kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 25 Nopember 2004

 Ekonomi


Bank Diminta Tingkatkan Penyaluran Kredit

Denpasar (Bali Post) -
Bank diminta lebih meningkatkan lagi fungsi intermediasinya untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Sebab, saat ini tingkat penyaluran kredit dinilai belum optimal dibandingkan dana yang dihimpun bank. Demikian diungkapkan Pamuji mewakili Bank Indonesia (BI) Denpasar saat menghadiri peresmian kantor cabang pembantu Bank Internasional Indonesia (BII), Rabu (24/11) kemarin.

Menurut Pamuji, dana pihak ketiga yang dihimpun bank di Bali mengalami kenaikan yang cukup besar yakni hingga 15 persen. Kredit yang tersalur pun cukup tinggi peningkatannya yakni 11 persen lebih. Namun, jumlah itu dinilai belum optimal. Sebab, LDR (Loan to Deposit Ratio) masih sekitar 50 persen.

Artinya, dana yang dihimpun bank baru sekitar separonya tersalur dalam bentuk kredit. Idealnya LDR harus ditingkatkan. Menurut mantan Pemimpin BI Denpasar Lukman Boenjamin, LDR mestinya sekitar 90 persen. Untuk itu, Pamuji minta bank-bank melakukan berbagai terobosan dengan menggali potensi ekonomi di masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa semakin meningkat. Ditambahkan, pariwisata Bali yang menjadi basis ekonomi masyarakat sudah semakin baik. Karena itu, bank mesti meresponsnya dengan baik.

Sementara itu, Regional Head BII Djaja Sutandar mengatakan optimisnya penyaluran kredit akan bisa ditingkatkan dengan semakin pulihnya ekonomi masyarakat. Bahkan, dia menambahkan, melihat trend penggunaan kredit lebih banyak ke konsumtif, maka penyaluran pinjaman akan meningkat.

Ditanya soal masih rendahnya LDR, menurut Djaja, semata karena masyarakat kini lebih banyak menggunakan dana miliknya untuk investasi. Terbukti plafon kredit yang disediakan bank tak seluruhnya dimanfaatkan nasabah. ''Dengan suku bunga simpanan sekarang, sebagian nasabah memilih memanfaatkan dana sendiri untuk kegiatan usahanya,'' jelasnya. (031)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)