kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 25 Nopember 2004

 Nusantara


Tes CPNS di Berbagai Daerah--

Di Jakarta Kacau, di Jatim Ditunda

Jakarta (Bali Post) -
Tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Jakarta terjadi kekacauan. Tes untuk masuk Departemen Kesehatan dan RS Cipto Mangunkusumo yang dipusatkan di Gelora Bung Karno (GBK) kekurangan lembar soal dan lembar jawaban hingga ribuan. Akibatnya, peserta berebut soal ujian. Selain itu, peserta tes juga menggunakan lembar jawaban darurat.

Lain lagi di Jatim dan Jawa Barat. Di Jatim pelaksanaan testing ditunda karena soal tak selesai dicetak. Sementara di Jawa Barat, ada beberapa daerah tak bisa melaksanakan tes Rabu kemarin, karena soal tak sampai akibat gangguan cuaca. Koordinator Penyelenggara Tes CPNS di Gelora Bung Karno, Sutanto, mengaku angkat tangan. ''Ini semua kewenangan BKN. Kami hanya menerima soal saja. Memang, kami akui ini kurang koordinasi. Saya juga akan protes keras,'' ujarnya.

Semrawutnya tes CPNS di GBK itu berawal dari lembar soal untuk tes susbtansi kesehatan yang tidak dibagi rata. Ribuan peserta yang duduk di sekitar 24 sektor, sekitar 5 sektor di antaranya tidak mendapatkan soal tes ketiga. Kata Sutanto, ketidaktersediaan soal itu akibat panitia penyelenggara tidak menerima kiriman soal sesuai kebutuhan. Panitia kemudian mengumumkan bahwa tes substansi kesehatan dianggap tidak ada. Peserta yang mengisi dua tes, yaitu pengetahuan umum dan psikotes dianggap telah ikut ujian. Setelah diumumkan demikian banyak peserta yang keluar ruangan. Tetapi, ketika panitia membagikan sisa soal, peserta berebut kembali.

Rini Astuti, peserta yang berada di sektor 13, mengaku telah menyelesaikan seluruh soal lengkap. Di sektor 13, semua lembar soal lengkap, begitu juga lembar jawabannya. Dia hanya berharap seleksi penerimaan PNS ini dilakukan secara transparan dan tidak ''main belakang''.

Ditunda

Sementara itu, tes CPNS di berbagai daerah di Jatim juga kacau. Ini akibat keterlambatan pencetakan dan distribusi materi tes. Gubernur Jatim Imam Utomo akhirnya memutuskan untuk menunda tes hingga 1 Desember mendatang. Penundaan tersebut disampaikan Gubernur Imam Utomo di sela-sela melakukan sidak di percetakan PT Puri (Grup PT Panca Wira Usaha) di Jalan Tanjung Anom.

Gubernur mengatakan tes penerimaan CPNS di lingkungan kabupaten/kota dan Pemprop Jatim ditunda karena terdapat kesalahan teknis pada percetakan. Soal penundaan itu, pihaknya sudah melapor kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla.

Imam Utomo menyatakan pihaknya sudah memberikan teguran serta meminta pertanggungjawaban kepada pihak percetakan tentang keterlambatan ini. ''Saya sudah minta Bupati dan Wali Kota bahwa ada beberapa kesalahan teknis dari percetakan. Nanti akan kita periksa.''

Dituntut Mundur

Ditundanya tes CPNS di Banyuwangi ternyata menimbulkan reaksi. Kabar penundaan itu memicu kekesalan dari tujuh ribu peserta. Mereka menumpahkan kekesalannya itu dengan menggelar long march dari lokasi tes ke gedung DPRD Banyuwangi. Di gedung wakil rakyat ini, mereka mendesak Pemkab Banyuwangi bertanggung jawab dan menjelaskan secara detail alasan pembatalan tersebut.

''Kalau memang mau dibatalkan, kenapa tidak kemarin-kemarin kami diberi tahu. Kok mendadak seperti ini,'' ujar Ario, peserta seleksi CPNS dari Kecamatan Pesanggaran.

Menurutnya, indikasi bakal dibatalkannya seleksi penerimaan CPNS kemarin itu sudah dirasakan sejak pukul 07.00 WIB. Saat itu, kata Ario, panitia mengumumkan bahwa pelaksanaan tes pukul 09.00 WIB. Pukul 09.00 WIB muncul pengumuman lagi bahwa tes dilaksanakan pukul 11.00 WIB. Karena kuatnya keinginan menjadi PNS, mereka bertahan di lokasi tes meski belum ada penjelasan resmi mengapa tes ditunda. Tepat pukul 10.50 WIB mereka dikejutkan oleh pengumuman ketiga bahwa seleksi penerimaan CPNS ditunda dengan waktu yang belum ditentukan.

Pengumuman itu membuat mereka marah. Mereka mendatangi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk meminta penjelasan. Namun, Kepala BKD Drs. H. Suryanto, M.M. tidak berada di tempat. Mereka akhirnya bergerak ke gedung DPRD, agar wakil rakyat itu memanggil Kepala BKD dan Ketua Panitia.

''Kalau Kepala BKD dan Ketua Panitia tidak hadir, suruh mundur saja. Karena sudah menelantarkan kami, rakyat kecil ini,'' teriak salah seorang peserta. Pukul 13.30 WIB, kedua pejabat yang ditunggu itu hadir di gedung DPRD. Ketua Panitia Seleksi Penerimaan CPNS Kabupaten Banyuwangi Drs. H. Soedjiharto, M.M. menjelaskan, seleksi CPNS tahun ini ditangani pemerintah pusat. Banyuwangi dan kabupaten/kota lain di Indonesia hanya menjadi pelaksana. Sehingga penundaan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, karena naskah tes dibuat oleh masing-masing propinsi. (gik/059/kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)