kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 23 Pebruari 2004

 Nusantara


DB Meningkat, sudah 235 Meninggal

Jakarta (Bali Post) -
Jumlah penderita dan korban meninggal dunia akibat demam berdarah (DB) di seluruh Indonesia makin meningkat. Wabah tersebut tersebar di 19 propinsi. Data yang dikeluarkan Departemen Kesehatan (Depkes) sejak Januari 2004 hingga Minggu (22/2) kemarin, tercatat 11.721 orang terserang DB dan 235 orang di antaranya meninggal dunia. Menurut staf Humas Depkes Sumardi, angka kematian tertinggi masih ada di wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan laporan yang masuk, hingga Sabtu (21/2) tercatat korban yang meninggal mencapai 46 jiwa.

Banyaknya korban jiwa disebabkan penderita yang dibawa ke RS sudah dalam kondisi parah dengan kadar trombosit (komponen pembeku darah-red) rendah. Akibat keterlambatan itu, penderita tak bisa menyerap cairan infus yang diberikan. Makanya, dianjurkan kepada masyarakat agar sesegera mungkin memeriksakan penderita demam berdarah ke RS setempat. ''Terlambat sedikit saja, risikonya sangat besar,'' tandasnya.

Sementara itu, menurut Direktur Pemberantasan Penyakit Depkes Thomas Suroso, jumlah penderita dan korban meninggal dunia akibat demam berdarah pada tahun ini mengalami peningkatan. Hal itu terjadi dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini. Tetapi, memasuki 2004 korbannya paling banyak. ''Demam berdarah juga mengalami siklus peningkatan untuk jumlah korban. Di beberapa negara tetangga, trend meningkat terjadi 2-3 tahun sekali. Namun, siklus ini juga tidak tetap, seperti yang terjadi di Indonesia. Meningkatnya jumlah korban tahun ini sangat berhubungan dengan perubahan cuaca yang cukup terasa saat ini. Terutama dengan tingkat kelembaban, suhu udara serta curah hujan yang tinggi,'' jelasnya.

Diprediksikan hingga 2-3 bulan mendatang jumlah korban akan meningkat. Tetapi, berdasarkan hitungan, bisa saja antara 4-5 bulan wabah ini akan hilang. Cara yang cepat untuk mengatasinya dengan teknik pengasapan (fogging), tetapi terbentur biaya dan banyak kelemahan. Sebab, pengasapan efektif untuk dua hari. Jika pengasapan berhenti, dalam tempo 7-10 hari nyamuk menjadi dewasa dan siap menyerang. Biaya pengasapan untuk radius 100 meter saja bahan baku malation berkadar 90 persen sebanyak 15 liter dan solar sebanyak 225 liter sebagai pencampur, harganya bisa mencapai Rp 3 juta. ''Makanya, untuk mengatasinya pemerintah lebih memfokuskan pada kampanye program 3M. Dengan menguras, menutup dan mengubur barang-barang penampung air yang menjadi tempat berkembangnya nyamuk pembawa virus deman berdarah, demam berdarah bisa ditanggulangi sedini mungkin,'' jelas Suroso. (kmb7/kmb3)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)