Mutasi
di
Tabanan Dinilai
tak
Lazim
* Plt.
Bupati
sebaiknya dari
Propinsi
Denpasar
(Bali Post) -
Mutasi
mendadak
dilakukan
Bupati
Tabanan N. Adi
Wiryatama
terhadap
pejabat
eselon II dan III,
Sabtu (29/1)
dinilai
tak lazim.
Masalahnya
kegiatan
dilakukan
pada
hari libur,
bahkan
mengundang pejabat
untuk
menyaksikan pelantikan
lewat
telepon pada
pukul 03.00
dini
hari. ''Ini
benar-benar
tak
lazim dan
sangat
kental nuansa
politiknya,''
papar
Ketua Fraksi PDI-P
DPRD Bali I Made Arimbawa,
S.H., Minggu (30/1)
kemarin.
Ia
juga
menyayangkan adanya
pencopotan
Sekda IGM
Purnayasa yang
tak
mengetahui akan
diganti.
Mestinya
ia
tahu
soal mutasi,
karena
statusnya selaku
Ketua
Bapperjakat. ''DPRD
kan
yang justru
mencak-mencak
dan
kaget akan
keputusan
Bupati
Adi Wiryatama yang
dilakukan
pada
detik-detik akhir
jabatannya,''
katanya
heran.
Dengan
kentalnya
nuansa
politis pencopotan
Sekda, Made
Arimbawa
berharap
Gubernur Bali
mempertimbangkan
secara
seksama penunjukan
plt.
penjabat
Bupati
Tabanan demi
menjunjung
asas
netralitas. ''Situasi
politik
di Badung
dan
Denpasar amat
berbeda
dengan Tabanan,''
katanya.
Untuk
itu dia
menyarankan agar
Plt.
Bupati Tabanan
ditunjuk
dari
Pemprop Bali sebagaimana
penunjukan yang
sama
untuk
Plt. Bupati
Karangasem.
Takut
Bersaing
Pencopotan
Sekda IGM
Purnayasa
secara
mendadak tersebut,
kata
Arimbawa,
makin
menguatkan
kesan
adanya ketakutan
bersaing
dengan
Purnayasa yang juga
maju
sebagai calon
wakil
bupati. ''Kalau
tak ada
kesan
seperti itu
kenapa
mesti tergesa-gesa
seperti
itu,'' katanya.
Sebagai
sesama
pejabat, apakah
tidak
bisa dibicarakan
dari
hati ke
hati
sehingga lahir
sebuah
keputusan yang bijak.
Misalnya
dibuka
komunikasi yang baik
dan
penggantian dilakukan
dengan
landasan yang amat
bijak
sehingga tak
memunculkan
kesan yang
bisa
menjadi bumerang
bagi
pejabat yang mengambil
keputusan
tersebut.
Dengan
cara-cara bijak
pada
akhirnya tak
akan
muncul
kesan pertimbangan
politis
sebagai hal yang
utama
untuk memutuskan
pencopotan.
Kesan
politis
itu juga
dilihat
dari posisi
Sekkab yang
sesuai
aturan memang
amatlah
wajar ditunjuk
sebagai
plt.
bupati
sebagaimana
dilakukan
di
Badung dan
Denpasar.
Mantan
Ketua DPRD
Tabanan yang
juga
calon Bupati
Tabanan
ini, mengaku
tak
akan
menyerah
dengan
tantangan ini
kendati
pasangan calon
wakil
bupatinya IGM Purnayasa
''dibantai''. ''Kami
tak
akan
menyerah
menghadapinya,
malah
akan membangkitkan
semangat yang solid,
pantang
mundur menghadapi
banyak
tantangan ke
depan,''
ujarnya
lugas. (029)