Mega Waspadai
Serangan Fajar 2-4 Juli
* Batal Buka
PKB Ke-26
Bandung (Bali
Post) -
Capres dari PDI-P Megawati Soekarnoputri mengingatkan para
pendukungnya bahwa 2-4 Juli 2004 akan sangat rawan terjadi
serangan fajar (politik uang) yang kemungkinan dilancarkan oleh
tim sukses lawan-lawan politiknya. "Saya minta warga PDI-P
dan NU untuk mengamankan suara, saya tidak ingin kecolongan lagi
seperti Pemilu Legislatif 5 April 2004 lalu," kata Megawati
saat kampanye di Lapangan Cingcing Kecamatan Soreang Kabupaten
Bandung, Sabtu (19/6) kemarin.
Megawati meminta kepada
massa pendukungnya untuk siap dan melaporkan apabila ada praktik
serangan fajar yang menurut dia biasanya dilancarkan pada empat
hingga tiga hari menjelang pemilihan. Ia mewanti-wanti agar
kepedulian dan kepekaan simpatisannya itu tetap menjaga suaranya
agar tidak kecolongan lagi pada saat-saat yang menentukan.
Sebagai warga negara yang punya cita-cita untuk menegakkan
demokrasi, masyarakat harus berani menyatakan 'tidak' terhadap
hal-hal yang akan merusak dan menodai jalannya pesta demokrasi
yang akan berlangsung lima belas hari lagi. "Jadilah warga
negara yang 'jempolan' yaitu yang berani mengatakan 'tidak'
untuk serangan fajar dan politik uang," tambahnya.
Sementara itu, Direktur
Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro) Smita Notosusanto
kepada wartawan di Jakarta, Sabtu kemarin mengungkapkan pasangan
capres/cawapres memiliki potensi beli suara untuk memenangkan
pemilihan presiden 5 Juli nanti. Namun, dari seluruh kandidat
tersebut, hanya ada dua pasangan yang berpotensi melakukannya
yakni Megawati Soekarnoputri/Hasyim Muzadi dan Wiranto/Sholahuddin
Wahid. Dua pasangan ini memiliki mesin politik yang bisa
mengerahkan kemampuan tersebut. ''Mereka juga berpotensi
melakukan kecurangan,'' katanya. Terhadap kemungkinan tersebut,
Panwaslu diminta untuk mengawasi munculnya potensi kecurangan
pemilu nanti.
Batal Buka PKB
Pada Minggu (20/6) ini sekitar pukul 15.00 wita, Presiden
Megawati direncanakan membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-26.
Namun, sumber terdekat Sabtu kemarin malam menyebutkan kehadiran
Mega untuk membuka PKB batal. Kemungkinan PKB akan dibuka Meneg
Budpar I Gede Ardika.
Jika setahun lalu Megawati
membuka hajatan kesenian tahunan itu dengan memanah teratai.
Hari ini, pembukaan akan ditandai dengan bunyi keroncongan atau
okokan. Pada hajatan ini sejumlah menteri lain akan hadir
seperti Mendiknas, Mendagri, dan Menpan.
Suara okokan itu kemudian
disambut penampilan ISI Denpasar. Kali ini lembaga tinggi seni
negeri itu membawakan garapan gamelan agung. Menggarap simbol
PKB -- Siwa Nataraja, ISI melibatkan sekitar 200 penari dan
penabuh. Ketika Presiden menyatakan PKB dibuka resmi, Siwa --
raja dirajanya kesenian itu, menampakkan diri di balik kelopak
bunga teratai lalu menari.
Pawai PKB kali ini akan
ditata sesuai dengan tema. Masing-masing kabupaten akan
menampilkan kesenian khasnya. Agar tidak menghabiskan waktu
terlalu banyak, para peserta tidak melakukan display di hadapan
undangan -- Presiden dan pejabat pemerintahan Bali, kecuali
garapan ISI Denpasar.
Kekhasan kesenian yang
ditampilkan kabupaten dan kota diambil dari karya-karya
monumental para seniman besarnya. Tabanan menampilkan tarian
Kebyar Duduk dan Oleg Tamulilingan karya Maria. Buleleng
menampilkan Kebyar Legong dan Teruna Jaya karya Pan Wandres dan
Gede Manik. Gianyar membawakan garapan Swasti Bandem dengan
karya monumentalnya berjuduk ''Sekar Jagat'', dan tarian ''Manukrawa''
karya Prof. Wayan Dibia serta ''Satria Brasta'' karya Nyoman
Cerita. Badung membawakan karya Legong Kraton karya Lotering
sedangkan Denpasar menampilkan tari Margapati karya Nyoman Kaler.
Kabupaten Karangasem membawakan Gebug Ende, Klungkung
menampilkan Barong, sedangkan Bangli menampilkan Tarian Baris
Juntal. Kabupaten ujung barat Bali yakni Jembrana menampilkan
tari ''Makepung'' karya Ketut Swentra.
Pelukis Nyoman Gunarsa
dengan kelompoknya juga akan unjuk kebolehan pada pembukaan
pawai PKB ke-26 dengan menampilkan parade Adi Merdangga. Pesta
Kesenian Bali yang bertemakan Sabda Alam: Kedamaian, Keindahan
dalam Kebhinekaan berlangsung berlangsung 19 Juni-17 Juli 2004.
(kmb3/08)
Jadwal PKB Ke-26
Minggu (20/6)
10.00-12.00
Lomba Merangkai Bunga dan Janur di Ksirarnawa
10.00-12.00
Suar Dwi Stri-Yayasan Suar Agung Jembrana di Wantilan
20.00-22.00
Wayang Wong Jembrana di Kalangan Ayodya
20.00-22.00
Kesenian Jeju Ksirarnawa
20.00-22.00
Partisipasi Jabar di Wantilan
|