kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 20 Juni 2004 tarukan valas
 

OLAH RAGA


Duel Hidup-Mati Senin Dini Hari

Portugal akan Paksa Spanyol Menangis

Lisbon -
Bayangkan apa jadinya jika dua negara bertetangga saling berebut kehormatan, dan kesempatan yang sudah di depan mata. Inilah yang akan terjadi pada duel hidup-mati Grup A antara tuan rumah Portugal dan Spanyol, Senin (21/6) dini hari nanti. Portugal harus menang untuk merebut tiket ke perempatfinal, sedangkan Spanyol cukup bermain seri. Satu tiket lagi sudah pasti direbut Yunani karena cuma meladeni tim lemah Rusia di partai terakhir.

Jauh hari sebelum megaduel ini berlangsung, persaingan sengit sudah tertebar. Berawal dari perebutan menjadi penyelenggara Piala Eropa 2004 sampai predikat Brazil-nya Eropa yang keduanya dimenangkan Portugal.

Pertandingan akbar ini bukan hanya terletak pada mampu-tidaknya salah satu tim menggapai babak delapan besar, tetapi juga menyangkut harga diri bangsa. Karenanya, genderang perang sudah ditabuh para punggawa kedua tim jauh-jauh hari.

"Satu-satunya hal penting di hati kami adalah jiwa seluruh rakyat Portugal," kata kiper Ricardo saat konferensi pers, Sabtu (19/6) kemarin. "Satu hal yang pasti adalah Spanyol akan sangat menderita. Mereka akan menangis dan pada akhirnya kami yang akan merayakan kemenangan," tambahnya. Aroma perang dari negara berpenduduk 10 juta jiwa itu dibalas pihak lawan dengan peribahasa ''tidak ada perdamaian atau perkawinan''.

Demikian panasnya suasana membuat hampir di seluruh situs resmi Portugal terpampang jelas "21 alasan untuk membenci Spanyol''. Pendukung Portugal sampai-sampai mengungkit perang pada abad ke-14 di Aljubarrota yang berakhir dengan kemerdekaan Portugal dari jajahan Spanyol.

Beban

Portugal yang selama ini turun dengan formasi 4-2-3-1 mesti mewaspadai serbuan tim Matador. Raul Gonzalez yang penampilannya belum meyakinkan hingga partai kedua, berjanji memberikan kontribusi terbaiknya pada laga kehormatan ini. Dengan demikian, Nuno Maniche atau Francisco Costinha tidak boleh sedetik pun lengah mewaspadai pergerakan pangeran Real Madrid itu.

Liukan-liukan magis Luiz Figo dan akselerasi menawan Christiano Ronaldo sangat dibutuhkan konsistensinya, karena harus bisa menembus tembok tengah Spanyol yang dipagari duet Ruben Baraja dan David Albelda.

Pelatih Spanyol Inaki Saez tampaknya kembali menurunkan Juan Carlos Valeron guna berduel dengan playmaker tuan rumah Deco Souza di lini tengah. Siapa yang paling sedikit melakukan kesalahan, kemungkinan besar dapat memenangkan pertandingan.

Spanyol sedikit diuntungkan jelang laga ini. Portugal mengemban misi berlipat yang menyebabkan Figo dkk. berada dalam tekanan yang sangat berat. Dalam sejarah penyelenggaran Piala Henry Delaunay ini, belum ada tim tuan rumah tidak lolos dari fase penyisihan grup. Selain itu, wajib menang merupkan misi yang mesti diemban asuhan Luiz Felipe Scolari.

Tim Matador sudah punya empat poin yang dikantongi lewat kemenangan atas Rusia dan seri dari Yunani. Dengan begitu, mereka cukup menahan imbang Portugal untuk memastikan tiket ke perempatfinal. Bayangkan, betapa beratnya beban para pemain tuan rumah. Kekuatan di luar teknis semacam skill individu harus dimiliki pasukan Portugal untuk menghindari liang kubur. (sun/afp)

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com