Kembalikan
Kejayaan
Badung
Ketertinggalan
Badung
PEMBACA
yang budiman,
topik
bahasan kita
mengenai
penertiban PKL
kita
sudahi.
Topik
berikutnya
tentang
ketertinggalan Badung.
Rendahnya
alokasi
dana
untuk program
dan
kegiatan fisik
pembangunan
di
Badung dinilai
akan
menjadikan kabupaten
ini
makin sulit
mengejar
ketertinggalannya,
termasuk
penuntasan
sejumlah
proyek yang
kini
nyaris terbengkalai.
Dalam RAPBD 2005
di mana
pendapatan total yang
direncanakan
Rp 528
milyar lebih,
hanya
Rp 93 milyar yang
dipakai
untuk program dan
proyek
pembangunan.
Selebihnya
hanya
untuk pembiayaan
rutin
dan sejumlah
kegiatan yang
dinilai
tak memberikan
perubahan
kemajuan
secara
signifikan.
Kelemahan
dalam
menata anggaran
untuk
kegiatan bukan
saja
terlihat dari
belum
tercerminnya sisi
efisiensi,
juga
banyak penggunaan
dana
yang sifatnya
seperti lipstick
untuk
kelihatan tampil
cantik.
Ini tercermin
banyak
penggunaan dana
untuk rehab
ringan
gedung, mempercantik
ruang
kerja
serta
uang
untuk minum
dan
sejenisnya.
Kondisi
tersebut
masih
diperparah dengan
kemungkinan
terjadinya
kebocoran
di pos-pos
perusahaan
daerah.
Oleh
karena
itu, diperlukan
langkah
pengawasan yang diimbangi
terobosan
untuk
peningkatan pendapatan,
guna
menghindari defisit
anggaran
dan
meningkatkan PAD.
Defisit
anggaran
dikabarkan
mencapai
puluhan
milyar.
Sementara
fasilitas
jalan,
pendidikan, pelayanan
kesehatan
perlu
mendapat perhatian
serius.
Sektor
pertanian
dalam
arti luas
juga
mesti diberi
porsi
anggaran lebih
besar
mengingat sebagian
besar
rakyat masih
berkutat
dengan
pertanian.
Pembaca
budiman,
apakah
Anda mempunyai
pemikiran
soal problem yang
dihadapi
Kabupaten
Badung,
dan mempunyai
pemikiran
untuk
menanggulangi berbagai
permasalahan yang
ada?
Kami
menanti partisipasi
Anda
dan silakan
sampaikan
ke
Redaksi Bali Post Jl.
Kepundung 67
A
Denpasar, kode pos
80232, sertakan
fotokopi
identitas yang
masih
berlaku.
Kami
tunggu
hingga 31 Januari
2005. Bisa
juga
mengirim melalui
E-mail: balipost@indo.net.id
dengan
identitas jelas.