kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 20 Juni 2004 tarukan valas
 

GEBYAR


I Made Sukarda

Terinspirasi

MESKI biasa mencipta tari kreasi baru, ternyata I Made Sukarda merasa kesulitan menggarap tari Witning Sekah -- salah satu materi festival gong kebyar anak-anak wakil Kota Denpasar yang akan dipentaskan di Taman Budaya Denpasar, Selasa (22/6) mendatang. Kesulitan itu dirasakannya pada saat menuangkan gerak-gerak baru kepada penari. Padahal, jauh sebelumnya ia sudah memiliki gerak-gerak yang ditata secara apik. Setelah terbentuk garapan secara kasar, akhirnya ia mengaku lega juga.

"Kalau sudah berbentuk secara kasar lebih mudah menatanya. Mudah melakukan penambahan gerak, pengurangan atau menggantinya. Untung saja, pendukungnya kebanyakan penari sudah berpengalaman yang biasa terlibat dalam festival dan lomba. Sehingga tidak terlalu sulit menerimanya," kata guru tari TK, SMK 5 Denpasar dan pelatih tari Sanggar Warini Denpasar yang juga sering terlibat sebagai pelatih di PSR, Porseni dan PKB ini.

Seniman kelahiran Bangli, 31 Desember 1971 yang alumnus STSI (sekarang ISI) Denpasar ini mengatakan, pada kesempatan ini ia terinspirasi dan mengangkat cerita dari budaya luar Bali yaitu dari Cina. Dikatakannya, tari yang berjudul Witning Sekah ini mengisahkan perjalanan hidup raja Bali dengan Ratu Onte dari Cina. Karena tak memiliki keturunan, Ratu Onte merasakan kesedihan yang mendalam yang pada akhirnya meninggal. Namun sebelum meninggal, Ratu Onte ini sempat memohon kepada raja Bali jika ia tiada agar dibuatkan Sekah.

"Melalui cerita ini, saya ingin membuat garapan tari yang belum pernah saya lakukan. Yaitu mengangkat sekah, salah satu alat upacara ngaben, juga mencoba mempergunakan properti payung dan kipas," jelas pelatih tari yang pernah melatih masyarakat Hindu di Lampung (1996) dan mengikuti pelatihan Assesor di PPG Sawangan Jakarta (2003) serta aktif sebagai panitia pergelaran seni tari ini.

uami Ni Luh Gde Norma Astuti, SSn dan ayah dua putri ini mengatakan, gerak-gerak yang digunakan tetap memakai gerakan tari Bali yang dikreasikan. Ada juga yang dipadukan dengan gerak tari dari Cina.

"Musik pengiringnya juga ada yang bernuansa cina, terutama suara sulingnya," ujar langganan penggarap tari festival Gong Kebyar duta kota Denpasar seperti tari Satmya Ruma (1999), Kual (2000), Ekalawya (2001), Pering Gading (2002), dan pembina tari Kebyar Terompong (2003) serta penata tari kreasi Siwa Puja sebagai duta kabupaten Bangli ini. (buda)

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com