kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 23 Pebruari 2004

 Bali


Berikan Pernyataan Kontroversial Winasa 
Dilaporkan ke Polisi

Negara (Bali Post) -
Pernyataan Bupati Jembrana I Gede Winasa di sebuah media cetak yang terbit Jumat (20/2) lalu membuat sejumlah warga Tegal Cangkring, Mendoyo tersinggung. Pernyataan kontroversial Winasa antara lain menyinggung soal Partai Komunis Indonesia (PKI). Sekitar 50 warga pun mengadakan pertemuan di Balai Desa Tegal Cangkring, Sabtu (21/2) lalu dipimpin Kades Tegal Cangkring Wayan Miarda. Pada kesempatan itu pula Bupati Jembrana Winasa langsung menyampaikan permintaan maaf.

Ternyata mereka belum puas dengan permantaan maaf Bupati itu. Selanjutnya, Kades Tegal Cangkring bersama Ketua BPD Putu Darmada dan beberapa warga datang ke Polres Jembrana melaporkan Winasa.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI-P Jembrana ini dilaporkan karena telah melakukan penghinaan sesuai pasal 310 KUHP dengan nomor laporan Lap/22/K/II/2004 Polres Jembrana. Sebagai saksi dalam laporan tersebut adalah Putu Darmada dan Made Sukirta. ''Setelah membaca berita tentang pernyataan Winasa yang intinya mengatakan selain Guru Lagas - ayah Winasa--semuanya PKI, warga sangat berkeberatan. Keberatan ini muncul saat masyarakat berkumpul di Pura Puseh,'' jelas Miarda.

Winasa yang dimintai konfirmasi Minggu (22/2) kemarin tentang pelaporan dirinya ke Polres Jembrana tidak mau berkomentar panjang. ''Saya tidak mau memberikan komentar apa-apa terkait pelaporan ini,'' ujarnya. Sebelumnya, Winasa mengaku tidak pernah mengatakan masyarakat Tegal Cangkring PKI, dia hanya menekankan kalau keluarganya adalah orang PNI.

Dalam pertemuan di Balai Desa, Klian Adat Banjar Delod Bale Agung Ketut Mastra sempat diusir warga. Mastra yang mencoba menjelaskan persoalan sehubungan dengan pemanggilan enam kadus ke rumah Winasa dituding membela Winasa. Karena itulah suasana jadi memanas.

Dalam pertemuan itu, beberapa warga sempat berorasi menyampaikan unek-uneknya, salah satunya adalah Ngurah Hartono. Ketua Forum Garda Republik yang juga warga Tegal Cangkring ini minta Winasa dihadirkan sekaligus minta maaf di depan warga.

Upaya mendatangkan Winasa sempat molor, karena dia sedang ada di kantor. Mereka yang turut ''menjemput'' Winasa antara lain Kades dan Ketua BPD. Setelah melakukan perundingan, Winasa akhirnya bersedia datang.

Di depan warga, Winasa menyampaikan kronologi kejadian, melakukan klarifikasi serta menyampaikan permintaan maaf. Soal tulisan yang ada di buku biografinya, ''Anak Desa Penantang Zaman'' pun akan diklarifikasi. Dalam buku terbitan Komunitas Kertas Budaya itu halaman 18-19 tertulis, bahwa Guru Lagas adalah satu-satunya orang PNI di Tegal Cangkring, sementara di kanan kiri arus politik begitu derasnya menggulung masyarakat dengan ideologi komunis. Winasa mempertanyakan apakah permintaan maafnya diterima warga. Sebagian warga menyambut dengan koor ''terima'' dan membubarkan diri. Namun ada yang belum puas dengan klarifikasi ini dan melaporkan ke Polres Jembrana. (wah)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)