Cak Roes Ulang Tahun Ke-90--
Kritik
Mega dan SBY
Jakarta
(Bali Post) -
Rabu (24/11) kemarin merupakan hari ulang tahun ke-90
tokoh nasionalis dan pelaku sejarah Roeslan Abdulgani (Cak
Roes). Di usia senjanya, 90 tahun, Cak Roes tetap saja
menampakkan keceriaan dan lantang bicara.
Kritiknya tak pernah
ditutup-tutupi. Bagi Cak Roes, bicara apa adanya merupakan
ciri khasnya sejak dulu. ''SBY itu boros,'' begitu Cak
Roes membuka pernyataannya Rabu kemarin di kediamannya di
Jalan Diponegoro 11 Menteng, Jakarta Pusat.
Cak Roes menuturkan
keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke
Cili untuk menghadiri KTT APEC dengan diikuti sekitar 72
orang merupakan pemborosan uang negara. Di saat bangsa
Indonesia terlilit utang luar negeri yang menumpuk, Cak
Roes berharap Presiden Yudhoyono melakukan efisiensi
besar-besaran. ''Seharusnya SBY itu melakukan efisiensi.
Negara ini kan utangnya banyak, lho kok malah ke luar
negeri pakai rombongan besar,'' katanya.
Kritik kepada SBY
ini juga merupakan pesannya kepada bangsa dan negara.
Pemerintahan ini harus dikelola secara efektif dan efisien.
Cak Roes juga
melakukan kritik kepada ''anak kesayangannya'' yang
akhir-akhir ini dinilai ''sedikit nakal'' yakni Megawati
Soekarnoputri. Ia mengatakan dulu pernah menyarankan
kepada Megawati agar menjadi tokoh bangsa dan negarawan
yang baik. Saran itu diungkapkan karena banyak kritik atas
kepemimpinan Mega di partai dan pemerintahan, yaitu
sebagai presiden dan Ketua Umum PDI-P. Rupanya saran ini
tidak didengar. Makanya, ketika kalah dalam pemilihan
presiden lalu, Mega perlu mengambil hikmahnya. Hikmah dan
pelajaran atas peristiwa masa lalu.
Kata Cak Roes, untuk
ke depan, apakah perlu Mega tampil lagi sebagai Ketua Umum
PDI-P ataukah tidak, itu terserah peserta kongres. ''Kongreslah
yang menentukan. Jadi, terserah kongres saja,'' tuturnya.
Namun, Cak Roes
menuturkan, sebenarnya Megawati itu didorong-dorong oleh
para pembisik. Mereka itu orang yang memiliki kepentingan
di belakang tampilnya kembali Megawati sebagai ketua umum.
Jika Mega terpilih maka kepentingannya akan tetap
terpelihara. Minimal, jika Mega ketua, mereka masih
menjabat di jajaran petinggi DPP PDI-P. Sebaliknya, jika
Mega tidak mau menjadi Ketua Umum PDI-P, orang-orang yang
disebut para pembisik itu akan jatuh juga.
Di usinya yang ke-90
ini, Cak Roes mendapat banyak ucapan selamat dari kawan,
kolega, dan sesama tokoh bangsa. Di antaranya datang dari
mantan Gubernur DKI Ali Sadikin, mantan Menteri Lingkungan
Hidup dan Transmigrasi Emil Salim, Sri Edi Swasono, dan
masih banyak lagi. Karangan bunga ucapan selamat ulang
tahun pun seabrek mengelilingi halaman rumahnya. Cak Roes
belum lama ini juga sering dikunjungi Presiden Yudhoyono
secara informal. (kmb7/039)
|