Duel Hidup-Mati Senin Dini Hari
Portugal akan Paksa
Spanyol Menangis
Lisbon -
Bayangkan apa jadinya jika dua negara bertetangga saling berebut
kehormatan, dan kesempatan yang sudah di depan mata. Inilah yang
akan terjadi pada duel hidup-mati Grup A antara tuan rumah
Portugal dan Spanyol, Senin (21/6) dini hari nanti. Portugal
harus menang untuk merebut tiket ke perempatfinal, sedangkan
Spanyol cukup bermain seri. Satu tiket lagi sudah pasti direbut
Yunani karena cuma meladeni tim lemah Rusia di partai terakhir.
Jauh hari sebelum megaduel
ini berlangsung, persaingan sengit sudah tertebar. Berawal dari
perebutan menjadi penyelenggara Piala Eropa 2004 sampai predikat
Brazil-nya Eropa yang keduanya dimenangkan Portugal.
Pertandingan akbar ini
bukan hanya terletak pada mampu-tidaknya salah satu tim
menggapai babak delapan besar, tetapi juga menyangkut harga diri
bangsa. Karenanya, genderang perang sudah ditabuh para punggawa
kedua tim jauh-jauh hari.
"Satu-satunya hal
penting di hati kami adalah jiwa seluruh rakyat Portugal,"
kata kiper Ricardo saat konferensi pers, Sabtu (19/6) kemarin.
"Satu hal yang pasti adalah Spanyol akan sangat menderita.
Mereka akan menangis dan pada akhirnya kami yang akan merayakan
kemenangan," tambahnya. Aroma perang dari negara
berpenduduk 10 juta jiwa itu dibalas pihak lawan dengan
peribahasa ''tidak ada perdamaian atau perkawinan''.
Demikian panasnya suasana
membuat hampir di seluruh situs resmi Portugal terpampang jelas
"21 alasan untuk membenci Spanyol''. Pendukung Portugal
sampai-sampai mengungkit perang pada abad ke-14 di Aljubarrota
yang berakhir dengan kemerdekaan Portugal dari jajahan Spanyol.
Beban
Portugal yang selama ini
turun dengan formasi 4-2-3-1 mesti mewaspadai serbuan tim
Matador. Raul Gonzalez yang penampilannya belum meyakinkan
hingga partai kedua, berjanji memberikan kontribusi terbaiknya
pada laga kehormatan ini. Dengan demikian, Nuno Maniche atau
Francisco Costinha tidak boleh sedetik pun lengah mewaspadai
pergerakan pangeran Real Madrid itu.
Liukan-liukan magis Luiz
Figo dan akselerasi menawan Christiano Ronaldo sangat dibutuhkan
konsistensinya, karena harus bisa menembus tembok tengah Spanyol
yang dipagari duet Ruben Baraja dan David Albelda.
Pelatih Spanyol Inaki Saez
tampaknya kembali menurunkan Juan Carlos Valeron guna berduel
dengan playmaker tuan rumah Deco Souza di lini tengah. Siapa
yang paling sedikit melakukan kesalahan, kemungkinan besar dapat
memenangkan pertandingan.
Spanyol sedikit
diuntungkan jelang laga ini. Portugal mengemban misi berlipat
yang menyebabkan Figo dkk. berada dalam tekanan yang sangat
berat. Dalam sejarah penyelenggaran Piala Henry Delaunay ini,
belum ada tim tuan rumah tidak lolos dari fase penyisihan grup.
Selain itu, wajib menang merupkan misi yang mesti diemban asuhan
Luiz Felipe Scolari.
Tim Matador sudah punya
empat poin yang dikantongi lewat kemenangan atas Rusia dan seri
dari Yunani. Dengan begitu, mereka cukup menahan imbang Portugal
untuk memastikan tiket ke perempatfinal. Bayangkan, betapa
beratnya beban para pemain tuan rumah. Kekuatan di luar teknis
semacam skill individu harus dimiliki pasukan Portugal untuk
menghindari liang kubur. (sun/afp)
|