kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 25 Nopember 2004

 Mancanegara


Iran Tidak akan Hancurkan Program Nuklirnya

Beijing -
Iran tidak akan menghancurkan program nuklirnya dan menjanjikan bahwa aktivitas pengayaan uranium itu tidak diarahkan ke teknologi senjata. "Iran siap memberikan jaminan bahwa aktivitas pengayaan uranium itu tidak akan dialihkan," kata Seyev Hossein Mousavian, kepala negosiasi Iran dengan Badan Energi Atom Internasional, di Beijing, Rabu (24/11) kemarin.

Iran seharusnya mempunyai hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Hak tersebut diberikan tanpa ada diskriminasi. Oleh karena itu penghancuran itu tidak bisa diterima, kata Mousavian dalam sebuah wawancara. Ia melawat ke Beijing untuk mendapat dukungan dari pemerintah Cina setelah Teheran dituduh Washington menggunakan program energi atom untuk kepentingan sipil secara diam-diam digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran membantah dengan tegas tuduhan AS itu, katanya.

Iran telah membuka seluruh fasilitas nuklir dan militer untuk dikunjungi peninjau internasional. Iran juga telah berusaha keras untuk bekerjasama dan Amerika seharusnya tidak memunculkan tuntutan tambahan atau pun melemahkan konvensi internasional.

Mousavians menuduh AS menerapkan standar ganda soal nuklir di Timur Tengah dengan menutup mata pada program nuklir Israel. "Kita berharap Amerika meninggalkan kebijakan mendua di Timur Tengah dan menekan Iran," lanjut Mousavian.

AS menekan IAEA untuk membawa kasus nuklir Iran itu ke sidang Dewan Keamanan PBB. Besar kemungkinan, Iran akan mendapat sanksi bila kasus itu sampai ke DK PBB.

Sebelum digelar sidang IAEA di Wina, Iran menyatakan per Senin aktivitas pengayaan nuklir termasuk pembuatan gas uranium dan pembangunan sentrifugal, dihentikan sebagai pemenuhan atas kesepakatan dengan 3 negara Eropa Inggris, Prancis dan Jerman. Penghentian itu juga sebagai jalan agar Iran tidak dikenai sanksi PBB.

IAEA yang merupakan badan pengamat nuklir PBB, telah membentuk tim untuk mencari kejelasan kerjasama Iran dengan persetujuan itu. Dirjend IAEA Mohamed ElBaradei akan mengajukan laporan itu ke dewan dalam pertemuan Kamis ini di Wina.

Mousavian meinggalkan Beijing dan menuju Wina untuk menghadiri pertemuan itu. Ia yakin kasusu itu tidak akan dibawa ke Sidang DK PBB.(yud/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)