Tiga PR Penerima Medali ''
Bali
Travel News''
* Ni Made
Indah Melindasari, Julita Candra, dan Cok. Istri Indratni
Mulyati Prawitasari
Tiap
tahun, tabloid pariwisata Bali Travel News memberi penghargaan
kepada public relations (PR) hotel (hospitality and hotelier
industry) di
Bali
. Penyerahan
penghargaan dan pengalungan medali bagi PR berprestasi ini
dilakukan bersamaan dengan Malam Penganugerahan Tri Hita
Karana (THK) Tourism Awards, 22 Desember lalu. Tahun
ini ditetapkan tiga penerima penghargaan masing-masing Ni Made
Indah Melindasari, B.Com. (Bali
Dinasty Resort, Kuta), Julita Candra (Nusa Dua Beach Hotel
& Spa), dan Cok. Istri Indratni Mulyati Prawitasari
(Alam Kulkul Boutique Resort, Legian).
Berikut
cuplikan profil ketiga penerima penghargaan tersebut.
--------------------------
SENANG
dan bangga itu yang dirasakan Ni Made Indah Melindasari saat
ini. Pasalnya, public relations (PR) Bali Dinasty
Resort ini baru saja meraih "Gold Medal" pada
pemilihan PR Simpatik 2004 versi Bali Travel News.
Gadis
berparas ayu ini, sebelumnya tidak pernah menyangka akan
mendapatkan medali emas. Mengingat, pada
pemilihan tahun lalu persaingannya sangat ketat. Ikut
sebagai peserta merupakan suatu tantangan dan kebanggaan
tersendiri baginya. "Medali
ini saya persembahkan untuk kedua orangtua yang telah tulus
ikhlas memberikan support dan dukungan sepanjang zaman,
sehingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini," katanya
sambil tersenyum.
Untuk
mengikuti uji wawasan ini, Indah -- begitu ia
sering disapa, mengaku banyak mendapatkan manfaat. Selain
untuk memperluas pengetahuan dengan sebanyak-banyaknya
mengenai kegiatan PR, secara langsung akan
mengetahui perkembangan dunia pariwisata di
Bali
dan Tri Hita Karana yang merupakan hal penting.
Seperti
yang dituturkan Indah, perjalanan karier menjadi PR di Bali
penuh dengan tantangan. Namun, ia
mengakui semua itu mampu mendidik mental dan menambah
wawasannya di dunia perhotelan. Dikatakannya, menjadi seorang
PR ia merasa ada kebanggaan dan
kebahagiaan tersendiri. Karena banyak
berhubungan dengan pihak-pihak eksternal maupun internal
perusahaan.
"Saya
suka berhubungan dengan banyak orang, sehingga dapat
mempelajari karakter yang berbeda itu. Saya yakin, dari
sini akan tumbuh sisi kedewasaan yang bersumber dari dasar
rasa pengertian dan toleransi kita terhadap setiap insan dari
latar belakang dan karakter yang berbeda," kata Indah
.
Indah
memang kreatif dan selalu serius. Seluruh
waktunya dihabiskan dengan bekerja di hotel. Kadang
setelah jam kerja, ia juga tetap
ngumpul-ngumpul dengan teman-teman kerja dari department lain,
bergabung dalam perkumpulan PR di Bali atau dengan rekan-rekan
perhotelan serta perusahaan. Menurut Indah, ini sangat berguna
untuk tukar informasi di dunia pariwisata
Bali
. "Seorang PR memang harus dituntut
smart dan up to date dengan segala informasi baik yang ada di
dalam maupun luar lingkup perusahaan. Makanya
ia terus memperluas pengetahuan dan wawasan dengan membaca,
mengikuti berita-berita dari media elektronik dan aktif
mengikuti seminar-seminar," jelasnya.
Pemilik
moto "work smart, work hard" ini menjelaskan, untuk
tahun 2005 ini, ia ingin kembali "lahir" dengan
semangat baru yang lebih bagus dan tentunya dengan cara harus
kerja keras. Sebagai pekerja, Indah tetap
menjaga fisik agar tetap sehat. Untuk itu ia
melakukan tidur yang cukup, minum air putih, banyak konsumsi
buah-buahan dan sayuran, rajin olah raga dan meditasi (penenangan
diri). Kalau untuk perawatan wajah?
"Seorang PR memang dituntut tampil
menarik dan terawat. Jadi ia
harus menjaga penampilan dengan cara rajin olah raga,
membersihkan muka setiap habis bepergian, merawat diri ke
salon seperti facial, creambath, bahkan mandi lulur.
Indah
sendiri berpendapat, remaja
Bali
saat ini sangat kreatif, dinamis dan
memiliki mobilitas yang tinggi. Kecenderungan
untuk bersaing dan berusaha menjadi orang baik telah
ditanamkan sejak dini. Mereka
begitu bersemangat untuk belajar dan meraih prestasi. "Sekarang
banyak remaja
Bali
yang berprestasi di segala bidang hingga
sampai ke taraf domestik dan internasional. Tentu
saja ini adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi kita
semua masyarakat
Bali
," katanya.
Sebagai
PR, menurutnya, ada banyak hal yang dapat diusahakan untuk
menjaga pariwisata
Bali
. Salah satunya dengan menjadi bagian dari
beberapa perkumpulan atau asosiasi seperti Himpunan Humas
Perhotelan Bali (HHPB). Ditambahkannya,
selain itu, dalam menjaga dan memelihara objek-objek wisata
yang ada di
Bali
merupakan tanggung jawab kita semua.
"Karena itulah tugas saya sebagai PR adalah menjembatani
komunikasi atara pihak-pihak yang terkait dengan pariwisata
Bali," tekad dara yang pernah belajar di Curtin
University of Technology-Perth, Western Australia (Majoring
Public Relations & Tourism Management), Certificate of
Foundation at Curtin University of Technology-Perth, Western
Australia dan Certificate of ELICOS at Tuart College-Perth,
Western Australia ini.
Sebelum
menjadi PR Coordinator di Bali Dinasty Resort Kuta, Indah
telah memulai kariernya sebagai PR dalam "Job Training
Program in Sales Department as Public Relations" di
Senggigi Beach Hotel NTB, dosen (tutor) Program "Public
Relations Senior" di LP3I (Lembaga dan Pengembangan
Profesi Indonesia)-NTB dan Public Relations & Marketing
Executive (part time) di PT Lombok Nuansa Televisi Nusa
Tenggara (LBTV)-NTB dari March 2002-February 2004.
Indah
juga pernah menjadi TV Presenter for Special Infotainment
& Cultural Program di "Pesona Mandakila" (part
time), TV Presenter for Special Education & Health Program
pada "Dayang Sumbi Live Show", Executive Producer
for Special Program di "LIMA" (Layar Informasi Musik
Anak-Muda", Music Program "Sunday Live Music"
di LBTV-NTB, Radio Announcer for Special Program-Riper Morning
& Evening Show (part time) di PT Radio Rinjani Permai
(RIPER) NTB, Master of Ceremony (MC) for Special
Organization's Event, dan MC-English Translator for
"Welcome Dinner of the 17th Asian Labor Ministers Meeting
(ALMM)" di NTB.
Berkat
pengalaman dan kerja kerasnya, Indah banyak mengumpulkan
prestasi, seperti "22nd December 2004 - Gold Medal for
Public Relations Sympathetic", Anugerah Citra Anjani
(2004), Award for "The Best Presenter" Categorized
by ABG (Akulturasi Budaya Group) NTB (2003), Miss Tourism
(runner up) NTB (1997), Miss Rinjani (first winner) NTB
(1996), Attained 1st Winner for Aerobic Competition Bali-Lombok
(1996), Attained 1st Winner for Aerobic Competition in Lombok
(1996), Attained 1st Winner for Traditional Dance Competition
in Lombok (1996), Miss Favorite Ayu Beautiful Contest
Lombok-NTB (1996), dan Attained 1st Award for Cheerleaders
Competition in Lombok
(1995).
*
* *
CERITA
serupa dituturkan Julita Chandra. Sebelumnya, Marketing
Communications Manager Nusa Dua Beach Hotel & Spa ini
tidak pernah membayangkan akan meraih "Silver Medal"
pada pemilihan PR Simpatik 2004 versi Bali Travel News. Mahasiswi
semester akhir Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar
ini memang memiliki penampilan yang smart dan murah senyum.
"Walaupun bukan medali emas, saya
sangat senang bisa meraih kemenangan. Ini
merupakan prestasi di tahun 2004. Maklum
saja, sebelumnya saya tidak pernah mengikuti kompetisi atau
lomba seperti ini," katanya polos.
Ibu
satu anak -- Christine Carina Chandra -- yang akrab disapa
Julita ini mengaku, menjelang uji wawasan ia
kembali membuka-buka buku yang berhubungan dengan pariwisata.
Di samping itu, ia juga banyak
belajar lewat koran, nonton TV dan melihat peta. Sebagai
orang pariwisata, Julita sadar bahwa semua informasi nasional
atau internasional bisa didapat lewat media. "Uji
wawasan ini merupakan kesempatan saya untuk belajar lagi.
Karena pada dasarnya manusia itu adalah
pelupa. Nah, dengan adanya kegiatan
ini otomatis saya bisa belajar," ujar Julita yang suka
menulis brosur-brosur dan press release ini.
Dengan
lugas wanita kelahiran
Jakarta
ini kemudian mengatakan, sebenarnya ia
bukan berlatar belakang pendidikan public relations (PR).
Namun, dari pengalaman kuliahnya yang selalu aktif
berorganisasi menjadi sekretaris mengantarkan ia
sebagai seorang PR yang cekatan. Julita
mengaku pertama kali sebagai sales secretary di Ramada Bintang
Bali. Kemudian menjadi Secretary to
GM pada PT Coca-Cola, Marketing Agency & Sales Support di
Prudential Banc
Bali
Life Assurance,
Bali
. Pernah sebagai Executive
Secretary di Amanresorts Indonesia, menjadi PR di PT Coca-Cola
Amatil Indonesia, Bali-Nusa dan tahun 2002 bergabung dengan
Nusa Dua Beach Hotel & Spa.
Bertugas
sebagai PR, Julita mengaku sempat pasrah. Pasalnya,
suatu ketika ia dikontrak menjadi
PR,
lima
hari kemudian bom meledak di Kuta. "Bayangkan
saja! Banyak PR diberikan cuti
karena tamu sepi. Bahkan ada juga
yang diciutkan. Melihat kejadian
itu, saya menjadi pasrah. Semuanya
saya serahkan kepada Tuhan. Untung saja atasan saya
mengatakan lain bahwa di zaman krisis ini saya justru mencari
PR," tuturnya.
Istri
Handy Chandra Dinata ini kemudian memaparkan, menjadi PR itu
sangat menyenangkan baginya. Menggeluti pekerjaan ini ia
bisa banyak ketemu dengan orang-orang -- terutama yang
berprofesi sebagai jurnalis. Dengan jurnalis, ia
mengaku banyak mendapatkan masukan untuk mendukung profesinya
ini. Ia mengenal banyak jurnalis dari berbagai belahan dunia,
seperti dari Cina, Australia, Afrika, Amerika, India dan dari
Indonesia sendiri.
Agar
penampilanya tetap menarik, Julita mengaku tetap menjaga
kesehatan dengan cara melakukan
senam sekitar 15 menit dalam satu hari. Selain itu, ia
suka jalan-jalan dan minum air putih.
Lalu
tentang perawatan kecantikan? "Saya
selalu menjaga makanan dan minuman. Saya selalu makan
makanan empat sehat
lima
sempurna. Lebih banyak yang mengandung
protein. Saya lebih suka minum yang
alami, seperti air jahe atau loloh," kata Julita.
Lalu
dengan kesibukan itu, bagaimana kuliah Julita? "Sebetulnya
saya mempunyai utang kepada orangtua. Ya,
karena belum menyelesaikan kuliah. Pernah ada usaha
untuk melanjutkan kuliah, namun karena peraturan mengikuti
kuliah selalu berubah-ubah, juga karena tertinggal bayar
SPP. Kalau ada kesempatan, kuliah akan saya lanjutkan lagi,"
kata Julita yang mempunyai kiat untuk mempromosikan pariwisata
Bali
di luar negeri.
Julita
mengaku sangat senang tinggal di
Bali
, bahkan merasa enjoy saja. Ia
merasakan
Bali
itu istimewa, sehingga tidak terlalu sulit untuk
mempromosikannya. "
Bali
merupakan daerah tujuan wisata yang
dicintai banyak orang, dalam maupun luar negeri. Karena
Bali memiliki budaya dan tradisi unik dan masyarakatnya
terkenal ramah. Untuk itu kita
harus mengenal budaya
Bali
terlebih dahulu sebelum mempromosikannya
ke luar," kata penghobi membaca buku ini.
Julita
melihat, meskipun remaja
Bali
sekarang mengikuti perkembangan zaman, tetapi ia
tetap melihat adat-istiadatnya masih cukup kuat. Julita
optimis kebiasaan itu tidak akan
luntur karena sejak kecil mereka sudah ada dalam tradisi.
Di
sisi lain, Julita sangat
menyayangkan grup kesenian yang pentas di hotel-hotel. Menurutnya,
grup kesenian tradisional ini kebanyakan pentas setengah hati
dan kurang menjiwai. Padahal
seninya sudah bagus, tetapi mereka sekadar menari. "Seharusnya
menari dengan hati, jangan sekadar saja," kritiknya.
*
* *
PERASAAN
senang dan bangga pun menghinggapi Cok. Istri Indratni
Mulyati Prawitasari. Perasaan ini ia
alami ketika namanya disebut sebagai penerima "Bronze
Medal" pada pemilihan PR Simpatik 2004 versi Bali Travel
News. Walau hanya menempati urutan ketiga,
hal itu sudah mampu membuat PR Coordinator Alam Kulkul
Boutique & Spa, Legian ini merasa berbinar. "Saya
tak menyangka dapat gelar terhomat dari Bali Travel News.
Senang sekali rasanya. Terima
kasih saya ucapkan kepada Ida Sang Hyang Widi dan semua pihak
yang mendukung. Terutama Bapak Hery
Andezar yang selalu membimbing saya," katanya dengan
suara kegirangan.
Dara
kelahiran Mataram, 23 Januari 1979, ini sungguh merasa senang
bisa terlibat dalam acara PR Simpatik. Di samping untuk
menguji wawasan di bidang pariwisata, di
sana
ia mengaku banyak mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan
khususnya di bidang pariwisata. Mengikuti
pemilihan ini, pemilik tinggi 168 cm dan berat 50 kg ini
mengaku telah melakukan persiapan yang serius. Buku
yang sudah lama ditinggalkan karena sibuk kerja kembali
dibacanya. Koran, majalah, menonton
TV serta dibantu dari pengalaman kegiatan yang dilakukan di
Alam Kulkul khususnya pengalaman kerja menjadi PR sangat
membantunya untuk mendapatkan prestasi ini. "Saya
juga sangat dibantu dari pengalaman mengikuti program yang
dilakukan Alam Kulkul Boutique & Spa tiap Minggu. Sebuah
kegiatan yang melakukan kesatuan dengan masyarakat, seperti
olah raga bersama dan melakukan penghijauan," tutur dara
yang akrab dipanggil Cok. In ini.
Menurut
Cok. In, menjadi PR merupakan hobinya
sejak kecil. Dengan pekerjaan ini, ia
mengaku bisa berhubungan dengan banyak orang -- baik dengan
media, pemerintah, perusahaan, dan sesama hotel. Dan yang
paling utama, ia merasa banyak
mendapatkan kenalan serta ilmu dari seorang PR. Walaupun
mengaku merasa senang, tetapi Cok. In juga
merasa kesulitan dalam membagi waktunya. Ia
sering merasa kekurangan waktu. Maklum saja, ia
memang gadis yang sangat kreatif. "Selama ini rasanya
enjoy saja. Saya belum pernah merasakan
dukanya. Walaupun kadang
kebingungan dalam membagi waktu. Saya
rasa itu tidak terlalu serius. Setelah
bisa dikerjakan, toh kembali tenang," sambungnya mantap.
Menurut
sulung dari dua bersaudara ini, kunci sukses dalam bekerja
adalah harus ada motivasi, kemauan, dan suka dengan pekerjaan
yang dilakukan. Disiplin, konsekuen,
bertanggung jawab dan bisa menerima saran dan kritik dari
siapa saja. Sibuk berurusan dengan
orang, Cok. In mengaku tidak pernah
merasa bosan apalagi kecapekan. Untuk menjaga kondisi, ia
mengaku sering minum vitamin, berolah raga seminggu dua kali
dan istirahat yang cukup. Lalu untuk membuat wajah ayu nan
cantik ini? "Ya, seperti orang lain. Untuk
perawatan kecantikan wajah, saya melakukan creambath tiap dua
minggu sekali. Juga membersihkan
muka sebulan sekali," akunya polos.
Cok.
In yang selalu lincah dan murah senyum ini,
sebagai PR, ingin sekali menempatkan dirinya sebagai juru
bicara yang dapat memberikan penjelasan dan pengertian kepada
semua orang. Tidak hanya di
lingkungan Alam Kulkul, tetapi juga
Bali
bahkan dunia. Untuk
itu, putri dari pasangan Tjok. Suthendra Rai dan
Ratniah ini selain membaca buku, pada saat libur ia
juga memanfaatkan hari tenang ini dengan rileks. Saat santai ia
juga melakukan sosialisasi dengan teman-teman sekolah dulu. "Ketemu
teman-teman sekolah dulu rasanya sangat terhibur. Dan
yang jelas, kalau off, saya masih bisa bersih-bersih kamar,"
katanya.
Lalu
tentang remaja
Bali
, penghobi olah raga dan jalan-jalan ke
pantai ini melihat remaja
Bali
sudah menunjukkan kemampuan yang cerdas.
Walau mengikuti perkembangan zaman yang
cenderung modern, namun masih tetap melestarikan adat budaya
Bali
. "Dibandingkan
zaman saya dulu, remaja
Bali
sekarang sangat cerdas dan kritis,"
sambungnya.
Uniknya,
di tengah berbaur dengan kehidupan yang glamour, Cok. In
ternyata sangat memperhatikan budaya
Bali
, salah satunya lagu-lagu
Bali
. Penggemar
Widi Widiana ini mengatakan, lagu-lagu
Bali
sekarang ini sudah lebih baik. Bahkan
banyak bermunculan penyanyi-penyanyi baru dengan ciri khasnya
masing-masing yang dapat menambah pilihan untuk pendengar.
"Lagu-lagu sekarang lebih enak
didengar karena masih kental dengan popnya. Saya
suka lagu-lagu
Bali
," katanya.
Dara
kelahiran Mataram (NTB) ini, memiliki latar belakang
pendidikan DIV Hotel Administration, Sekolah Tinggi Pariwisata
(STP) 2001. Pengalaman kerja yang pernah ia lakoni
sebelum bergabung sebagai sales executive di Alam Kulkul
Boutique & Spa Legian antara lain Job Training in The
Concorde Hotel Singapore at Food and Beverage Department,
Management Training in Sheraton Senggigi Beach Resort at Front
Office, The Oberoi Lombok sebagai Guest Assistant, ITB Berlin
with Lombok Tourism Board, Bali and Lombok Holiday Expo, Air
Paradise Lombok Tourism Board, Bali Niksoma sebagai sales
executive, dan Bali Village Road Show to 5 Big Cities in
Australia.
Ngomong-ngomong,
apakah Cok. In sudah punya pacar?
Ia mengaku sudah. Namun, ia
juga mengaku tidak terlalu serius dulu. Ia
masih mengutamakan karier serta pekerjaan. Lalu target menikah?
"Kalau Ida Sang Hyang Widi
menghendaki, saya akan menikah umur 28 tahun," ujarnya.
·
budarsana
·