kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 31 Januari 2005

 Bali


Ketika
Murid Diajak Bicara Reproduksi 

LUCU, santai dan banyak tertawa. Begitulah suasana pagi itu di SDN 2 Panjer, Sabtu (29/1) lalu. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) bertandang ke sekolah itu untuk memberikan ceramah Kesehatan Reproduksi untuk Siswa Sekolah Dasar. Kegiatan ini serangkaian HUT ke-47 PKBI pada 23 Desember lalu. 

Ceramah kesehatan reproduksi menyasar siswa SD 2, 4, dan 5 Panjer. Selama ini untuk pra-remaja PKBI memberikan ceramah tentang cacingan dan sebagainya. Ceramah kesehatan reproduksi merupakan pilot project untuk kegiatan berikutnya. Demikian ujar I Ketut Sukanata, Dirpelda PKBI Bali. Penceramah dr. I Made Okanegara melakukan pendekatan gambar dalam menerangkan kesehatan reproduksi. Dia memulai penjelasannya dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak. Kemudian siswa SD disuruh membuat gambar anatomi tubuh manusia tanpa busana. Tujuannya agar anak-anak itu mengenal dan mengetahui alat reproduksinya. Ternyata tidak semua anak menggambar dengan sempurna. Beberapa masih malu-malu ''menyertakan'' gambar alat kelaminnya. Mereka juga tertawa ketika perbincangan membahas organ reproduksi. Okanegara juga mengingatkan anak-anak yang sudah menstruasi bahwa mereka bisa hamil dan laki-laki bisa menghamili.

Masalah kesehatan reproduksi dianggap perlu diketahui masyarakat, khususnya anak-anak. Terlebih belakangan ini terjadi kasus dugaan pelecehan seksual/pencabulan yang dilakukan oknum guru SD di Karangasem. Anak-anak tidak selamanya "aman" dari lingkungan sekitar yang harusnya melindungi dia. Bahaya pelecehan seksual, prostitusi, paedofilia, incest mengintai tiap saat. Mengetahui seksualitas dan kesehatan reproduksi mungkin bisa jadi satu jawaban supaya anak-anak dapat menolak dan berani melaporkan tindakan pencabulan yang menimpa mereka.

Menurut Sukanata, sejak dini anak-anak perlu diajari mengenal organ reproduksinya dan mengetahui seksualitas secara benar. Ditambahkan, anak-anak perlu jujur bicara tentang seksualitas dan reproduksi. Selama ini orangtua juga menganggap seksualitas hal tabu untuk dibicarakan dalam keluarga. Sehingga menyebutkan nama alat kelamin saja anak-anak sudah malu. Seksualitas selalu dikonotasikan sebagai aktivitas hubungan badan. Sukanata mengatakan, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bisa membuat anak-anak lebih tenang. Apalagi jika orangtua paham, memberi penjelasan yang benar tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi.

Ceramah berlangsung hingga siang hari. Anak-anak tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan koordinator remaja Kisara PKBI ini. Mereka juga cukup jeli mengajukan pertanyaan seputar reproduksi seperti bagaimana mencegah kehamilan, menstruasi dan penyebab terjadinya pencabulan. (ari)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)