kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 26 April 2004

 Opini

 

TAJUK RENCANA

: Kontrak Politik untuk Capres
A R T I K E L : Demokrasi yang Fragmentaris
Oleh Sabam Siagian
Mimbar Agama Buddha : Kehendak Itu Kamma

DIALOG  
INTERAKTIF- BALI POST

: Kemaruk karena Keenakan di Kursi Empuk

        CATATAN

:  

 

  • Pahami Sekaligus Tata Pasar Tradisional
  • Penataan Pasar

    PEMBACA yang budiman, topik bahasan kita mengenai apa yang harus dikerjakan para anggota legislatif dan DPD yang terpilih melalui pemungutan suara tahap pertama 5 April 2004 lalu, kita sudahi dengan ucapan terima kasih kepada Anda yang sudah berpartisipasi. Topik kita berikutnya mengenai penataan pasar.

    Pembaca budiman, keberadaan pasar-pasar di beberapa lokasi di Denpasar maupun di Bali, di satu sisi menjadi tumpuan masyarakat yang ingin berusaha untuk mencari rezeki dengan berjualan. Juga menjadi tumpuan bagi kelompok masyarakat lainnya yang ingin mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari. Sekalipun di kota-kota besar semacam Denpasar keberadaan pasar tradisional sudah diimbangi dengan keberadaan pasar swalayan, pasar tradisional tetap tumbuh menjamur. Tak jarang para pedagang melimpah hingga mengambil sebagian badan jalan, sehingga menghambat kelancaran lalu lintas. Perilaku masyarakat pembeli yang ingin lebih cepat, mudah dan terhadap lebih murah berbelanja pada pedagang di luar areal pasar, juga ikut andil menimbulkan kesemrawutan yang sulit diatasi ini.

    Perkembangan jumlah pedagang yang demikian pesat, membuat lahan pasar seakan selalu kurang. Semua pedagang, yang resmi maupun yang liar ingin mendapat tempat berjualan yang nyaman, terbebas dari kejaran petugas penertiban. Dalam situasi seperti itu seringkali ikut bermain kelompok-kelompok yang menawarkan beking kepada pedagang liar dengan imbalan jasa. Akibatnya, pedagang yang melimpah hingga ke jalan, pasar yang semrawut, makin lekat dengan pemandangan pasar tradisional.

    Perilaku oknum di pasar seringkali menimbulkan ekses tindak kekerasan, karena rebutan retribusi, lahan dan lain-lain. Di sisi lain pihak PD Pasar dan petugas penertiban seakan selalu kalah langkah untuk mengawasi dan menertibkan, baik pedagang maupun kelompok-kelompok orang yang bertindak sebagai beking ini.

    Kondisi seperti ini selalu akan terjadi apabila pemerintah daerah tidak bersikap tegas dalam bertindak terhadap pihak-pihak yang seharusnya ditindak. Pasar akan selalu menimbulkan masalah lingkungan, sosial dan kriminalitas. Diperlukan penataan, pengawasan dan penertiban yang lebih konsisten, tegas, dan tidak pandang bulu.

    Pembaca budiman, apakah Anda mempunyai masukan, apa yang harus dilakukan dalam rangka penataan pasar ini? Apa yang harus dilakukan pemerintah daerah beserta jajarannya dalam rangka menata dan menertibkan pasar tradisional ini, sehingga tidak menimbulkan ekses kemacetan lalau lintas, kesemrawutan dan kriminalitas?

    Sampaikan opini Anda ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, kode pos 80232, sertakan fotokopi identitas yang masih berlaku. Kami tunggu hingga 30 April 2004. Bisa juga mengirim melalui E-mail: balipost@indo.net.id dengan identitas jelas.

     

     

     

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)