kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 2 Januari 2005 tarukan valas
 

BERITA


Perayaan
Malam Tahun Baru, 10 Tewas

Jakarta ( Bali Post) -
Meski suasana
Indonesia berkabung akibat gempa dan gelombang tsunami di Aceh yang mengakibatkan 45.000 orang meninggal, perayaan malam tahun baru di Jakarta sangat meriah. Sayangnya kemeriahan itu diwarnai dengan tewasnya 10 orang akibat kecelakaan lalu lintas, penusukan, dan penembakan.

Data yang dihimpun Bali Post di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta, Sabtu (1/1) kemarin, terdapat 16 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 7 korban meninggal dunia. Korban meninggal itu terdiri 4 pria yang berusia muda dan 3 wanita remaja. Mereka mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Kramatjati, Tanjung Duren, Kepulauan Seribu, Cibodas, Jakarta Timur, dan Tangerang. ''Ketujuh korban kecelakaan lalu lintas itu sudah diambil keluarganya, namun dua orang korban yang tewas akibat penusukan di Jakarta sampai kini masih tersimpan di kamar mayat,'' ungkap Hisbullah, petugas kamar mayat RSCM Jakarta.

Sementara seorang lelaki bernama Johanes (25) tewas tertembak di bagian dadanya. Johanes yang sehari-hari sebagai kasir Diskotik Club Pluid di Hotel Hilton Internasional Jakarta, Sabtu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, mengalami luka tembak cukup serius saat sedang bekerja di Club Pluid yang berada di Hotel Hilton di Jalan Sudirman Jakarta .

Penembakan itu diduga dilakukan oleh salah seorang owner Hotel Hilton, Adiguna Sutowo, yang malam itu diduga sedang mabuk berat kemudian terlibat pertengkaran cukup sengit dengan Johanes. Anak kandung Ibnu Sutowo, mantan Dirut Pertamina di era Presiden Soeharto itu langsung mengeluarkan pistol yang berada di balik pinggang bajunya, dan sempat mengancam terlebih dulu. Namun tak lama kemudian, terdengar letusan yang merobokan tubuh Johanes. Usai menembak adik kandung Pontjo Sutowo, mantan Ketua Umum PHRI ini sempat kabur namun kasus ini langsung ditangani Polres Jakarta Pusat. ''Saat ini Adiguna masih diperiksa intensif di Polres Jakarta Pusat, maaf kami tak berhak memberi informasi. Memang kabarnya Adiguna Sutowo sudah dua kali menembak orang. Namun yang pertama tidak meninggal, karenannya dia masih diperiksa,'' ungkap petugas jaga Polres yang enggan disebut namanya. (034)

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com