kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 31 Januari 2005

 Bali


Mutasi
di Tabanan Dinilai tak Lazim
* Plt. Bupati sebaiknya dari Propinsi
 

Denpasar (Bali Post) -
Mutasi
mendadak dilakukan Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama terhadap pejabat eselon II dan III, Sabtu (29/1) dinilai tak lazim. Masalahnya kegiatan dilakukan pada hari libur, bahkan mengundang pejabat untuk menyaksikan pelantikan lewat telepon pada pukul 03.00 dini hari. ''Ini benar-benar tak lazim dan sangat kental nuansa politiknya,'' papar Ketua Fraksi PDI-P DPRD Bali I Made Arimbawa, S.H., Minggu (30/1) kemarin.

Ia juga menyayangkan adanya pencopotan Sekda IGM Purnayasa yang tak mengetahui akan diganti. Mestinya ia tahu soal mutasi, karena statusnya selaku Ketua Bapperjakat. ''DPRD kan yang justru mencak-mencak dan kaget akan keputusan Bupati Adi Wiryatama yang dilakukan pada detik-detik akhir jabatannya,'' katanya heran.

Dengan kentalnya nuansa politis pencopotan Sekda, Made Arimbawa berharap Gubernur Bali mempertimbangkan secara seksama penunjukan plt. penjabat Bupati Tabanan demi menjunjung asas netralitas. ''Situasi politik di Badung dan Denpasar amat berbeda dengan Tabanan,'' katanya. Untuk itu dia menyarankan agar Plt. Bupati Tabanan ditunjuk dari Pemprop Bali sebagaimana penunjukan yang sama untuk Plt. Bupati Karangasem

Takut Bersaing 

Pencopotan Sekda IGM Purnayasa secara mendadak tersebut, kata Arimbawa, makin menguatkan kesan adanya ketakutan bersaing dengan Purnayasa yang juga maju sebagai calon wakil bupati. ''Kalau tak ada kesan seperti itu kenapa mesti tergesa-gesa seperti itu,'' katanya. Sebagai sesama pejabat, apakah tidak bisa dibicarakan dari hati ke hati sehingga lahir sebuah keputusan yang bijak. Misalnya dibuka komunikasi yang baik dan penggantian dilakukan dengan landasan yang amat bijak sehingga tak memunculkan kesan yang bisa menjadi bumerang bagi pejabat yang mengambil keputusan tersebut. Dengan cara-cara bijak pada akhirnya tak akan muncul kesan pertimbangan politis sebagai hal yang utama untuk memutuskan pencopotan. Kesan politis itu juga dilihat dari posisi Sekkab yang sesuai aturan memang amatlah wajar ditunjuk sebagai plt. bupati sebagaimana dilakukan di Badung dan Denpasar.

Mantan Ketua DPRD Tabanan yang juga calon Bupati Tabanan ini, mengaku tak akan menyerah dengan tantangan ini kendati pasangan calon wakil bupatinya IGM Purnayasa ''dibantai''. ''Kami tak akan menyerah menghadapinya, malah akan membangkitkan semangat yang solid, pantang mundur menghadapi banyak tantangan ke depan,'' ujarnya lugas. (029)

           

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)