kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 25 Nopember 2004

 Bali


Guru Yanti Membusuk di Kamar Mandi

Bocah 2,5 Tahun Disekap -----

Denpasar (Bali Post) -
Guru SMUN 6 Denpasar Sri Sayekti Wijayanti (43) ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya, Rabu (24/11) kemarin. Bahkan, mayat guru matematika yang lebih akrab dipanggil Yanti itu sudah membusuk. Diduga ia dibunuh Senin (22/11) malam.

Di rumah yang berlokasi di perumahan Prima Graha V No. 8, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Yanti tinggal bersama anak angkatnya, Alfian (2,5). Alfian ditemukan tersekap di kamar tidurnya. Waktu ditemukan kondisinya sangat lemas. Diyakini selama itu ia tidak makan dan juga tidak minum.

Ihwal ditemukannya mayat Yanti berawal dari kecurigaan adik korban, Nining, yang tinggal 300 meter dari TKP. Nining mengaku sejak Senin malam tidak bisa menghubungi Yanti, baik telepon rumah maupun HP-nya tidak ada yang ngangkat. Hal serupa juga diulangi pada Selasa. Hasilnya sama. Yanti tak dapat dihubungi. Ketika itu perasaan Nining mulai waswas. Namun, perasaannya itu tak diungkapkannya kepada siapa pun keculai pada ibunya, Sundari.

Namun, rasa cemas itu memuncak pada Rabu kemarin. Pagi hari itu Nining bersama suaminya, Haji Yani, bersama tetangga tidak sabar lagi. Lebih-lebih ada bau busuk sudah menyebar ke luar. Poltabes pun ditelepon sekitar pukul 12.30 wita. Aparat datang, bersama polisi kemudian pintu korban didobrak pukul 13.00 wita. Betapa kagetnya, mereka mendapatkan Yanti sudah terbujur kaku dan tergeletak di kamar mandi.

Sementara bocah laki-laki Alfian terkunci di kamar tidurnya. Kuncinya masih nyantol di luar. Ketika dibuka, Alfian lemas. Walaupun masih bisa diajak bicara, namun tampaknya ia masih ketakutan.

Saat ini Alfian diajak di rumah Nining. ''Ya, Alfian sedang shock, sepanjang hari menangis dan terus minta ditemani. Alfian tahu ibunya dibunuh orang. Dia sendiri yang bilang. Mama dibunuh,'' ujar Nining, menirukan ucapan Alfian, ketika buliknya itu menemui Alfian. Namun, Alfian belum bisa menyebutkan ciri-ciri pelakunya.

Siapakah pembunuh Yanti itu? Pihak kepolisian belum bisa mengidentifikasi siapa pelakunya. Wakapoltabes Dewa Made Parsana bersama Kasat Reskrim Wawan Ridwan di sela-sela memeriksa rumah korban mengaku belum bisa mendeteksi siapa gerangan pelakunya, apalagi menetapkan tersangkanya.

''Maaf ya, siapa pelakunya kami belum tahu. Namun, pasti kami akan usut tuntas dan kejar terus. Kami akan berupaya maksimal menguak misteri kasus itu berdasarkan keterangan saksi dan data temuan-temuan di TKP. Di samping itu, agar kasus ini menemuai titik terang, kami juga memerintahkan Reskrim Poltabes memeriksa mantan suami almarhumah, Saifur,'' tukas Dewa Parsana.

Cekcok Senin Malam

Berdasarkan keterangan Kepala Lingkungan di Perum Prima Graha V, Putra Darma, pada Senin malam sekitar pukul 20.00 wita diperoleh informasi ada orang memberhentikan sepeda motor, kemudian masuk dan berikutnya terjadi cekcok di rumah korban. Dengan siapa korban cekcok, apakah dengan mantan suami korban, Saifur, asal Tasikmalaya, atau dengan orang lain? Hal itu tidak diketahui sama sekali oleh tetangga korban.

Putra Darma mengungkapkan itu atas laporan tetangga korban, Ibu Agung dan suaminya. Tetangga korban itulah yang mendengar ada suara ribut-ribut di rumah korban. Karena agak keras pertengkaran mulut itu, sempat juga Ibu Agung yang tinggal di sebelah timur rumah korban ingin melongok ke kamar tetangganya, ingin tahu apa yang terjadi. Akan tetapi, karena dari dalam ada yang menutup korden. Jadi niatnya itu urungkan, karena hal itu merupakan masalah pribadi. Ibu Agung akhirnya meganggap hal itu masalah intern dan membiarkan saja berlalu. Sementara pada hari Selasa, keesokan harinya, para tetangga tidak curiga, karena dari luar masih terlihat sepeda motor korban. Kini mayat Yanti dititipkan di kamar jenazah RS Sanglah untuk diotopsi Kamis ini. (kmb11)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)