kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 2 Januari 2005 tarukan valas
 

POTRET


Tiga PR Penerima Medali '' Bali Travel News''
* Ni Made Indah Melindasari, Julita Candra, dan Cok. Istri Indratni Mulyati Prawitasari

Tiap tahun, tabloid pariwisata Bali Travel News memberi penghargaan kepada public relations (PR) hotel (hospitality and hotelier industry) di Bali . Penyerahan penghargaan dan pengalungan medali bagi PR berprestasi ini dilakukan bersamaan dengan Malam Penganugerahan Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards, 22 Desember lalu. Tahun ini ditetapkan tiga penerima penghargaan masing-masing Ni Made Indah Melindasari, B.Com. (Bali Dinasty Resort, Kuta), Julita Candra (Nusa Dua Beach Hotel & Spa), dan Cok. Istri Indratni Mulyati Prawitasari (Alam Kulkul Boutique Resort, Legian).

Berikut cuplikan profil ketiga penerima penghargaan tersebut.

--------------------------

 

SENANG dan bangga itu yang dirasakan Ni Made Indah Melindasari saat ini. Pasalnya, public relations (PR) Bali Dinasty Resort ini baru saja meraih "Gold Medal" pada pemilihan PR Simpatik 2004 versi Bali Travel News.

Gadis berparas ayu ini, sebelumnya tidak pernah menyangka akan mendapatkan medali emas. Mengingat, pada pemilihan tahun lalu persaingannya sangat ketat. Ikut sebagai peserta merupakan suatu tantangan dan kebanggaan tersendiri baginya. "Medali ini saya persembahkan untuk kedua orangtua yang telah tulus ikhlas memberikan support dan dukungan sepanjang zaman, sehingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini," katanya sambil tersenyum.

Untuk mengikuti uji wawasan ini, Indah -- begitu ia sering disapa, mengaku banyak mendapatkan manfaat. Selain untuk memperluas pengetahuan dengan sebanyak-banyaknya mengenai kegiatan PR, secara langsung akan mengetahui perkembangan dunia pariwisata di Bali dan Tri Hita Karana yang merupakan hal penting.

Seperti yang dituturkan Indah, perjalanan karier menjadi PR di Bali penuh dengan tantangan. Namun, ia mengakui semua itu mampu mendidik mental dan menambah wawasannya di dunia perhotelan. Dikatakannya, menjadi seorang PR ia merasa ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri. Karena banyak berhubungan dengan pihak-pihak eksternal maupun internal perusahaan.

"Saya suka berhubungan dengan banyak orang, sehingga dapat mempelajari karakter yang berbeda itu. Saya yakin, dari sini akan tumbuh sisi kedewasaan yang bersumber dari dasar rasa pengertian dan toleransi kita terhadap setiap insan dari latar belakang dan karakter yang berbeda," kata Indah

.

Indah memang kreatif dan selalu serius. Seluruh waktunya dihabiskan dengan bekerja di hotel. Kadang setelah jam kerja, ia juga tetap ngumpul-ngumpul dengan teman-teman kerja dari department lain, bergabung dalam perkumpulan PR di Bali atau dengan rekan-rekan perhotelan serta perusahaan. Menurut Indah, ini sangat berguna untuk tukar informasi di dunia pariwisata Bali . "Seorang PR memang harus dituntut smart dan up to date dengan segala informasi baik yang ada di dalam maupun luar lingkup perusahaan. Makanya ia terus memperluas pengetahuan dan wawasan dengan membaca, mengikuti berita-berita dari media elektronik dan aktif mengikuti seminar-seminar," jelasnya.

Pemilik moto "work smart, work hard" ini menjelaskan, untuk tahun 2005 ini, ia ingin kembali "lahir" dengan semangat baru yang lebih bagus dan tentunya dengan cara harus kerja keras. Sebagai pekerja, Indah tetap menjaga fisik agar tetap sehat. Untuk itu ia melakukan tidur yang cukup, minum air putih, banyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, rajin olah raga dan meditasi (penenangan diri). Kalau untuk perawatan wajah? "Seorang PR memang dituntut tampil menarik dan terawat. Jadi ia harus menjaga penampilan dengan cara rajin olah raga, membersihkan muka setiap habis bepergian, merawat diri ke salon seperti facial, creambath, bahkan mandi lulur.

Indah sendiri berpendapat, remaja Bali saat ini sangat kreatif, dinamis dan memiliki mobilitas yang tinggi. Kecenderungan untuk bersaing dan berusaha menjadi orang baik telah ditanamkan sejak dini. Mereka begitu bersemangat untuk belajar dan meraih prestasi. "Sekarang banyak remaja Bali yang berprestasi di segala bidang hingga sampai ke taraf domestik dan internasional. Tentu saja ini adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi kita semua masyarakat Bali ," katanya.

Sebagai PR, menurutnya, ada banyak hal yang dapat diusahakan untuk menjaga pariwisata Bali . Salah satunya dengan menjadi bagian dari beberapa perkumpulan atau asosiasi seperti Himpunan Humas Perhotelan Bali (HHPB). Ditambahkannya, selain itu, dalam menjaga dan memelihara objek-objek wisata yang ada di Bali merupakan tanggung jawab kita semua. "Karena itulah tugas saya sebagai PR adalah menjembatani komunikasi atara pihak-pihak yang terkait dengan pariwisata Bali," tekad dara yang pernah belajar di Curtin University of Technology-Perth, Western Australia (Majoring Public Relations & Tourism Management), Certificate of Foundation at Curtin University of Technology-Perth, Western Australia dan Certificate of ELICOS at Tuart College-Perth, Western Australia ini.

Sebelum menjadi PR Coordinator di Bali Dinasty Resort Kuta, Indah telah memulai kariernya sebagai PR dalam "Job Training Program in Sales Department as Public Relations" di Senggigi Beach Hotel NTB, dosen (tutor) Program "Public Relations Senior" di LP3I (Lembaga dan Pengembangan Profesi Indonesia)-NTB dan Public Relations & Marketing Executive (part time) di PT Lombok Nuansa Televisi Nusa Tenggara (LBTV)-NTB dari March 2002-February 2004.

Indah juga pernah menjadi TV Presenter for Special Infotainment & Cultural Program di "Pesona Mandakila" (part time), TV Presenter for Special Education & Health Program pada "Dayang Sumbi Live Show", Executive Producer for Special Program di "LIMA" (Layar Informasi Musik Anak-Muda", Music Program "Sunday Live Music" di LBTV-NTB, Radio Announcer for Special Program-Riper Morning & Evening Show (part time) di PT Radio Rinjani Permai (RIPER) NTB, Master of Ceremony (MC) for Special Organization's Event, dan MC-English Translator for "Welcome Dinner of the 17th Asian Labor Ministers Meeting (ALMM)" di NTB.

Berkat pengalaman dan kerja kerasnya, Indah banyak mengumpulkan prestasi, seperti "22nd December 2004 - Gold Medal for Public Relations Sympathetic", Anugerah Citra Anjani (2004), Award for "The Best Presenter" Categorized by ABG (Akulturasi Budaya Group) NTB (2003), Miss Tourism  (runner up) NTB (1997), Miss Rinjani (first winner) NTB (1996), Attained 1st Winner for Aerobic Competition Bali-Lombok (1996), Attained 1st Winner for Aerobic Competition in Lombok (1996), Attained 1st Winner for Traditional Dance Competition in Lombok (1996), Miss Favorite Ayu Beautiful Contest Lombok-NTB (1996), dan Attained 1st Award for Cheerleaders Competition in Lombok

 (1995).

 

* * *

 

CERITA serupa dituturkan Julita Chandra. Sebelumnya, Marketing Communications Manager Nusa Dua Beach Hotel & Spa ini tidak pernah membayangkan akan meraih "Silver Medal" pada pemilihan PR Simpatik 2004 versi Bali Travel News. Mahasiswi semester akhir Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar ini memang memiliki penampilan yang smart dan murah senyum. "Walaupun bukan medali emas, saya sangat senang bisa meraih kemenangan. Ini merupakan prestasi di tahun 2004. Maklum saja, sebelumnya saya tidak pernah mengikuti kompetisi atau lomba seperti ini," katanya polos.

Ibu satu anak -- Christine Carina Chandra -- yang akrab disapa Julita ini mengaku, menjelang uji wawasan ia kembali membuka-buka buku yang berhubungan dengan pariwisata. Di samping itu, ia juga banyak belajar lewat koran, nonton TV dan melihat peta. Sebagai orang pariwisata, Julita sadar bahwa semua informasi nasional atau internasional bisa didapat lewat media. "Uji wawasan ini merupakan kesempatan saya untuk belajar lagi. Karena pada dasarnya manusia itu adalah pelupa. Nah, dengan adanya kegiatan ini otomatis saya bisa belajar," ujar Julita yang suka menulis brosur-brosur dan press release ini.

Dengan lugas wanita kelahiran Jakarta ini kemudian mengatakan, sebenarnya ia bukan berlatar belakang pendidikan public relations (PR). Namun, dari pengalaman kuliahnya yang selalu aktif berorganisasi menjadi sekretaris mengantarkan ia sebagai seorang PR yang cekatan. Julita mengaku pertama kali sebagai sales secretary di Ramada Bintang Bali. Kemudian menjadi Secretary to GM pada PT Coca-Cola, Marketing Agency & Sales Support di Prudential Banc Bali Life Assurance, Bali . Pernah sebagai Executive Secretary di Amanresorts Indonesia, menjadi PR di PT Coca-Cola Amatil Indonesia, Bali-Nusa dan tahun 2002 bergabung dengan Nusa Dua Beach Hotel & Spa.

Bertugas sebagai PR, Julita mengaku sempat pasrah. Pasalnya, suatu ketika ia dikontrak menjadi PR, lima hari kemudian bom meledak di Kuta. "Bayangkan saja! Banyak PR diberikan cuti karena tamu sepi. Bahkan ada juga yang diciutkan. Melihat kejadian itu, saya menjadi pasrah. Semuanya saya serahkan kepada Tuhan. Untung saja atasan saya mengatakan lain bahwa di zaman krisis ini saya justru mencari PR," tuturnya.

Istri Handy Chandra Dinata ini kemudian memaparkan, menjadi PR itu sangat menyenangkan baginya. Menggeluti pekerjaan ini ia bisa banyak ketemu dengan orang-orang -- terutama yang berprofesi sebagai jurnalis. Dengan jurnalis, ia mengaku banyak mendapatkan masukan untuk mendukung profesinya ini. Ia mengenal banyak jurnalis dari berbagai belahan dunia, seperti dari Cina, Australia, Afrika, Amerika, India dan dari Indonesia sendiri.

Agar penampilanya tetap menarik, Julita mengaku tetap menjaga kesehatan dengan cara melakukan senam sekitar 15 menit dalam satu hari. Selain itu, ia suka jalan-jalan dan minum air putih.

Lalu tentang perawatan kecantikan? "Saya selalu menjaga makanan dan minuman. Saya selalu makan makanan empat sehat lima sempurna. Lebih banyak yang mengandung protein. Saya lebih suka minum yang alami, seperti air jahe atau loloh," kata Julita.

 Lalu dengan kesibukan itu, bagaimana kuliah Julita? "Sebetulnya saya mempunyai utang kepada orangtua. Ya, karena belum menyelesaikan kuliah. Pernah ada usaha untuk melanjutkan kuliah, namun karena peraturan mengikuti kuliah selalu berubah-ubah, juga karena tertinggal bayar SPP. Kalau ada kesempatan, kuliah akan saya lanjutkan lagi," kata Julita yang mempunyai kiat untuk mempromosikan pariwisata Bali di luar negeri.

Julita mengaku sangat senang tinggal di Bali , bahkan merasa enjoy saja. Ia merasakan Bali itu istimewa, sehingga tidak terlalu sulit untuk mempromosikannya. " Bali merupakan daerah tujuan wisata yang dicintai banyak orang, dalam maupun luar negeri. Karena Bali memiliki budaya dan tradisi unik dan masyarakatnya terkenal ramah. Untuk itu kita harus mengenal budaya Bali terlebih dahulu sebelum mempromosikannya ke luar," kata penghobi membaca buku ini.

Julita melihat, meskipun remaja Bali sekarang mengikuti perkembangan zaman, tetapi ia tetap melihat adat-istiadatnya masih cukup kuat. Julita optimis kebiasaan itu tidak akan luntur karena sejak kecil mereka sudah ada dalam tradisi.

Di sisi lain, Julita sangat menyayangkan grup kesenian yang pentas di hotel-hotel. Menurutnya, grup kesenian tradisional ini kebanyakan pentas setengah hati dan kurang menjiwai. Padahal seninya sudah bagus, tetapi mereka sekadar menari. "Seharusnya menari dengan hati, jangan sekadar saja," kritiknya.

 

* * *

 

PERASAAN senang dan bangga pun menghinggapi Cok. Istri Indratni Mulyati Prawitasari. Perasaan ini ia alami ketika namanya disebut sebagai penerima "Bronze Medal" pada pemilihan PR Simpatik 2004 versi Bali Travel News. Walau hanya menempati urutan ketiga, hal itu sudah mampu membuat PR Coordinator Alam Kulkul Boutique & Spa, Legian ini merasa berbinar. "Saya tak menyangka dapat gelar terhomat dari Bali Travel News. Senang sekali rasanya. Terima kasih saya ucapkan kepada Ida Sang Hyang Widi dan semua pihak yang mendukung. Terutama Bapak Hery Andezar yang selalu membimbing saya," katanya dengan suara kegirangan.

Dara kelahiran Mataram, 23 Januari 1979, ini sungguh merasa senang bisa terlibat dalam acara PR Simpatik. Di samping untuk menguji wawasan di bidang pariwisata, di sana ia mengaku banyak mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan khususnya di bidang pariwisata. Mengikuti pemilihan ini, pemilik tinggi 168 cm dan berat 50 kg ini mengaku telah melakukan persiapan yang serius. Buku yang sudah lama ditinggalkan karena sibuk kerja kembali dibacanya. Koran, majalah, menonton TV serta dibantu dari pengalaman kegiatan yang dilakukan di Alam Kulkul khususnya pengalaman kerja menjadi PR sangat membantunya untuk mendapatkan prestasi ini. "Saya juga sangat dibantu dari pengalaman mengikuti program yang dilakukan Alam Kulkul Boutique & Spa tiap Minggu. Sebuah kegiatan yang melakukan kesatuan dengan masyarakat, seperti olah raga bersama dan melakukan penghijauan," tutur dara yang akrab dipanggil Cok. In ini.

Menurut Cok. In, menjadi PR merupakan hobinya sejak kecil. Dengan pekerjaan ini, ia mengaku bisa berhubungan dengan banyak orang -- baik dengan media, pemerintah, perusahaan, dan sesama hotel. Dan yang paling utama, ia merasa banyak mendapatkan kenalan serta ilmu dari seorang PR. Walaupun mengaku merasa senang, tetapi Cok. In juga merasa kesulitan dalam membagi waktunya. Ia sering merasa kekurangan waktu. Maklum saja, ia memang gadis yang sangat kreatif. "Selama ini rasanya enjoy saja. Saya belum pernah merasakan dukanya. Walaupun kadang kebingungan dalam membagi waktu. Saya rasa itu tidak terlalu serius. Setelah bisa dikerjakan, toh kembali tenang," sambungnya mantap.

Menurut sulung dari dua bersaudara ini, kunci sukses dalam bekerja adalah harus ada motivasi, kemauan, dan suka dengan pekerjaan yang dilakukan. Disiplin, konsekuen, bertanggung jawab dan bisa menerima saran dan kritik dari siapa saja. Sibuk berurusan dengan orang, Cok. In mengaku tidak pernah merasa bosan apalagi kecapekan. Untuk menjaga kondisi, ia mengaku sering minum vitamin, berolah raga seminggu dua kali dan istirahat yang cukup. Lalu untuk membuat wajah ayu nan cantik ini? "Ya, seperti orang lain. Untuk perawatan kecantikan wajah, saya melakukan creambath tiap dua minggu sekali. Juga membersihkan muka sebulan sekali," akunya polos.

Cok. In yang selalu lincah dan murah senyum ini, sebagai PR, ingin sekali menempatkan dirinya sebagai juru bicara yang dapat memberikan penjelasan dan pengertian kepada semua orang. Tidak hanya di lingkungan Alam Kulkul, tetapi juga Bali bahkan dunia. Untuk itu, putri dari pasangan Tjok. Suthendra Rai dan Ratniah ini selain membaca buku, pada saat libur ia juga memanfaatkan hari tenang ini dengan rileks. Saat santai ia juga melakukan sosialisasi dengan teman-teman sekolah dulu. "Ketemu teman-teman sekolah dulu rasanya sangat terhibur. Dan yang jelas, kalau off, saya masih bisa bersih-bersih kamar," katanya.

Lalu tentang remaja Bali , penghobi olah raga dan jalan-jalan ke pantai ini melihat remaja Bali sudah menunjukkan kemampuan yang cerdas. Walau mengikuti perkembangan zaman yang cenderung modern, namun masih tetap melestarikan adat budaya Bali . "Dibandingkan zaman saya dulu, remaja Bali sekarang sangat cerdas dan kritis," sambungnya.

Uniknya, di tengah berbaur dengan kehidupan yang glamour, Cok. In ternyata sangat memperhatikan budaya Bali , salah satunya lagu-lagu Bali . Penggemar Widi Widiana ini mengatakan, lagu-lagu Bali sekarang ini sudah lebih baik. Bahkan banyak bermunculan penyanyi-penyanyi baru dengan ciri khasnya masing-masing yang dapat menambah pilihan untuk pendengar. "Lagu-lagu sekarang lebih enak didengar karena masih kental dengan popnya. Saya suka lagu-lagu Bali ," katanya.

Dara kelahiran Mataram (NTB) ini, memiliki latar belakang pendidikan DIV Hotel Administration, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) 2001. Pengalaman kerja yang pernah ia lakoni sebelum bergabung sebagai sales executive di Alam Kulkul Boutique & Spa Legian antara lain Job Training in The Concorde Hotel Singapore at Food and Beverage Department, Management Training in Sheraton Senggigi Beach Resort at Front Office, The Oberoi Lombok sebagai Guest Assistant, ITB Berlin with Lombok Tourism Board, Bali and Lombok Holiday Expo, Air Paradise Lombok Tourism Board, Bali Niksoma sebagai sales executive, dan Bali Village Road Show to 5 Big Cities in Australia.

Ngomong-ngomong, apakah Cok. In sudah punya pacar? Ia mengaku sudah. Namun, ia juga mengaku tidak terlalu serius dulu. Ia masih mengutamakan karier serta pekerjaan. Lalu target menikah? "Kalau Ida Sang Hyang Widi menghendaki, saya akan menikah umur 28 tahun," ujarnya.

·         budarsana

·

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com