kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 5 Januari 2004

 Pariwisata


Ir. Gusti Made Widatra: ----

Satu Investasi Pariwisata, Sepuluh Peluang Usaha

KENAPA Pemkab Lombok Tengah begitu gencar mempromosikan sektor pariwisatanya? Ada jawaban masuk akal yang diberikan Kepala Kantor Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Ir. Gusti Made Widatra. Pertama, sektor pariwisata merupakan potensi yang berpeluang besar mensejahterakan masyarakat karena efek ganda yang ditimbulkan. Untuk itulah, upaya memancing investor terus-menerus dilakukan. ''Satu investasi pariwisata bisa membuka sepuluh peluang kerja di luar investasi itu,'' tukasnya.

Pariwisata memiliki efek ganda pada sektor pertanian, perindustrian, jasa dan lain-lain. Berdirinya sebuah hotel, misalnya, ternyata tidak hanya menghidupi karyawan hotel dan para manajer, melainkan juga para petani, industri kerajinan dan pelaku kegiatan jasa lain. Bayangkan, jika ada 20 investasi pariwisata yang tertanam di Lombok Tengah, bidang-bidang lain pun akan terkantrol dengan sendirinya. Sementara ini, investasi dalam bidang pariwisata mencapai 40 persen dibandingkan investasi lain.

Menurut Widatra, sektor pariwisata merupakan andalan kedua Lombok Tengah setelah pertanian. Namun, semua sektor masuk dalam gerakan multisektor yang berjalan beriringan. Artinya, jika satu sektor terkendala, hal itu akan berpengaruh bagi sektor lain. Karena itu pula ditempuh gerakan dengan visi dan misi ''Lombok Tengah Prima Investasi Alam Lestari Tahun 2006'' guna menggairahkan iklim investasi di daerah itu.

Ia mengatakan dalam sektor kepariwisataan, Lombok Tengah punya keunggulan komparatif yang terus dikembangkan. Ibarat menanam padi, di daerah mana pun padi itu sama. Namun, varietas padi di Lombok Tengah sangat spesifik. Objek pantainya, misalnya, tidak dihiasi pasir yang biasa, melainkan khas bak bulir-bulir merica berwarna putih yang konon bisa menyembuhkan penyakit reumatik dan penyakit kulit. Perumahan di Desa Rembitan, khas dengan arsitektur masa lalu. Tradisi Bau Nyale pun merupakan satu-satunya di dunia. ''Inilah keunggulan komparatif yang dikembangkan,'' cetusnya.

Bagaimana dengan faktor keamanan? Kata dia, satu dua kali kasus copet, jambret dan rampok, tidak hanya bisa terjadi di Lombok Tengah, melainkan bisa terjadi di mana-mana. Namun, bukan berarti masalah itu diabaikan, melainkan menjadi salah satu persoalan yang terus dicarikan jalan keluarnya. Sehingga antara investasi, penegakan hukum dan pemberdayaan masyarakat, terus disinergikan. Sebab, apa pun bentuk investasi itu adalah untuk masyarakat. ''Pada dasarnya investasi diperlukan guna mensejahterakan masyarakat, sehingga dalam kegiatan investasi mesti berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat,'' katanya.

Apakah dengan alasan keamanan beberapa investor belum merealisasikan rencananya? Ia mengakui ada delapan investor dalam negeri dan dua investor luar negeri yang masih setengah hati menjalankan investasinya. Sebutlah investor luar negeri seperti PT Pantai Aan dan PT Istana Putri Mandalika. Realisasi investasi PMDN dan PMA rata-rata nol persen dari puluhan bahkan ratusan milyar yang direncanakan. Tetapi, bukan berarti pemkab tinggal diam. Para investor itu pun sudah dikorek keterangannya tentang keseriusannya menjalankan investasi. Sebaliknya, para investor ternyata mempertanyakan fasilitas penunjang seperti air bersih, listrik, telepon, dan lain-lain. Persoalannya, apakah investor serius jika segala tuntutannya direalisasikan. Untuk mengadakan tuntutan mereka dibutuhkan biaya yang tidak kecil.

Menurut Widatra, sebelum menjalankan misinya, investor pariwisata sudah pasti melewati tahap survai dan penelitian terlebih dahulu menyangkut pasar wisata di daerah setempat. Nampaknya, sektor pariwisata Lombok Tengah tetap prospektif mengingat para investor ini punya networking yang bagus di berbagai negara. Tinggal bagaimana pemkab menggedor agar investor segera memulai kegiatan sesuai yang direncanakan. ''Inilah yang sedang kita lakukan,'' ujar Widatra. (rab/par)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)