kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 2 Januari 2005 tarukan valas
 

BERITA


Ibu
Dua Anak Tewas Tertimbun Galian C

Amlapura ( Bali Post) -
Malang tak dapat ditolak, untung tak bisa diraih. Kalimat itu
tampaknya
pas menggambarkan nasib yang dialami ibu dua anak Ni Nyoman Kenak (45).
Buruh galian C di Dusun Muntig, Selat itu, tewas akibat tertimbun longsoran galian C, Jumat (31/12) lalu.

Perbekel Selat I Wayan Suara Arsana menyampaikan saat galian runtuh dan menimbun wanita itu, korban sempat menyelamatkan diri dengan berdiri. Namun, luka di pergelangan kaki kanannya sangat lebar. Pergelangan kakinya itu nyaris putus, diduga terkena panyong (linggis bertangkai) untuk menggali pasir.

Galian yang runtuh itu rupanya menimpa panyong. Berikutnya panyong itu menusuk kaki korban. Luka menganga itu mengeluarkan banyak darah dan pertolongan juga terlambat. Akhirnya nyawanya tak bisa diselamatkan. ''Dinding lubang galian yang runtuh cuma beberapa meter, namun karena kakinya kena panyong, menyebabkan korban cepat kehabisan darah,'' kata Suara.

Jumat itu juga jenazah korban dikebumikan. Suara mengatakan wanita itu baru sejak lima hari lalu ikut menggali pasir di Batu Asah, sudah termasuk wilayah Desa Sebudi. Sebenarnya, anaknya sudah melarang korban yang tinggal di Banjar Dinas Muntig, Selat itu, ikut menggali pasir. Soalnya, keadaan galian C saat musim hujan sangat labil dan mudah longsor. Namun, meski sudah dilarang korban tetap nekat juga, guna bisa menambah penghasiloan. ''Rupanya sudah nasib. Dia berangkat juga menggali pasir, padahal sudah dilarang anaknya,'' ujar Suara.

Suara mengatakan dengan bencana yang dialami istri I Nyoman Sodia (55) itu, dia minta warga menghentikan sementara penggalian pasir di galian C dengan peralatan manual. Soalnya, kondisi galian C pada musim penghujan sangat labil. (013)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com