Ujian CPNS
Diwarnai Aksi Perjokian
Ada juga Nomor Kembar ------
Gianyar
(Bali Post) -
Status pegawai negeri sipil (PNS) tampaknya tetap jadi
impian dan diburu sebagian besar warga. Guna meraih status
mentereng itu, seringkali mereka menghalalkan segala cara
yang ada kalanya terkesan sangat konyol. Kekonyolan itu
juga mewarnai ujian seleksi CPNS di Gianyar, Rabu (24/11)
kemarin.
Lantaran istrinya
yang terdaftar sebagai peserta seleksi CPNS tengah hamil
besar, seorang suami nekat menggantikan istrinya untuk
mengerjakan soal-soal ujian. Sayang, aksi perjokian yang
sangat tidak profesional itu diketahui oleh panitia
pengawas ujian sehingga peserta bersangkutan langsung
dinyatakan gugur.
Menurut Ketua Komisi
A DPRD Gianyar Ir. I Wayan Suryawan, aksi perjokian yang
gagal itu terjadi di ruangan XX SMKN 1 Sukawati. Dikatakan,
kasus ini dianggap selesai karena joki itu langsung
dikeluarkan dari ruang ujian. Karena tidak mengikuti
tahapan-tahapan ujian yang dipersyaratkan, peserta
bersangkutan otomatis dinyatakan gugur alias peluangnya
menjadi PNS tertutup rapat. ''Nomor peserta yang
menggunakan joki itu sudah saya catat. Kalau peserta ini
sampai lolos, berarti ada permainan dalam seleksi CPNS ini,''
tandas Suryawan.
Kader PNBK ini
menambahkan ketidakwajaran juga terjadi di ruangan VII
SMAN 1 Sukawati. Di tempat ini, ada dua orang peserta yang
memiliki nomor tanda peserta yang sama yaitu No : 1701001.
Hal ini jelas membuat dua peserta itu kelimpungan karena
harus memperebutkan satu meja saat testing. Oleh pihak
panitia yang bertugas di sana, dua peserta itu akhirnya
disuruh menanyakan perihal nomor kembar itu ke posko
informasi.
Sebagai solusinya,
seorang peserta diputuskan tetap menggunakan nomor semula.
Sedangkan peserta lainnya diberikan nomor baru yaitu
No:1702008. ''Saya sangat menyayangkan, kok bisa sampai
terjadi dua orang peserta mengantongi nomor pendaftaran
peserta yang sama,'' katanya sambil geleng-geleng kepala.
Kejadian nomor
kembar ini, kata dia, mengindikasikan bahwa panitia CPNS
kurang teliti. Bahkan, hal ini bisa dikategorikan sebagai
sebuah kelalaian yang dapat merugikan peserta. Menyikapi
hal itu, pihak Komisi A akan meminta penjelasan dari pihak
panitia apa konsekuensi yang diterima peserta akibat
adanya perubahan nomor tersebut. ''Saya melihat ada unsur
kelalaian dalam kasus nomor kembar ini,'' tegasnya.
Anggota Komisi A Ida
Bagus Putra menambahkan ujian CPNS di Gianyar juga
diwarnai dengan adanya peserta seleksi CPNS yang mundur
teratur di tengah jalan. Artinya, mereka sempat mengikuti
testing di sesi pertama tapi tidak lagi melanjutkan
ujiannya di sesi berikutnya. Sementara peserta yang tidak
hadir dari awal hingga seluruh tahapan tes berakhir juga
tidak kalah banyak. Sebagai contoh, di ruangan I-VI SMKN
di Tedung, Gianyar yang jumlah pesertanya 119 orang, angka
ketidakhadiran peserta tercatat 14 orang. Penyebab
ketidakhadiran itu, ada yang tanpa berita dan ada pula
yang mengaku mengikuti seleksi CPNS di tempat lain (maksudnya
kabupten lain-red), katanya lagi.
Dihubungi terpisah,
Kabag Protokol Setda Gianyar Ida Bagus Gaga Adisaputra
mengatakan bahwa tidak ada indikasi kebocoran soal dalam
pelaksanaan seleksi CPNS di Gianyar. Terkait adanya satu
kardus penyimpanan soal yang rusak, kondisi seperti itu
memang diterima dari propinsi. Kemungkinan besar,
kerusakan itu akibat kardus itu tertindih kardus lainnya.
Indikasi tidak adanya kebocoran, seluruh soal dalam kardus
bermasalah itu masih berada dalam amplop dengan segel utuh.
Lantas, bagaimana
dengan adanya nomor kembar? Menurut Gaga Adisaputra, pihak
panitia sudah membuat surat kepada Badan Kepegawaian
Negara (BKN) untuk meregistrasi nomor baru tersebut.
Dengan begitu, ada jaminan hasil ujian peserta dengan
nomor baru itu pasti diolah. ''Tidak ada peserta yang
nomornya tidak teregistrasi,'' tegasnya. (kmb13)
|