Dewi Yull
Jadi Super-sibuk
ARTIS
Dewi Yull
punya kiat
tersendiri untuk
segera terbebas
dari duka
berkepanjangan setelah
perceraiannya dengan
Ray Sahetapy pada
24 Agustus 2004. Walau
konsekwensinya, kesehariannya
akhir-akhir ini
dijejali kesibukan
yang luar biasa.
"Di balik
musibah berumah-tangga
saya mendapatkan
banyak berkah
lain dalam
bentuk pekerjaan
membuat program tayangan
maupun film dari
Depdiknas dan
Depkes. Alkisah,
keseharian saya
belakangan jadi
supersibuk, bekerja
dan bekerja,"
papar Dewi
Yull kepada
Bali Post disela-sela peresmian
Program Pendidikan Menengah
Kejuruan di
Depdiknas
Jakarta
baru-baru ini.
Menurut
ibu empat
anak kelahiran
Cirebon, 10 Mei
1961 ini, sebagai
wanita biasa
dirinya tak
menyangka bisa
cepat terbebas
dari kesedihan
berkepanjangan seperti
itu. Namun, berkat
niat dan
tekad bulat
untuk melupakan
kegagalan dalam
berumah-tangga, lanjut
pimpinan PT Gizi
Cipta Pramata
ini, dirinya
ternyata mendapat
job menggarap program infotainment
yang mensosialisasikan pendidikan
menengah kejuruan
lewat TVRI. "Yang
membahagiakan, selain
mampu menghasilkan
program yang cukup bermutu,
saya pun bisa
memaknai sekaligus
menikmati keseharian
tanpa suami,"
tutur Dewi
Yull.
Seharian
bekerja keras,
apa tak
khawatir kesehatan
Mbak terganggu?
Pelantun lagu
hits "Jangan Ada
Dusta" dan
"Rindu Terlarang"
ini mengakui
kekhawatiran semacam
itu memang
ada. "Selain
terus berdoa
kepada Allah SWT agar saya
dan sekeluarga
diberi nikmat
keseharian yang berlimpah,
saya pun sejak
remaja sangat
concern dalam menjaga
kesehatan. Caranya
dengan tidur
yang cukup, gemar
mengkonsumsi sayuran,
buah-buahan, vitamin maupun
madu," terang
Dewi Yull
yang tengah giat
mencari rumah
baru setelah
rumah lamanya
di kawasan
Bintara Jakarta Selatan,
sudah dimiliki
keluarga peragawati
senior Arzety Bilbina
itu. (ags)