kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 23 Pebruari 2004

 Pariwisata


Demi Lancarnya Pelayanan VoA di Ngurah Rai

Kemungkinan Jadwal Penerbangan Diatur Kembali

Denpasar (Bali Post) -
Demi kelancaran pelayanan visa saat kedatangan atau Visa on Arrival (VoA), pengelola Bandar Udara Ngurah Rai tengah mempetimbangkan untuk mengatur kembali jadwal penerbangan. Tindakan ini merupakan jurus pamungkas setelah upaya lain seperti mepenambahan counter dan pengintegrasian layanan VoA dan pemeriksaan imigrasi, menemui jalan buntu.

Demikian isyarat Kepala Cabang PT Angkasa Pura (Kacab PAP) I Bandara Ngurah Rai Gusti Made Dhordy di sela-sela acara puncak HUT ke-40 PAP I di Tuban, Minggu (22/2) kemarin. Selain pemberian penghargaan kepada karyawan teladan dan mitra kerjanya, acara yang dihadiri keluarga besar Kantor Cabang PAP I ini juga diisi dengan hiburan dan berbagai perlombaan.

Menurut Dhordy, setelah pelayanan VoA selama tiga minggu ini dievaluasi, pihaknya bersama jajaran Kantor Imigrasi Ngurah Rai berupaya menyempurnakan teknis pelayanan. PAP I selaku pengelola bandara menyediakan tambahan enam counter layanan VoA untuk menambah sepuluh yang sudah ada. Selain itu, Kantor Imigrasi Ngurah Rai berupaya mengintegrasikan layanan VoA dan pemeriksaan imigrasi dalam satu antrean. Dengan demikian, birokrasi pelayanan menjadi lebih pendek.

Kalau setelah dilakukan langkah-langkah perbaikan seperti itu, antrean masih melampaui batas wajar, pihaknya terpaksa mengatur jadwal penerbangan. "Kalau jurus pamungkas ini terpaksa kami ambil, kami mohon pengertian dari para operator penerbangan. Tetapi, kalau mereka nantinya tak mau diatur lagi dengan alasan golden time, dengan segala keterbatasannya pelayanan (VoA) yang ada harus dimaklumi. Saya kira pelayanan satu setengah menit untuk visa itu sudah maksimal," tandas mantan Kepala Bandara Selaparang, Mataram ini.

Dia menyadari pengaturan kembali jadwal penerbangan akan mendapat reaksi dari operator penerbangan. Pasalnya, jadwal penerbangan telah diatur sedemikian rupa atas pertimbangan bisnis. Belum lagi jadwal penerbangan satu pesawat dalam rute tertentu disesuaikan dengan kedatangan pesawat dari rute lainnya. Peristiwa semacam ini merupakan suatu hal yang lumrah dalam dunia penerbangan yang dikenal dengan connecting flight.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, antrean panjang pada pelayanan VoA terjadi ketika tiga atau empat pesawat landing pada waktu yang nyaris bersamaan. Apalagi kalau pesawatnya jenis badan lebar atau airbus. Pemandangan semacam ini terjadi saban hari pada pukul 12.00 - 14.00 wita. Kalau pesawat landing dalam selisih waktu sekitar 30-60 menit, antrean tidak terlalu panjang.

"Nanti kita lihat dulu apakah dengan penambahan fasilitas serta satu jalurnya VoA dan pemeriksaan imigrasi, masalah ini teratasi atau tidak. Kalau tidak, besar kemungkinan untuk mengatur kembali jadwal penerbangan sehingga ketika landing di Bali tidak pada waktu yang bersamaan. Pertanyaannya, apakah mereka (operator penerbangan-red) mau diatur nggak?" tanya Dhordy.

Ditanya mengenai kekhawatiran kalangan pariwisata bahwa pemberlakuan VoA serta pecabutan BVKS untuk sejumlah negara ini akan mengurangi arus wisman ke Bali, Dhordy belum berani berkomentar. Namun, dengan melihat trend kedatangan wisatawan dari luar negeri dalam tiga minggu permberlakuan VoA, dia optimis Bali tidak akan ditinggalkan wisatawan. "Kita harus yakin, dengan pelayanan yang baik dan penjelasan yang rasional, arus kunjungan wisatawan ke Bali tidak terlalu terpengaruh," imbau IGM Dhordy.

Dalam HUT PAP kemarin, Kacab memberikan penghargaan kepada I Gusti Ngurah Raka sebagai karyawan terbaik. Pada kesempatan itu, sejumlah mitra kerja juga mendapat penghargaan. Antara lain UD Sari Buana, Koperasi Indo Bali, Satria Sedana, Pelita Air Service dan Mandala Airlines. Menurut Dhordy, penghargaan kepada mitra kerja ini atas dasar penilaian tertentu diantaranya kedisiplinan mereka memenuhi kewajibannya kepada PAP I. (056)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)