Perayaan
Malam Tahun
Baru, 10 Tewas
Jakarta
(
Bali
Post) -
Meski suasana
Indonesia
berkabung akibat
gempa dan
gelombang tsunami di
Aceh yang mengakibatkan
45.000 orang meninggal,
perayaan malam
tahun baru
di
Jakarta
sangat meriah.
Sayangnya kemeriahan
itu diwarnai
dengan tewasnya
10 orang akibat
kecelakaan lalu
lintas, penusukan,
dan penembakan.
Data
yang dihimpun Bali Post di
Rumah Sakit
Umum Cipto
Mangunkusomo (RSCM) Jakarta, Sabtu
(1/1) kemarin, terdapat
16 kasus kecelakaan
lalu lintas
yang mengakibatkan 7 korban
meninggal dunia.
Korban meninggal
itu terdiri
4 pria yang berusia
muda dan
3 wanita remaja.
Mereka mengalami
kecelakaan lalu
lintas di
kawasan Kramatjati,
Tanjung Duren,
Kepulauan Seribu,
Cibodas, Jakarta Timur,
dan Tangerang.
''Ketujuh korban
kecelakaan lalu
lintas itu
sudah diambil
keluarganya, namun
dua orang
korban yang tewas
akibat penusukan
di
Jakarta
sampai kini
masih tersimpan
di kamar
mayat,'' ungkap
Hisbullah, petugas
kamar mayat
RSCM Jakarta.
Sementara
seorang lelaki
bernama Johanes
(25) tewas tertembak
di bagian
dadanya. Johanes
yang sehari-hari sebagai
kasir Diskotik
Club Pluid di
Hotel Hilton Internasional
Jakarta, Sabtu dini
hari sekitar
pukul 03.30 WIB, mengalami
luka tembak
cukup serius
saat sedang
bekerja di
Club Pluid yang berada
di Hotel Hilton di
Jalan Sudirman
Jakarta
.
Penembakan
itu diduga
dilakukan oleh
salah seorang
owner Hotel Hilton, Adiguna Sutowo,
yang malam itu
diduga sedang
mabuk berat
kemudian terlibat
pertengkaran cukup
sengit dengan
Johanes. Anak
kandung Ibnu
Sutowo, mantan
Dirut Pertamina
di era Presiden
Soeharto itu
langsung mengeluarkan
pistol yang berada di
balik pinggang
bajunya, dan
sempat mengancam
terlebih dulu.
Namun tak lama
kemudian, terdengar
letusan yang merobokan
tubuh Johanes.
Usai menembak adik
kandung Pontjo
Sutowo, mantan
Ketua Umum
PHRI ini sempat
kabur namun
kasus ini
langsung ditangani
Polres Jakarta Pusat.
''Saat ini
Adiguna masih
diperiksa intensif
di Polres
Jakarta Pusat, maaf
kami tak
berhak memberi
informasi. Memang
kabarnya Adiguna
Sutowo sudah
dua kali menembak
orang. Namun
yang pertama tidak
meninggal, karenannya
dia masih
diperiksa,'' ungkap
petugas jaga
Polres yang enggan
disebut namanya.
(034)