AMND Lahir
Ingin
Kritisi Pemerintah
Denpasar
(Bali Post) -
Angkatan
Muda
Nasionalis Demokrasi
(AMND) merupakan LSM,
independen, modern,
terbuka
dan tidak
ada
kaitan dengan
partai
mana pun.
Soal
nama yang ''menyerempet''
partai,
hanya kebetulan.
Demikian
Ketua
Dewan Pimpinan
Daerah AMND Bali yang
baru
dilantik, I Gusti
Gede
Djestawana, SKM.,
M.Kes.
mengenai
kaitan AMND
dengan
Partai Demokrat.
Ia
tegas
mengatakan lembaga
ini
didirikan untuk
memperjuangkan
nasionalisme
dan
demokrasi dalam
masyarakat.
"Kami
mengkritisi
pemerintah,
tetapi
tidak menyokong,"
tegasnya.
Djestawana
juga
membantah lambang
AMND sama
dengan
lambang Partai
Demokrat.
"AMND
lambangnya bintang
lima,
Pancasila
sementara
Partai
Demokrat
kan
pakai
bintang tiga,"
jelasnya.
Hal ini
dikatakan dalam
acara
Deklarasi dan
Pelantikan
Dewan
Pimpinan Daerah AMND
Bali periode 2005-2010,
Sabtu (29/1)
di Inna Bali Hotel.
Menurut
Djestawana, persiapan
kepengurusan AMND Bali
telah
dilakukan sejak 28
Oktober
lalu.
Program kerja
pertama
mereka dalam
tiga
bulan mendatang
adalah
membentuk anak
cabang (DPC)
di tiap
kabupaten
dan
nantinya membuat
beberapa
kegiatan yang
menyentuh
masyarakat.
Djestawana
menambahkan,
anggota AMND
mempunyai
jati
diri religius,
nasionalis
dan
demokratis.
Mengenai
biaya
operasional lembaga
ini
ia
mengakui
mendapatkannya
dari
sumbangan anggota
dan
simpatisan. Mengenai
program kerja 100
hari
pemerintahan SBY,
ia
berkomentar
waktu 100
hari
tidak cukup
untuk
bisa tuntas
mengerjakan
tugas
pemerintahan. "Saya
belum
bisa mengkritisi,"
ujarnya.
(ari)