Ibu
Dua Anak
Tewas
Tertimbun
Galian C
Amlapura
(
Bali
Post) -
Malang
tak dapat
ditolak, untung
tak bisa
diraih. Kalimat
itu
tampaknya pas menggambarkan
nasib yang dialami
ibu dua
anak Ni Nyoman
Kenak (45). Buruh
galian C di
Dusun Muntig,
Selat itu,
tewas akibat
tertimbun longsoran
galian C, Jumat
(31/12) lalu.
Perbekel
Selat I Wayan
Suara Arsana
menyampaikan saat
galian runtuh
dan menimbun
wanita itu,
korban sempat
menyelamatkan diri
dengan berdiri.
Namun, luka di
pergelangan kaki kanannya
sangat lebar.
Pergelangan kakinya
itu nyaris
putus, diduga
terkena panyong
(linggis bertangkai)
untuk menggali
pasir.
Galian
yang runtuh itu
rupanya menimpa
panyong. Berikutnya
panyong itu
menusuk kaki korban.
Luka menganga itu
mengeluarkan banyak
darah dan
pertolongan juga
terlambat. Akhirnya
nyawanya tak
bisa diselamatkan.
''Dinding lubang
galian yang runtuh
cuma beberapa
meter, namun karena
kakinya kena
panyong, menyebabkan
korban cepat
kehabisan darah,''
kata Suara.
Jumat
itu juga
jenazah korban
dikebumikan. Suara
mengatakan wanita
itu baru
sejak
lima
hari lalu
ikut menggali
pasir di
Batu Asah,
sudah termasuk
wilayah Desa
Sebudi. Sebenarnya,
anaknya sudah
melarang korban
yang tinggal di
Banjar Dinas
Muntig, Selat
itu, ikut
menggali pasir.
Soalnya, keadaan
galian C saat
musim hujan
sangat labil
dan mudah
longsor. Namun,
meski sudah
dilarang korban
tetap nekat
juga, guna
bisa menambah
penghasiloan. ''Rupanya
sudah nasib.
Dia berangkat juga
menggali pasir,
padahal sudah
dilarang anaknya,''
ujar Suara.
Suara
mengatakan dengan
bencana yang dialami
istri I Nyoman
Sodia (55) itu,
dia minta
warga menghentikan
sementara penggalian
pasir di
galian C dengan
peralatan manual. Soalnya,
kondisi galian
C pada musim
penghujan sangat
labil. (013)