Seorang
Warga
Datah di
Aceh
belum Ditemukan
SUDAH
sebulan
lebih, sejak
bencana
gempa bumi
dan tsunami yang
melanda
Aceh, Baraka I
Gede
Budiarta alias Gede
Soplo (24)
belum
diketahui nasibnya.
Keluarga
bujangan
asal
Banjar Lebah,
Datah,
Abang, Karangasem
itu
mengaku sempat
melihatnya
dalam
tayangan TV pada
29-30 Desember 2004
pukul 13.30
wita
bersama penduduk
setempat
dievakuasi
dengan
helikopter.
Namun,
sampai
kini keberadaannya
belum
diketahui.
Ibunya,
Putu
Abian terus
meratapi
keberadaan
putra
itu.
I
Gede
Putu Abian (45), ayah
Budiarta,
saat
ditemuinya di
rumahnya,
di
Datah, Minggu (30/1)
sore kemarin
mengatakan
putra
pertama dari
tiga
anaknya, sudah
tiga kali
dikirim
ke Aceh
dan
sekali ke
Ambon
oleh kesatuannya.
Di
kesatuannya,
tutur
ayahnya, Budiarta
termasuk
prajurit yang
rajin
dan pemberani.
Sehingga
tidak
aneh kemudian
dia
begitu disayang
komandannya.
Saat
kontak senjata
tak
pernah takut,
selalu
berada
di
depan.
Karena
disiplin,
pemuda
kelahiran 1981 itu
dipercaya
dan
diandalkan komandannya.
''Dari satu
kompi II
Brimob
Pelopor Kelapa
Dua Jakarta
Pelopor
Kompi Batalion B
Resimen 3, 14
orang--termasuk
tiga
asal
Bali--
belum
diketahui nasibnya
termasuk
komandannya.
Sementara
tujuh
lainnya
tewas dan
mayatnya
ditemukan
bersebelahan,''
kata
Abian.
Petani
itu
mengatakan masih
dua
orang anggota
Brimob
dari Bali--di
kesatuan
itu--yang
belum
diketahui nasibnya.
Selain
Budiarta, juga
rekannya
dari
Jembrana dan
Tabanan.
''Beberapa
hari
lalu, teman se-kompi
Gede yang
selamat
dari Subagan
datang
membawakan gajinya.
Gusti,
teman
Budiarta dari
Subagan
itu minta
kami
tabah dan
tetap
mendoakannya, karena
sampai
kini belum
diketahui
keberadaannya.
Kami
sudah
tanyakan kepada
jro
balian (orang
pintar),
dikatakan
dia
masih ada
di Aceh,''
paparnya.
Budiarta,
cucu
Klian Banjar
Lebah I
Nyoman Renteg
itu, di
kalangan
keluarganya
dikenal
rajin.
Saat
pulang
kampung, karena
cuti
misalnya, dia
biasa
membantu menyabit
rumput
untuk pakan
sapi.
Dia
juga
telah membeli
berbagai
barang
rumah tangga
dengan
gajinya sendiri.
Hal itu
untuk
keperluannya menikah
nanti.
Saat
bertugas
ke Aceh
ketigakalinya
itu,
dia baru
sekitar
dua minggu
tiba di
Aceh.
Bersama
kompinya,
dia
bertugas dalam
operasi
pemulihan keamanan
di
Kecamatan Loknga,
Aceh
Besar. ''Empat
pemuda
asal Datah yang
menjadi TNI
dan
bertugas di
Aceh,
selamat. Soalnya,
saat
bencana Minggu
(26/12) lalu yang
merenggut
ratusan
ribu korban
tewas
di NAD
itu, mereka
tengah
bertugas di
pegunungan,''
tutur
Abian.
Dia
berharap
anaknya
masih hidup.
''Kami
berharap rekan
atau
siapa saja yang
mengetahui
keberadaan
anak
kami, bisa
menyampaikan
ke
kesatuannya atau
langsung
kepada
kami di
Datah,''
harapnya.
(bud)