kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 5 Januari 2004

 Surat Pembaca


''Penampih Sasih''

Dengan surat ini saya membalas surat sdr. I Wayan Ariana, Dusun/Br. Kanginan, Manggis, Karangasem pada Surat Pembaca 30 Desember 2003. Yang Sdr. katakan masalah Padewasan, yang benar adalah Penampih Sasih. Mengapa ada perbedaan? Di sini saya akan ulas mulai dari awal penyebab tersebut.

Tanggal 16 Mei 2003 pada Surat Pembaca saya sudah menulis akan terjadinya perbedaan Penampih Sasih kepada PHDI Propinsi dan Pusat, bahwa di antara penyusun kalender th 2004 ada yang tidak nampih sasih. Penampih sasih yang sudah berjalan sampai sekarang namanya adalah Penampih Sasih Berkeseimbangan. Ini sudah menjadi keputusan Parisada Pusat pada Maha Sabha tahun 1991 dan berlakunya Sasih Berkeseimbangan mulai 1993 sampai sekarang. Hal ini sudah dipertegas lagi oleh Bapak Drs. I Kt. Wiyana pada harian Bali Post dalam Mimbar Agama Hindu (terbit 7 Oktober 2003). Di situ diulas lagi mengenai Penampih Sasih Berkeseimbangan dengan sejelas-jelasnya.

Kami seluruh penyusun kalender diundang, hanya yang hadir di UNHI waktu itu 4 orang untuk membicarakan Penampih Sasih. Karena ada di antara penyusun kalender mau mengubah tanpa jalur yang tepat, hanya baru disepakati oleh Pesamuan Sulinggih di Watukaru pada September 2000. Ini dianggap keputusan. Itulah sebabnya saya menulis kepada PHDI Propinsi dan PHDI Pusat untuk menangani hal itu.

Selanjutnya terjadi pertemuan pada 23 Juni 2003 di UNHI dan diambil keputusan oleh Pesamuan Sulinggih (ketua) Pusat dan Drs. I Kt. Wiana, Sasih Berkeseimbangan tetap berlaku dan yang ingin mengadakan perubahan silahkan mengajukan pada Th. 2006. Jika nantinya kalender 2004 ada yang tidak nampih sasih maka kalender itu tidak sah. Namun apa yang sudah diputuskan pada 23 Juni 2003 oleh PHDI Pusat sebagaimana tersebut di atas, ada juga yang melanggarnya. Hal ini saya serahkan kepada Parisada Pusat.

Penyusun kalender yang tidak nampih sasih telah melanggar keputusan tersebut, ini saya serahkan kepada Parisada Propinsi dan Pusat. Apakah penyusun kalender di bawah Parisada atau di atas Parisada, mohon hal ini dijawab oleh Parisada. Mengapa saya bertanya mengenai hal itu, karena beberapa penyusun kalender tidak menyepakati keputusan Parisada dan mereka membangkang tidak mau menjalankan keputusan tersebut (Penampih Sasih Berkeseimbangan). Inilah sebabnya masyarakat dibuat kacau dan bingung, karena ada kalender yang nampih sasih, ada yang tidak. Tetapi yang benar adalah th. 2004 harus nampil sasih kasa, sudah menjadi keputusan.

Kalau pendapat saya, apa yang sudah dibuat dan dikaji mengenai Penampih Sasih Berkeseimbangan oleh tim ahli Parisada Pusat, itu sudah relevan, tepat sekali dengan geografi letak Kepulauan Indonesia (Asia Tenggara) tidak sama dengan India. Saya beri contoh yang lain, misalnya di kalender Cina ada Lun. Lun ini sama dengan nampih sasih dalam kalender Hindu (yang satu bulan menjadi dua bulan). Maka Tahun Baru Imlek jatuh pada bulan Januari atau Februari. Begitu pula Penampih Sasih Berkeseimbangan, Tahun Baru Saka jatuh pada bulan Maret atau April, ini namanya diseimbangkan.

Kita tidak boleh berpikir picik supaya Tahun Baru Saka tetap jatuh pada bulan Maret saja. Mari kita berpikir luas, di dalam Wariga sudah diberikan penerangan-penerangan, itu harus dikaji dengan cermat, jangan kita berpatokan pada beberapa Wariga saja. Saya mempunyai ñ 200 wariga, ini pun saya mengkaji sesuatu dengan hati-hati sekali. Demikianlah penjelasan saya ini, semoga bisa dimengerti.

I Made Bidja
Jl. P.Timor 4 Singaraja

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)