kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 25 Nopember 2004

 Politik


Cak Roes Ulang Tahun Ke-90--

Kritik Mega dan SBY

Jakarta (Bali Post) -
Rabu (24/11) kemarin merupakan hari ulang tahun ke-90 tokoh nasionalis dan pelaku sejarah Roeslan Abdulgani (Cak Roes). Di usia senjanya, 90 tahun, Cak Roes tetap saja menampakkan keceriaan dan lantang bicara.

Kritiknya tak pernah ditutup-tutupi. Bagi Cak Roes, bicara apa adanya merupakan ciri khasnya sejak dulu. ''SBY itu boros,'' begitu Cak Roes membuka pernyataannya Rabu kemarin di kediamannya di Jalan Diponegoro 11 Menteng, Jakarta Pusat.

Cak Roes menuturkan keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Cili untuk menghadiri KTT APEC dengan diikuti sekitar 72 orang merupakan pemborosan uang negara. Di saat bangsa Indonesia terlilit utang luar negeri yang menumpuk, Cak Roes berharap Presiden Yudhoyono melakukan efisiensi besar-besaran. ''Seharusnya SBY itu melakukan efisiensi. Negara ini kan utangnya banyak, lho kok malah ke luar negeri pakai rombongan besar,'' katanya.

Kritik kepada SBY ini juga merupakan pesannya kepada bangsa dan negara. Pemerintahan ini harus dikelola secara efektif dan efisien.

Cak Roes juga melakukan kritik kepada ''anak kesayangannya'' yang akhir-akhir ini dinilai ''sedikit nakal'' yakni Megawati Soekarnoputri. Ia mengatakan dulu pernah menyarankan kepada Megawati agar menjadi tokoh bangsa dan negarawan yang baik. Saran itu diungkapkan karena banyak kritik atas kepemimpinan Mega di partai dan pemerintahan, yaitu sebagai presiden dan Ketua Umum PDI-P. Rupanya saran ini tidak didengar. Makanya, ketika kalah dalam pemilihan presiden lalu, Mega perlu mengambil hikmahnya. Hikmah dan pelajaran atas peristiwa masa lalu.

Kata Cak Roes, untuk ke depan, apakah perlu Mega tampil lagi sebagai Ketua Umum PDI-P ataukah tidak, itu terserah peserta kongres. ''Kongreslah yang menentukan. Jadi, terserah kongres saja,'' tuturnya.

Namun, Cak Roes menuturkan, sebenarnya Megawati itu didorong-dorong oleh para pembisik. Mereka itu orang yang memiliki kepentingan di belakang tampilnya kembali Megawati sebagai ketua umum. Jika Mega terpilih maka kepentingannya akan tetap terpelihara. Minimal, jika Mega ketua, mereka masih menjabat di jajaran petinggi DPP PDI-P. Sebaliknya, jika Mega tidak mau menjadi Ketua Umum PDI-P, orang-orang yang disebut para pembisik itu akan jatuh juga.

Di usinya yang ke-90 ini, Cak Roes mendapat banyak ucapan selamat dari kawan, kolega, dan sesama tokoh bangsa. Di antaranya datang dari mantan Gubernur DKI Ali Sadikin, mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Transmigrasi Emil Salim, Sri Edi Swasono, dan masih banyak lagi. Karangan bunga ucapan selamat ulang tahun pun seabrek mengelilingi halaman rumahnya. Cak Roes belum lama ini juga sering dikunjungi Presiden Yudhoyono secara informal. (kmb7/039)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)