|
Persik
Dipermalukan PKT
Kediri
(Bali Post) -
Meskipun bertanding di kandang sendiri, Persik Kediri toh
kalah juga. Sang juara bertahan dipermalukan Pupuk Kaltim
(PKT) 1-2 (1-1) dalam pertandingan pembukaan kompetisi
Divisi Utama Liga Indonesia X/2004 yang berlangsung di
Stadion Brawijaya, Kediri, Jatim, Minggu (4/1) kemarin.
Kompetisi
dibuka Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Sekitar 500 penari
massal ikut menyemarakkan pembukaan. Semula Ketua Umum
KONI Pusat Agum Gumelar dijadwalkan membuka secara resmi,
namun batal karena jadwal penerbangan mantan Ketua Umum
PSSI ini dari Kuala Lumpur, Malaysia, mengalami
keterlambatan.
Beruntung
pertandingan yang dipimpin wasit Jimmy Napitupulu itu
tidak rusuh berkat kesigapan panpel. Hanya sekelompok
kecil supporter tuan rumah sempat berulah dengan melempar
benda-benda keras berupa botol minuman air mineral ke
tengah lapangan dan tempat duduk para pemain cadangan tim
PKT.
Persik
yang sejak awal tampil menekan sempat unggul lebih dulu
pada menit ke-8 melalui tembakan keras Bamidele ''Bob''
Manuella. Keunggulan ini tak bertahan lama karena menit
ke-29, PKT yang tampil dengan kekuatan baru berhasil
menyamakan kedudukan setelah sontekan Camara Fode gagal
diantisipasi kiper Persik, Wahyudi. Gol penentu kemenangan
PKT dicetak Zulkifli yang memanfaatkan kelengahan pemain
belakang Persik.
Persik
memang wajar kalah. Tim Macan Putih kalah dalam permainan
dan pemainnya kehilangan semangat juang. Sebaliknya, PKT
yang sejak awal tampil low profile, penuh percaya diri.
Sepanjang 2 x 45 menit anak-anak dari Bukit Tursina
menguasai permainan sehingga memaksa tuan rumah sedikit
bertahan. Predikat sebagai juara bertahan dan ditambah
tuntutan harus menang, membuat permainan Persik yang
diasuh Jaya Hartono tidak berkembang. Para pemainnya
selalu kalah dalam perebutan bola. Persik yang pada
kompetisi tahun lalu sulit dikalahkan jika main di kandang,
terlihat kehilangan jati dirinya. Permainan pendek merapat
dari kaki ke kaki yang menjadi pakem Persik, sama sekali
tidak muncul.
Manajer
tim PKT, Ir. Budi Santosa, mengatakan kemenangan
pasukannya berkat kerja keras para pemain di lapangan.
Motivasi mereka yang berlipat ganda menghadapi tim dengan
kemampuan lebih. ''Para pemain kami motivasinya selalu
tinggi kalau melawan tim dengan kemampuan dan kekuatannya
di atas mereka,'' katanya. Persik dinilainya bermain cukup
bagus, hanya faktor keberuntungan belum memayungi juara
bertahan ini. Budi mengelak kemenangan ini dikarenakan
adanya rasangan bonus untuk pemain.
Sementara
kubu Persik yang sangat kecewa menganggap kekalahan ini
sebagai peringatan dan cambuk agar semua komponen tim siap
bekerja keras serta selalu berusaha melakukan perbaikan
demi penyempurnaan ke depan. Manajer Iwan Budianto menilai
ada yang hilang dari timnya, yakni semangat juang. ''Bukan
menyalahkan pemain, tetapi saya melihat mereka kurang
fight dalam duel bola. Sebagai juara bertahan mereka
sedikit memandang enteng lawan. Padalah di LI X semua tim
berusaha mengalahkan tim juara,'' papar Iwan sembari
memuji penampilan apik PKT.
Pelatih
Jaya Hartono menilai anak asuhnya kurang percaya diri
terutama saat tim lawan berhasil menyamakan kedudukan.
Ketika PKT mampu membuat gol, mental anak-anak sepertinya
tak siap. ''Ke depan ini harus dibenahi karena dalam
permainan sepak bola, keunggulan teknik tak akan ada
artinya jika tidak didukung mental tanding yang kuat,''
papar mantan bek kiri timnas PSSI ini. (035)
|