kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 31 Januari 2005

 Bali


AMND Lahir Ingin Kritisi Pemerintah
 

Denpasar (Bali Post) -
Angkatan
Muda Nasionalis Demokrasi (AMND) merupakan LSM, independen, modern, terbuka dan tidak ada kaitan dengan partai mana pun. Soal nama yang ''menyerempet'' partai, hanya kebetulan. Demikian Ketua Dewan Pimpinan Daerah AMND Bali yang baru dilantik, I Gusti Gede Djestawana, SKM., M.Kes. mengenai kaitan AMND dengan Partai Demokrat. Ia tegas mengatakan lembaga ini didirikan untuk memperjuangkan nasionalisme dan demokrasi dalam masyarakat. "Kami mengkritisi pemerintah, tetapi tidak menyokong," tegasnya. Djestawana juga membantah lambang AMND sama dengan lambang Partai Demokrat. "AMND lambangnya bintang lima, Pancasila sementara Partai Demokrat kan pakai bintang tiga," jelasnya.

Hal ini dikatakan dalam acara Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah AMND Bali periode 2005-2010, Sabtu (29/1) di Inna Bali Hotel. Menurut Djestawana, persiapan kepengurusan AMND Bali telah dilakukan sejak 28 Oktober lalu. Program kerja pertama mereka dalam tiga bulan mendatang adalah membentuk anak cabang (DPC) di tiap kabupaten dan nantinya membuat beberapa kegiatan yang menyentuh masyarakat.

Djestawana menambahkan, anggota AMND mempunyai jati diri religius, nasionalis dan demokratis. Mengenai biaya operasional lembaga ini ia mengakui mendapatkannya dari sumbangan anggota dan simpatisan. Mengenai program kerja 100 hari pemerintahan SBY, ia berkomentar waktu 100 hari tidak cukup untuk bisa tuntas mengerjakan tugas pemerintahan. "Saya belum bisa mengkritisi," ujarnya. (ari)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)