kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 23 Pebruari 2004

 Bali


Tuntutan tak Terpenuhi

Warga Kutuh Demo di Depan Four Seasons

Gianyar (Bali Post) -
Ratusan warga Banjar Kutuh, Sayan, Ubud berdemonstarsi di jalan depan Four Seasons Resort, menyusul belum terpenuhinya tuntutan mereka oleh pihak hotel bersangkutan, Sabtu (21/2) malam. Aksi unjuk rasa tersebut juga dibarengi warga dengan melakukan perusakan terhadap jalan keluar masuk hotel. Puluhan aparat Polres Gianyar dan Polsek Ubud pun diturunkan untuk menghalau sekitar 500-an warga tersebut, termasuk Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Parsana.

Di hadapan massa, Kapolres mencoba memberi peringatan-peringatan dan imbauan agar warga tidak lagi melakukan perusakan untuk memenuhi tuntutan mereka. Karena masih ada jalan lain yang lebih santun untuk memecahkan permasalahan tersebut, yakni duduk bersama untuk menghasilkan kesepakatan.

Dikatakan Kapolres, aksi unjuk rasa dengan melakukan perusakan terhadap fasilitas umum bahkan hingga mengganggu jalur lalu lintas merupakan aksi yang dapat ditindak secara hukum.

Namun sayang, meski berkali-kali peringatan itu disampaikan, ternyata tak digubris. Warga tak menghiraukan peringatan itu dan terus melanjutkan aksinya dengan menggesek-gesekkan botol minuman mineral ke aspal sambil menyanyikan lagu yang biasa dinyanyikan suporter sepak bola ''ole-ole''. Mereka juga balik meneriaki dan menghujat Kapolres.

Tetapi, Kapolres yang sempat beberapa tahun bertugas di Kota Bandung itu tak putus asa. Ia terus berupaya menenangkan dan memberi penjelasan-penjelasan kepada warga. ''Lebih baik pulang sekarang daripada harus memohon dipulangkan setelah ditindak aparat. Karena sekecil apa pun kerusakan yang terjadi, aparat tetap akan menindak oknum yang melakukan,'' ungkapnya.

Kapolres kemudian melobi Klian Banjar Adat setempat, Wayan Sinteg, untuk membubarkan warga. Sinteg akhirnya meminta warganya untuk membubarkan diri, karena tidak ada pertemuan dengan pihak hotel malam itu, dan pertemuan akan dilakukan setelah menemukan waktu yang tepat.

Walau agak berat hati, warga yang berunjuk rasa sejak pukul 18.00 wita itu akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 22.00 wita.

Berdasarkan informasi di TKP, aksi tersebut dilakukan akibat tidak terpenuhinya tuntutan warga oleh pihak hotel, di antaranya tuntutan uang 2.500 dolar AS yang diserahkan pihak hotel kepada banjar setempat setiap bulan. Di samping juga tuntutan beras dan daging babi seberat masing-masing 200 kg untuk setiap pelaksanaan piodalan pada sejumlah pura yang ada di banjar bersangkutan.

Pihak hotel mengaku hanya mampu memberi sumbangan sebesar Rp 10 juta (sebelumnya Rp 6,4 juta) per bulan dengan bantuan beras dan daging babi setiap piodalan seberat masing-masing 100 kg.

Sementara itu, setelah pengunjuk rasa membubarkan diri, tampak puluhan aparat kembali memperbaiki jalan keluar masuk hotel yang dirusak warga. (bal)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)