Guru Yanti
Membusuk di Kamar Mandi
Bocah 2,5 Tahun Disekap -----
Denpasar
(Bali Post) -
Guru SMUN 6 Denpasar Sri Sayekti Wijayanti (43) ditemukan
tewas di kamar mandi rumahnya, Rabu (24/11) kemarin.
Bahkan, mayat guru matematika yang lebih akrab dipanggil
Yanti itu sudah membusuk. Diduga ia dibunuh Senin (22/11)
malam.
Di rumah yang
berlokasi di perumahan Prima Graha V No. 8, Desa Pemogan,
Denpasar Selatan, Yanti tinggal bersama anak angkatnya,
Alfian (2,5). Alfian ditemukan tersekap di kamar tidurnya.
Waktu ditemukan kondisinya sangat lemas. Diyakini selama
itu ia tidak makan dan juga tidak minum.
Ihwal ditemukannya
mayat Yanti berawal dari kecurigaan adik korban, Nining,
yang tinggal 300 meter dari TKP. Nining mengaku sejak
Senin malam tidak bisa menghubungi Yanti, baik telepon
rumah maupun HP-nya tidak ada yang ngangkat. Hal serupa
juga diulangi pada Selasa. Hasilnya sama. Yanti tak dapat
dihubungi. Ketika itu perasaan Nining mulai waswas. Namun,
perasaannya itu tak diungkapkannya kepada siapa pun
keculai pada ibunya, Sundari.
Namun, rasa cemas
itu memuncak pada Rabu kemarin. Pagi hari itu Nining
bersama suaminya, Haji Yani, bersama tetangga tidak sabar
lagi. Lebih-lebih ada bau busuk sudah menyebar ke luar.
Poltabes pun ditelepon sekitar pukul 12.30 wita. Aparat
datang, bersama polisi kemudian pintu korban didobrak
pukul 13.00 wita. Betapa kagetnya, mereka mendapatkan
Yanti sudah terbujur kaku dan tergeletak di kamar mandi.
Sementara bocah
laki-laki Alfian terkunci di kamar tidurnya. Kuncinya
masih nyantol di luar. Ketika dibuka, Alfian lemas.
Walaupun masih bisa diajak bicara, namun tampaknya ia
masih ketakutan.
Saat ini Alfian
diajak di rumah Nining. ''Ya, Alfian sedang shock,
sepanjang hari menangis dan terus minta ditemani. Alfian
tahu ibunya dibunuh orang. Dia sendiri yang bilang. Mama
dibunuh,'' ujar Nining, menirukan ucapan Alfian, ketika
buliknya itu menemui Alfian. Namun, Alfian belum bisa
menyebutkan ciri-ciri pelakunya.
Siapakah pembunuh
Yanti itu? Pihak kepolisian belum bisa mengidentifikasi
siapa pelakunya. Wakapoltabes Dewa Made Parsana bersama
Kasat Reskrim Wawan Ridwan di sela-sela memeriksa rumah
korban mengaku belum bisa mendeteksi siapa gerangan
pelakunya, apalagi menetapkan tersangkanya.
''Maaf ya, siapa
pelakunya kami belum tahu. Namun, pasti kami akan usut
tuntas dan kejar terus. Kami akan berupaya maksimal
menguak misteri kasus itu berdasarkan keterangan saksi dan
data temuan-temuan di TKP. Di samping itu, agar kasus ini
menemuai titik terang, kami juga memerintahkan Reskrim
Poltabes memeriksa mantan suami almarhumah, Saifur,''
tukas Dewa Parsana.
Cekcok Senin
Malam
Berdasarkan
keterangan Kepala Lingkungan di Perum Prima Graha V, Putra
Darma, pada Senin malam sekitar pukul 20.00 wita diperoleh
informasi ada orang memberhentikan sepeda motor, kemudian
masuk dan berikutnya terjadi cekcok di rumah korban.
Dengan siapa korban cekcok, apakah dengan mantan suami
korban, Saifur, asal Tasikmalaya, atau dengan orang lain?
Hal itu tidak diketahui sama sekali oleh tetangga korban.
Putra Darma
mengungkapkan itu atas laporan tetangga korban, Ibu Agung
dan suaminya. Tetangga korban itulah yang mendengar ada
suara ribut-ribut di rumah korban. Karena agak keras
pertengkaran mulut itu, sempat juga Ibu Agung yang tinggal
di sebelah timur rumah korban ingin melongok ke kamar
tetangganya, ingin tahu apa yang terjadi. Akan tetapi,
karena dari dalam ada yang menutup korden. Jadi niatnya
itu urungkan, karena hal itu merupakan masalah pribadi.
Ibu Agung akhirnya meganggap hal itu masalah intern dan
membiarkan saja berlalu. Sementara pada hari Selasa,
keesokan harinya, para tetangga tidak curiga, karena dari
luar masih terlihat sepeda motor korban. Kini mayat Yanti
dititipkan di kamar jenazah RS Sanglah untuk diotopsi
Kamis ini. (kmb11)
|