kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 20 Juni 2004 tarukan valas
 

SURAT PEMBACA


Soal Kebijakan Pemberlakuan VoA

Berita Bali Post, 6 Juni lalu berjudul ''Pemberlakuan VoA melalui Proses Panjang''. Dalam kaitan itu saya ingin mengemukakan pandangan saya tentang VoA. Walaupun alasan-alasan yang dipakai untuk menolak kebijakan tersebut sudah sering dikemukakan sebelumnya, saya ingin kemukakan lagi setelah membaca berita tersebut.

1. Adanya persaingan destinasi dalam kawasan Asia Tenggara sendiri. Karena Malaysia dan Thailand, terlebih lagi Singapura (yang justru fully open), tidak memberlakukannya, maka VoA ini sudah membuat destinasi Bali ini menjadi semakin mahal dan berpotensi/menyimpan beberapa masalah. Betul, dan kita wajib bersyukur, bahwa tingkat arrival mulai pulih dan membaik, tetapi kita harus tengok ke tetangga kita, di mana mereka sudah tidak berbicara pemulihan tetapi kenaikan dan kenaikan dari waktu ke waktu. Ini adalah hasil dari adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintahnya yang sangat kondusif.

Contoh Wisatawan Cina ke Thailand sudah mendekati angka 5 jutaan dan Malaysia sudah mendekati angka jutaan, kita Indonesia baru ratusan ribuan, (mohon juga disurvai kunjungan wisatawan negara lain ke tiga negara tetangga ini sebagai bahan perbandingan.

Kalaupun masalah keamanan yang dipakai sebagai alasan untuk pemberlakuan VoA ini, juga tidak tepat, karena sekali lagi, Singapura, Malaysia dan Thailand tidak memerlukan VoA untuk menanggulangi masalah ini. Kita wajib untuk selalu menengok ke tetangga kita ini, karena kita akan berkompetisi secara langsung dengan mereka ini. Bukan berarti saya ingin mengecilkan masalah keamanan ini dan tidak mendukung perlunya alokasi anggaran untuk sektor keamanan ini. Tetapi masalah yang memang mendasar di negeri ini adalah KKN yang telah merajalela sehingga melumpuhkan kemampuan negara untuk hal-hal krusial seperti ini. Yang terjadi adalah ingin memecahkan masalah justru dengan membuat masalah baru.

2. Kita semestinya memberikan penghargaan kepada para wisatawan yang tetap setia untuk mengunjungi Bali di tengah kondisi global yang sangat tidak kondusif ini. Juga aktifitas kepariwisataan ini sudah sedemikian besar jasanya di dalam menghasilkan devisa untuk negara.

Saya juga tidak setuju kalau usaha para praktisi pariwisata (swasta) yang menurunkan harga dijadikan kambing hitam penurunan kwalitas dan tingkat kunjungan ke Bali. Justru dengan membuat harga yang paling kompetitif (murah) yang membuat orang akhirnya memutuskan untuk memilih Bali sebagai destinasinya. Kalau boleh saya kemukakan bahwa harga (yang murah) akan menjadi faktor penentu di dalam pengambilan keputusan pemilihan destinasi.

Ketut Susana
PT Bali Sinar Mentari Tour Jl. Wanbira Sakti Denpasar

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com