|
''Penampih
Sasih''
Dengan
surat ini saya membalas surat sdr. I Wayan Ariana, Dusun/Br.
Kanginan, Manggis, Karangasem pada Surat Pembaca 30
Desember 2003. Yang Sdr. katakan masalah Padewasan, yang
benar adalah Penampih Sasih. Mengapa ada perbedaan? Di
sini saya akan ulas mulai dari awal penyebab tersebut.
Tanggal
16 Mei 2003 pada Surat Pembaca saya sudah menulis akan
terjadinya perbedaan Penampih Sasih kepada PHDI Propinsi
dan Pusat, bahwa di antara penyusun kalender th 2004 ada
yang tidak nampih sasih. Penampih sasih yang sudah
berjalan sampai sekarang namanya adalah Penampih Sasih
Berkeseimbangan. Ini sudah menjadi keputusan Parisada
Pusat pada Maha Sabha tahun 1991 dan berlakunya Sasih
Berkeseimbangan mulai 1993 sampai sekarang. Hal ini sudah
dipertegas lagi oleh Bapak Drs. I Kt. Wiyana pada harian
Bali Post dalam Mimbar Agama Hindu (terbit 7 Oktober
2003). Di situ diulas lagi mengenai Penampih Sasih
Berkeseimbangan dengan sejelas-jelasnya.
Kami
seluruh penyusun kalender diundang, hanya yang hadir di
UNHI waktu itu 4 orang untuk membicarakan Penampih Sasih.
Karena ada di antara penyusun kalender mau mengubah tanpa
jalur yang tepat, hanya baru disepakati oleh Pesamuan
Sulinggih di Watukaru pada September 2000. Ini dianggap
keputusan. Itulah sebabnya saya menulis kepada PHDI
Propinsi dan PHDI Pusat untuk menangani hal itu.
Selanjutnya
terjadi pertemuan pada 23 Juni 2003 di UNHI dan diambil
keputusan oleh Pesamuan Sulinggih (ketua) Pusat dan Drs. I
Kt. Wiana, Sasih Berkeseimbangan tetap berlaku dan yang
ingin mengadakan perubahan silahkan mengajukan pada Th.
2006. Jika nantinya kalender 2004 ada yang tidak nampih
sasih maka kalender itu tidak sah. Namun apa yang sudah
diputuskan pada 23 Juni 2003 oleh PHDI Pusat sebagaimana
tersebut di atas, ada juga yang melanggarnya. Hal ini saya
serahkan kepada Parisada Pusat.
Penyusun
kalender yang tidak nampih sasih telah melanggar keputusan
tersebut, ini saya serahkan kepada Parisada Propinsi dan
Pusat. Apakah penyusun kalender di bawah Parisada atau di
atas Parisada, mohon hal ini dijawab oleh Parisada.
Mengapa saya bertanya mengenai hal itu, karena beberapa
penyusun kalender tidak menyepakati keputusan Parisada dan
mereka membangkang tidak mau menjalankan keputusan
tersebut (Penampih Sasih Berkeseimbangan). Inilah sebabnya
masyarakat dibuat kacau dan bingung, karena ada kalender
yang nampih sasih, ada yang tidak. Tetapi yang benar
adalah th. 2004 harus nampil sasih kasa, sudah menjadi
keputusan.
Kalau
pendapat saya, apa yang sudah dibuat dan dikaji mengenai
Penampih Sasih Berkeseimbangan oleh tim ahli Parisada
Pusat, itu sudah relevan, tepat sekali dengan geografi
letak Kepulauan Indonesia (Asia Tenggara) tidak sama
dengan India. Saya beri contoh yang lain, misalnya di
kalender Cina ada Lun. Lun ini sama dengan nampih sasih
dalam kalender Hindu (yang satu bulan menjadi dua bulan).
Maka Tahun Baru Imlek jatuh pada bulan Januari atau
Februari. Begitu pula Penampih Sasih Berkeseimbangan,
Tahun Baru Saka jatuh pada bulan Maret atau April, ini
namanya diseimbangkan.
Kita
tidak boleh berpikir picik supaya Tahun Baru Saka tetap
jatuh pada bulan Maret saja. Mari kita berpikir luas, di
dalam Wariga sudah diberikan penerangan-penerangan, itu
harus dikaji dengan cermat, jangan kita berpatokan pada
beberapa Wariga saja. Saya mempunyai ñ 200 wariga, ini
pun saya mengkaji sesuatu dengan hati-hati sekali.
Demikianlah penjelasan saya ini, semoga bisa dimengerti.
I
Made Bidja
Jl. P.Timor 4 Singaraja
|