kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 31 Januari 2005

 Mancanegara


Kerusuhan
Sektarian Ancam Pakistan Selatan  

Karachi -
Dua
pengendara sepeda motor menembak ilmuwan Sunni, Maulana Haroon Al-Qasmi dan pengawalnya hingga tewas. Pembunuah itu memicu kerushan sektarian di Pakistan Selatan, Minggu (30/1) kemarin.

"Maulana Haroon Al-Qasmi dan pengawalnya tewas dalam kejadian itu," kata kepala polisi Tariq Jamil.

Lusinan pemuda Sunni mengamuk setelah mendengar peristiwa itu. Massa membakar pos polisi, toko dan ban-ban di jalanan. "Kami menerima laporan tentang aksi kerusahan setelah pembunuhan itu. Situasinya kini bisa dikuasai," lanjut Jamil. Pasukan keamanan disebar di seluruh penjuru kota Karachi untuk mengendalikan situasi.

Qasmi dan pengawalnya meninggalkan masjid di Jalan Tariq sebelum ditembak pengendara sepeda motor. Keduanya meninggal di rumah sakit. Menurut Qari Mohammad Shafiq, juru bicara kelompok militan Sunni Sipah-e-Sahaba Pakistan (SSP)Qasmi merupakan salah satu anggota mereka. "Setahun lalu orang tua Qasmi, Maulana Ishaq Al-Qasmi juga ditembak di lokasi yang sama hingga tewas," tambah Shafiq.

Presiden Pervez Musharraf melarang SSP pada Januari 2002. Namun organisasi itu kemudian menjelma menjadi Millat-e-Islamia. Pemimpin SSP Maulana Azam Tariq, yang juga anggota parlemen, tewas ditembak di Islamabad pada Oktober 2003.

Pembunuhan terhadap ilmuwan Sunni memunculkan kekhawatiran akan terjadinya perang sektarian. "Ini konspirasi untuk emmicu bentrokan sektarian di kota ini," kata Allama Hasan Turabi, ulama Shiah.

Konflik Sunni-Shiah yang melibatkan kelompok militan menewaskan lebih dari 4 ribu jiwa sejak 1980-an. Populasi warga Shiah hanya 20 persen dari total 150 juta warga Pakistan.

 

Menara Listrik

 

 

Di Quetta pemberontak merubuhkan 4 menara listrik dengan tembakan roket. Aksi itu menyebakan padamnya aliran listrik di barat daya Pakistan di propinsi Baluchistan. "Empat menara yang menghubungkan jalur pembangkit utama diledakkan dan telah disabotase pada Sabtu malam. Hal itu menyebabkan terhentinya suplai listrik di seluruh propinsi," kata pemimpin Perusahaan Listrik Quetta Brigadir Tassaduq Hussain Shah kepada wartawan, Minggu (30/1) kemarin.

Para pemberontak meledakkan jaringan listrik di distrik Nasirabad, 240 kilometer sebelah Tengara propinsi utama Quetta. Perbaikan empat menara ini akan memakan waktu sedikitnya 12 hari.

Kelompok nasionalis yang kurang dikenal, Pasukan Pembebasan Baluch mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka juga telah menyerang jalur kereta api dan dicurigai memiliki hubungan dengan pemberontak yang merusak pabrik gas di awal bulan ini.

Itu merupakan serangan kedua pada jalur listrik dalam 10 hari terakhir. Sebelumnya para pemberontak meledakkan dua menara lain di Rakhni, 280 kilometer sebelah Timur Quetta.

Pihak pemerintah menemukan dan memindahkan satu kilogram bom yang dilengkapi pengatur waktu di garnisun Quetta pada Minggu kemarin, kata kepala polisi Pervez Rafi Bhatti.

Pemberontak juga melemparkan sebuah granat tangan di kebun itu pada Minngu pagi. Tidak ada korban jiwa maupun materi akibat insiden tersebut. 

Sebuah ledakan merusak sebuah truk tanki yang membawa suplai minyak kepada pasukan AS di Afganistan. Insiden tersebut terjadi di Kuchlak, 15 kilometer dari Quetta lewat perbatasan Afganistan. Truk tanki tersebut tidak terbakar dan pengemudinya juga dalam keadaan selamat.

Baluchistan yang menjadi perbatasan antara Afganistan dan Iran, menjadi tempat yang cukup berbahaya akibat penyerangan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Sementera itu perlengkapan, di negara yang memiliki ladang gas terbesar di dunia ini, telah dirusak oleh serangan roket di awal bulan ini.

Kekacauan di Sui itu dimulai setelah seorang dokter wanita yang bekerja di ladang gas diduga diperkosa oleh satuan keamanan di tempat itu. Polisi mengatakan mereka telah menangkap tiga staf keamanan karena dugaan tersebut.

Sejak penyerangan pada 8 Januari di ladang gas yang berada di Sui, propinsi yang banyak memiliki sumber alam itu terus dihantui oleh aksi serupa. beberapa serangan terjadi di jalur kereta api dan peledakan juga terjadi di banyak tempat. Polisi menyalahkan grup nasionalis Baluch yang berada di belakang semua tindak kriminal tersebut.

Grup nasionalis itu telah lama meminta untuk dibukanya lebih banyak kesempatan kerja dan memberikan royalti dari sumber gas alam yang dihasilkan pada propinsi tersebut. Mereka juga menuduh pihak pemerintah mengabaikan hak-hak yang seharusnya menjadi milik masyarakat Baluch. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)