Perseden
hanya Menang Tipis
Denpasar
(Bali Post) -
Grafik penampilan Perseden menurun pada partai kedua
melawan Persigo Gorontalo dalam lanjutan kompetisi Divisi
I Liga Indonesia X/2004 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar,
Minggu (22/2) kemarin. Namun, beruntung Alexander Saununu
dan kawan-kawan masih mampu meraih poin penuh berkat
kemenangan tipis 2-1 (0-0) atas tim tamu Persigo Gorontalo.
Sejak kick-off, pemain Perseden berhasil mengurung
lawannya dan menghasilkan seabrek peluang emas. Tembakan
spekulasi David Rizal menyamping beberapa meter ke kanan
gawang Persigo yang dikawal Rolly Yasin. Tembakan play
maker gaek Alex Saununu membentur mistar. Pada menit ke-9
giliran Kalemen gagal memanfaatkan bola muntah dari
pelukan kiper Rolly. Setelah itu, sundulan gelandang
Claudio Villian berhasil ditangkap penjaga gawang Rolly.
Memasuki babak kedua, Kalemen ditarik digantikan Marwan
Lestaluhu. Perseden memperoleh beberapa kesempatan emas
lagi, namun tetap terbuang percuma. Gara-gara tak kunjung
membuat gol, pemain belakang Perseden mulai frustrasi.
Puncaknya pada menit ke-51. Stoper Jack Kuswanto yang
bermaksud membuang bola keluar malah meluncur ke gawang
Made Wirawan.
Tertinggal satu gol,
skuad tim Laskar Catur Muka bangkit kembali. Marwan
bahu-membahu bersama Zulkarnaen menggedor benteng Persigo.
Pada menit ke-60, kerja sama apik keduanya diselesaikan
Claudio untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Pelatih Perseden
Tukijan Teguh lalu memasukkan penyerang ketiga Eko Ribowo
menggantikan gelandang Rudi Hermawan. Tampilnya Eko
terbukti ampuh. Sundulannya pada menit ke-83 menghasilkan
gol kemenangan Perseden. Tukijan Teguh menyesalkan
banyaknya peluang emas yang gagal menjadi gol di babak
pertama. ''Finishing anak-anak lemah,'' katanya usai
pertandingan. Atas sukses ini, pemain Perseden diguyur
bonus permanen Rp 10.850.000, ditambah Rp 3 juta dari
manajer tim IB Dirga dan Rp 2 juta sumbangan asisten
manajer Tri Dwi Hantoro.
Manajer Tim Persigo
Haji Saleh Memeto menilai asuhannya lebih unggul dari segi
permainan. Ia mengaku kurang puas dengan sikap wasit yang
kurang tegas memimpin jalannya pertandingan. ''Pemain kami
banyak dikasari lawan, tetapi didiamkan oleh wasit,''
ungkapnya kesal. (022)
|