
mengeroyok anggota polisi yang bertugas di sekitar
lokasi pameran. Bahkan, salah satu anggota Denpom IX-3
Denpasar juga menjadi sasaran. Akhirnya pameran yang
merupakan pameran dagang tiba-tiba berubah menjadi ajang
berantem oknum aparat tersebut.
Dari Informasi di TKP, sebelum kejadian sekitar pukul
20.00, tujuh orang pemuda berambut cepak datang
berkunjung ke lokasi Pameran Pasar Raya Gianyar.
Beberapa di antaranya telah melewati petugas pintu masuk.
Sedangkan beberapa lagi masih di depan pintu dan sempat
ditegur petugas pintu masuk bernama Yuliadi alias Benjol
karena tidak memiliki tiket masuk. Karena ditegur,
beberapa di antaranya tersinggung dan akhirnya memicu
pengeroyokan.
Saat kejadian berlangsung itulah, anggota Denpom IX-3
Denpasar, Serma I Wayan Eka Suda melintas di dekat pintu
masuk. Melihat kejadian tersebut, Suda kemudian menegur
para pemuda berambut cepak itu. Namun mereka malah
melayangkan pukulan kepada Eka Suda.
Melihat kejadian tersebut, sejumlah petugas polisi ingin
melerai keributan itu. Namun mereka pun kemudian menjadi
sasaran. Situasi kian kacau, karena datang sekitar 25
orang dengan ciri rambut cepak. Melihat hal itu, Eka
Suda yang asal Lingkungan Kelod Kauh, Abianbase, Gianyar
itu, secepatnya menghindar dari arena tersebut.
Petugas polisi yang melerai justru menjadi bulan-bulanan.
Akibatnya, dua orang anggota masyarakat mengalami
luka-luka, sementara 12 orang polisi juga mengalami
luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Untung anggota polisi yang lainnya cepat diselamatkan
oleh temannya sesama polisi yang berpakaian preman.
Puluhan oknum tersebut akhirnya menghilang dari tempat
kejadian setelah seorang pecalang mengancam akan
membunyikan kulkul bulus.
Terkait kejadian ini, Pahumas Polres Gianyar AKP A.A.
Anom Putra seizin Kapolres AKBP Drs. I Dewa Putu Anom,
S.H. saat dihubungi Jumat (30/9) kemarin, membenarkan
adanya insiden tersebut. Beberapa polisi yang menjadi
korban dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Sanjiwani,
Gianyar. Bahkan, sampai siang kemarin, seorang masih
tergolek lemah di rumah sakit. ''Seluruh tubuh dan
wajahnya babak belur akibat dikeroyok oknum Denzipur,''
jelasnya.
Barang Bukti
Mengenai pelakunya, pihak Polres mengaku belum tahu
identitasnya. ''Kami tidak tahu identitas lengkap mereka,
akan tetapi sejumlah barang bukti sudah kami kumpulkan,''
ujar Anom Putra. Barang bukti yang ditemukan antara
lain, sebuah mainan kalung dari stainless steel
bergambar baret dan sangkur serta bertuliskan ''Keluarga
Besar Zeni Tempur 9''. Sebuah pecahan helm dinas Polri
warna cokelat-silver dan sebuah patahan tongkat T Polri
warna hitam. ''Temuan dan hasil penyidikan polisi telah
kami serahkan ke Denpom untuk selanjutnya pihak
Denpom-lah yang mengungkap siapa pelakunya,'' ujar Anom
Putra.
Akibat peristiwa itu, menurut Anom Putra, sejumlah
pejabat TNI, seperti DanDenpom dan DanPomdam sudah
datang ke Polres Gianyar. Para pejabat TNI tersebut juga
menjenguk para korban di rumah sakit.
Sementara itu, Komadan Denzipur Gianyar, Mayor CZI Rudy
WD, ketika dimintai konfirmasi, meminta wartawan untuk
menghubungi Kapendam IX/Udayana, Lelkol IB Gaga Ardana.
''Mohon maaf, sesuai perintah pimpinan kami, informasi
hanya dari satu pintu. Silakan rekan-rekan wartawan
menghubungi Bapak Kapendam,'' ujar Rudy dengan senyum
ramah. (dar)