kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 25 Nopember 2004

 Bali


Ujian CPNS Diwarnai Aksi Perjokian

Ada juga Nomor Kembar ------

Gianyar (Bali Post) -
Status pegawai negeri sipil (PNS) tampaknya tetap jadi impian dan diburu sebagian besar warga. Guna meraih status mentereng itu, seringkali mereka menghalalkan segala cara yang ada kalanya terkesan sangat konyol. Kekonyolan itu juga mewarnai ujian seleksi CPNS di Gianyar, Rabu (24/11) kemarin.

Lantaran istrinya yang terdaftar sebagai peserta seleksi CPNS tengah hamil besar, seorang suami nekat menggantikan istrinya untuk mengerjakan soal-soal ujian. Sayang, aksi perjokian yang sangat tidak profesional itu diketahui oleh panitia pengawas ujian sehingga peserta bersangkutan langsung dinyatakan gugur.

Menurut Ketua Komisi A DPRD Gianyar Ir. I Wayan Suryawan, aksi perjokian yang gagal itu terjadi di ruangan XX SMKN 1 Sukawati. Dikatakan, kasus ini dianggap selesai karena joki itu langsung dikeluarkan dari ruang ujian. Karena tidak mengikuti tahapan-tahapan ujian yang dipersyaratkan, peserta bersangkutan otomatis dinyatakan gugur alias peluangnya menjadi PNS tertutup rapat. ''Nomor peserta yang menggunakan joki itu sudah saya catat. Kalau peserta ini sampai lolos, berarti ada permainan dalam seleksi CPNS ini,'' tandas Suryawan.

Kader PNBK ini menambahkan ketidakwajaran juga terjadi di ruangan VII SMAN 1 Sukawati. Di tempat ini, ada dua orang peserta yang memiliki nomor tanda peserta yang sama yaitu No : 1701001. Hal ini jelas membuat dua peserta itu kelimpungan karena harus memperebutkan satu meja saat testing. Oleh pihak panitia yang bertugas di sana, dua peserta itu akhirnya disuruh menanyakan perihal nomor kembar itu ke posko informasi.

Sebagai solusinya, seorang peserta diputuskan tetap menggunakan nomor semula. Sedangkan peserta lainnya diberikan nomor baru yaitu No:1702008. ''Saya sangat menyayangkan, kok bisa sampai terjadi dua orang peserta mengantongi nomor pendaftaran peserta yang sama,'' katanya sambil geleng-geleng kepala.

Kejadian nomor kembar ini, kata dia, mengindikasikan bahwa panitia CPNS kurang teliti. Bahkan, hal ini bisa dikategorikan sebagai sebuah kelalaian yang dapat merugikan peserta. Menyikapi hal itu, pihak Komisi A akan meminta penjelasan dari pihak panitia apa konsekuensi yang diterima peserta akibat adanya perubahan nomor tersebut. ''Saya melihat ada unsur kelalaian dalam kasus nomor kembar ini,'' tegasnya.

Anggota Komisi A Ida Bagus Putra menambahkan ujian CPNS di Gianyar juga diwarnai dengan adanya peserta seleksi CPNS yang mundur teratur di tengah jalan. Artinya, mereka sempat mengikuti testing di sesi pertama tapi tidak lagi melanjutkan ujiannya di sesi berikutnya. Sementara peserta yang tidak hadir dari awal hingga seluruh tahapan tes berakhir juga tidak kalah banyak. Sebagai contoh, di ruangan I-VI SMKN di Tedung, Gianyar yang jumlah pesertanya 119 orang, angka ketidakhadiran peserta tercatat 14 orang. Penyebab ketidakhadiran itu, ada yang tanpa berita dan ada pula yang mengaku mengikuti seleksi CPNS di tempat lain (maksudnya kabupten lain-red), katanya lagi.

Dihubungi terpisah, Kabag Protokol Setda Gianyar Ida Bagus Gaga Adisaputra mengatakan bahwa tidak ada indikasi kebocoran soal dalam pelaksanaan seleksi CPNS di Gianyar. Terkait adanya satu kardus penyimpanan soal yang rusak, kondisi seperti itu memang diterima dari propinsi. Kemungkinan besar, kerusakan itu akibat kardus itu tertindih kardus lainnya. Indikasi tidak adanya kebocoran, seluruh soal dalam kardus bermasalah itu masih berada dalam amplop dengan segel utuh.

Lantas, bagaimana dengan adanya nomor kembar? Menurut Gaga Adisaputra, pihak panitia sudah membuat surat kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk meregistrasi nomor baru tersebut. Dengan begitu, ada jaminan hasil ujian peserta dengan nomor baru itu pasti diolah. ''Tidak ada peserta yang nomornya tidak teregistrasi,'' tegasnya. (kmb13)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)