kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 31 Januari 2005

 Bali


Seorang
Warga Datah di Aceh belum Ditemukan 

SUDAH sebulan lebih, sejak bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh, Baraka I Gede Budiarta alias Gede Soplo (24) belum diketahui nasibnya.

Keluarga bujangan asal Banjar Lebah, Datah, Abang, Karangasem itu mengaku sempat melihatnya dalam tayangan TV pada 29-30 Desember 2004 pukul 13.30 wita bersama penduduk setempat dievakuasi dengan helikopter. Namun, sampai kini keberadaannya belum diketahui. Ibunya, Putu Abian terus meratapi keberadaan putra itu.

I Gede Putu Abian (45), ayah Budiarta, saat ditemuinya di rumahnya, di Datah, Minggu (30/1) sore kemarin mengatakan putra pertama dari tiga anaknya, sudah tiga kali dikirim ke Aceh dan sekali ke Ambon oleh kesatuannya.

Di kesatuannya, tutur ayahnya, Budiarta termasuk prajurit yang rajin dan pemberani. Sehingga tidak aneh kemudian dia begitu disayang komandannya. Saat kontak senjata tak pernah takut, selalu berada di depan. Karena disiplin, pemuda kelahiran 1981 itu dipercaya dan diandalkan komandannya. ''Dari satu kompi II Brimob Pelopor Kelapa Dua Jakarta Pelopor Kompi Batalion B Resimen 3, 14 orang--termasuk tiga asal Bali-- belum diketahui nasibnya termasuk komandannya. Sementara tujuh lainnya tewas dan mayatnya ditemukan bersebelahan,'' kata Abian.

Petani itu mengatakan masih dua orang anggota Brimob dari Bali--di kesatuan itu--yang belum diketahui nasibnya. Selain Budiarta, juga rekannya dari Jembrana dan Tabanan. ''Beberapa hari lalu, teman se-kompi Gede yang selamat dari Subagan datang membawakan gajinya. Gusti, teman Budiarta dari Subagan itu minta kami tabah dan tetap mendoakannya, karena sampai kini belum diketahui keberadaannya. Kami sudah tanyakan kepada jro balian (orang pintar), dikatakan dia masih ada di Aceh,'' paparnya.

Budiarta, cucu Klian Banjar Lebah I Nyoman Renteg itu, di kalangan keluarganya dikenal rajin. Saat pulang kampung, karena cuti misalnya, dia biasa membantu menyabit rumput untuk pakan sapi. Dia juga telah membeli berbagai barang rumah tangga dengan gajinya sendiri. Hal itu untuk keperluannya menikah nanti.

Saat bertugas ke Aceh ketigakalinya itu, dia baru sekitar dua minggu tiba di Aceh. Bersama kompinya, dia bertugas dalam operasi pemulihan keamanan di Kecamatan Loknga, Aceh Besar. ''Empat pemuda asal Datah yang menjadi TNI dan bertugas di Aceh, selamat. Soalnya, saat bencana Minggu (26/12) lalu yang merenggut ratusan ribu korban tewas di NAD itu, mereka tengah bertugas di pegunungan,'' tutur Abian.

Dia berharap anaknya masih hidup.

''Kami berharap rekan atau siapa saja yang mengetahui keberadaan anak kami, bisa menyampaikan ke kesatuannya atau langsung kepada kami di Datah,'' harapnya. (bud)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)