Bank Diminta
Tingkatkan Penyaluran Kredit
Denpasar
(Bali Post) -
Bank diminta lebih meningkatkan lagi fungsi
intermediasinya untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi di
masyarakat. Sebab, saat ini tingkat penyaluran kredit
dinilai belum optimal dibandingkan dana yang dihimpun
bank. Demikian diungkapkan Pamuji mewakili Bank Indonesia
(BI) Denpasar saat menghadiri peresmian kantor cabang
pembantu Bank Internasional Indonesia (BII), Rabu (24/11)
kemarin.
Menurut Pamuji, dana
pihak ketiga yang dihimpun bank di Bali mengalami kenaikan
yang cukup besar yakni hingga 15 persen. Kredit yang
tersalur pun cukup tinggi peningkatannya yakni 11 persen
lebih. Namun, jumlah itu dinilai belum optimal. Sebab, LDR
(Loan to Deposit Ratio) masih sekitar 50 persen.
Artinya, dana yang
dihimpun bank baru sekitar separonya tersalur dalam bentuk
kredit. Idealnya LDR harus ditingkatkan. Menurut mantan
Pemimpin BI Denpasar Lukman Boenjamin, LDR mestinya
sekitar 90 persen. Untuk itu, Pamuji minta bank-bank
melakukan berbagai terobosan dengan menggali potensi
ekonomi di masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa
semakin meningkat. Ditambahkan, pariwisata Bali yang
menjadi basis ekonomi masyarakat sudah semakin baik.
Karena itu, bank mesti meresponsnya dengan baik.
Sementara itu,
Regional Head BII Djaja Sutandar mengatakan optimisnya
penyaluran kredit akan bisa ditingkatkan dengan semakin
pulihnya ekonomi masyarakat. Bahkan, dia menambahkan,
melihat trend penggunaan kredit lebih banyak ke konsumtif,
maka penyaluran pinjaman akan meningkat.
Ditanya soal masih
rendahnya LDR, menurut Djaja, semata karena masyarakat
kini lebih banyak menggunakan dana miliknya untuk
investasi. Terbukti plafon kredit yang disediakan bank tak
seluruhnya dimanfaatkan nasabah. ''Dengan suku bunga
simpanan sekarang, sebagian nasabah memilih memanfaatkan
dana sendiri untuk kegiatan usahanya,'' jelasnya. (031)
|