Iran Tidak akan
Hancurkan Program Nuklirnya
Beijing -
Iran tidak akan menghancurkan program nuklirnya dan
menjanjikan bahwa aktivitas pengayaan uranium itu tidak
diarahkan ke teknologi senjata. "Iran siap memberikan
jaminan bahwa aktivitas pengayaan uranium itu tidak akan
dialihkan," kata Seyev Hossein Mousavian, kepala
negosiasi Iran dengan Badan Energi Atom Internasional, di
Beijing, Rabu (24/11) kemarin.
Iran seharusnya
mempunyai hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk
tujuan damai. Hak tersebut diberikan tanpa ada
diskriminasi. Oleh karena itu penghancuran itu tidak bisa
diterima, kata Mousavian dalam sebuah wawancara. Ia
melawat ke Beijing untuk mendapat dukungan dari pemerintah
Cina setelah Teheran dituduh Washington menggunakan
program energi atom untuk kepentingan sipil secara
diam-diam digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Iran membantah dengan tegas tuduhan AS itu, katanya.
Iran telah membuka
seluruh fasilitas nuklir dan militer untuk dikunjungi
peninjau internasional. Iran juga telah berusaha keras
untuk bekerjasama dan Amerika seharusnya tidak memunculkan
tuntutan tambahan atau pun melemahkan konvensi
internasional.
Mousavians menuduh
AS menerapkan standar ganda soal nuklir di Timur Tengah
dengan menutup mata pada program nuklir Israel. "Kita
berharap Amerika meninggalkan kebijakan mendua di Timur
Tengah dan menekan Iran," lanjut Mousavian.
AS menekan IAEA
untuk membawa kasus nuklir Iran itu ke sidang Dewan
Keamanan PBB. Besar kemungkinan, Iran akan mendapat sanksi
bila kasus itu sampai ke DK PBB.
Sebelum digelar
sidang IAEA di Wina, Iran menyatakan per Senin aktivitas
pengayaan nuklir termasuk pembuatan gas uranium dan
pembangunan sentrifugal, dihentikan sebagai pemenuhan atas
kesepakatan dengan 3 negara Eropa Inggris, Prancis dan
Jerman. Penghentian itu juga sebagai jalan agar Iran tidak
dikenai sanksi PBB.
IAEA yang merupakan
badan pengamat nuklir PBB, telah membentuk tim untuk
mencari kejelasan kerjasama Iran dengan persetujuan itu.
Dirjend IAEA Mohamed ElBaradei akan mengajukan laporan itu
ke dewan dalam pertemuan Kamis ini di Wina.
Mousavian
meinggalkan Beijing dan menuju Wina untuk menghadiri
pertemuan itu. Ia yakin kasusu itu tidak akan dibawa ke
Sidang DK PBB.(yud/afp)
|