Demi Lancarnya Pelayanan VoA di Ngurah Rai
Kemungkinan
Jadwal Penerbangan Diatur Kembali
Denpasar
(Bali Post) -
Demi kelancaran pelayanan visa saat kedatangan atau Visa
on Arrival (VoA), pengelola Bandar Udara Ngurah Rai tengah
mempetimbangkan untuk mengatur kembali jadwal penerbangan.
Tindakan ini merupakan jurus pamungkas setelah upaya lain
seperti mepenambahan counter dan pengintegrasian layanan
VoA dan pemeriksaan imigrasi, menemui jalan buntu.
Demikian isyarat
Kepala Cabang PT Angkasa Pura (Kacab PAP) I Bandara Ngurah
Rai Gusti Made Dhordy di sela-sela acara puncak HUT ke-40
PAP I di Tuban, Minggu (22/2) kemarin. Selain pemberian
penghargaan kepada karyawan teladan dan mitra kerjanya,
acara yang dihadiri keluarga besar Kantor Cabang PAP I ini
juga diisi dengan hiburan dan berbagai perlombaan.
Menurut Dhordy,
setelah pelayanan VoA selama tiga minggu ini dievaluasi,
pihaknya bersama jajaran Kantor Imigrasi Ngurah Rai
berupaya menyempurnakan teknis pelayanan. PAP I selaku
pengelola bandara menyediakan tambahan enam counter
layanan VoA untuk menambah sepuluh yang sudah ada. Selain
itu, Kantor Imigrasi Ngurah Rai berupaya mengintegrasikan
layanan VoA dan pemeriksaan imigrasi dalam satu antrean.
Dengan demikian, birokrasi pelayanan menjadi lebih pendek.
Kalau setelah
dilakukan langkah-langkah perbaikan seperti itu, antrean
masih melampaui batas wajar, pihaknya terpaksa mengatur
jadwal penerbangan. "Kalau jurus pamungkas ini
terpaksa kami ambil, kami mohon pengertian dari para
operator penerbangan. Tetapi, kalau mereka nantinya tak
mau diatur lagi dengan alasan golden time, dengan segala
keterbatasannya pelayanan (VoA) yang ada harus dimaklumi.
Saya kira pelayanan satu setengah menit untuk visa itu
sudah maksimal," tandas mantan Kepala Bandara
Selaparang, Mataram ini.
Dia menyadari
pengaturan kembali jadwal penerbangan akan mendapat reaksi
dari operator penerbangan. Pasalnya, jadwal penerbangan
telah diatur sedemikian rupa atas pertimbangan bisnis.
Belum lagi jadwal penerbangan satu pesawat dalam rute
tertentu disesuaikan dengan kedatangan pesawat dari rute
lainnya. Peristiwa semacam ini merupakan suatu hal yang
lumrah dalam dunia penerbangan yang dikenal dengan
connecting flight.
Sebagaimana
diberitakan sebelumnya, antrean panjang pada pelayanan VoA
terjadi ketika tiga atau empat pesawat landing pada waktu
yang nyaris bersamaan. Apalagi kalau pesawatnya jenis
badan lebar atau airbus. Pemandangan semacam ini terjadi
saban hari pada pukul 12.00 - 14.00 wita. Kalau pesawat
landing dalam selisih waktu sekitar 30-60 menit, antrean
tidak terlalu panjang.
"Nanti kita
lihat dulu apakah dengan penambahan fasilitas serta satu
jalurnya VoA dan pemeriksaan imigrasi, masalah ini
teratasi atau tidak. Kalau tidak, besar kemungkinan untuk
mengatur kembali jadwal penerbangan sehingga ketika
landing di Bali tidak pada waktu yang bersamaan.
Pertanyaannya, apakah mereka (operator penerbangan-red)
mau diatur nggak?" tanya Dhordy.
Ditanya mengenai
kekhawatiran kalangan pariwisata bahwa pemberlakuan VoA
serta pecabutan BVKS untuk sejumlah negara ini akan
mengurangi arus wisman ke Bali, Dhordy belum berani
berkomentar. Namun, dengan melihat trend kedatangan
wisatawan dari luar negeri dalam tiga minggu permberlakuan
VoA, dia optimis Bali tidak akan ditinggalkan wisatawan.
"Kita harus yakin, dengan pelayanan yang baik dan
penjelasan yang rasional, arus kunjungan wisatawan ke Bali
tidak terlalu terpengaruh," imbau IGM Dhordy.
Dalam HUT PAP
kemarin, Kacab memberikan penghargaan kepada I Gusti
Ngurah Raka sebagai karyawan terbaik. Pada kesempatan itu,
sejumlah mitra kerja juga mendapat penghargaan. Antara
lain UD Sari Buana, Koperasi Indo Bali, Satria Sedana,
Pelita Air Service dan Mandala Airlines. Menurut Dhordy,
penghargaan kepada mitra kerja ini atas dasar penilaian
tertentu diantaranya kedisiplinan mereka memenuhi
kewajibannya kepada PAP I. (056)
|