|
Mewujudkan Harapan
PESTA
pergantian tahun sudah berakhir. Liburan sudah habis.
Setidak-tidaknya, mulai hari ini, aktivitas kerja makin
meningkat. Kehidupan sehari-hari mulai disibukkan dengan
aktivitas rutin sehari-hari sesuai dengan bidang kita
masing-masing. Semua orang kembali ke kantor, bekerja
keras siang dan malam. Ini hidup sehari-hari.
Salah
satu aktivitas di awal tahun ini adalah membuat harapan.
Tiap orang mengharapkan hari ini lebih baik daripada
kemarin. Tahun ini lebih baik daripada tahun yang lalu.
Sejumlah majalah menurunkan tulisan sebagai pedoman untuk
mengarungi tahun 2004. Sejumlah buku yang berisikan
ramalan dalam berbagai versi juga muncul dalam satu bulan
terakhir dan menjadi bagian yang paling ramai dibaca
pengunjung di toko buku.
Adalah
hak tiap orang untuk mengharapkan lebih daripada yang ada
sekarang. Masalahnya, semua harapan tersebut harus
dihitung berdasarkan kemampuan yang ada dalam diri sendiri.
Lihatlah kemampuan Anda dalam segala bidang yang ada.
Dengan demikian, Anda bisa membuat harapan sesuai dengan
kemampuan yang ada sehingga tidak menimbulkan kekecewaan
di masa mendatang. Harapan dalam bidang keuangan,
kesehatan, bisnis, liburan dan sebagainya.
Harapan
hanyalah sebuah harapan bila tidak diwujudkan dalam
kehidupan ini. Harapan hanyalah sebuah impian bila kita
tidak pernah mencoba untuk mewujudkannya menjadi nyata.
Oleh karena itu, hari-hari berikutnya dalam kehidupan ini,
cobalah untuk melakukan langkah-langkah kecil agar harapan
tersebut menjadi kenyataan. Ubahlah kebiasaan yang kurang
baik sehingga menjadi kebiasaan baik dan menghasilkan
manfaat yang lebih baik.
Kalau
Anda ingin mempunyai tabungan untuk masa depan, cobalah
untuk membayar diri sendiri sekitar sepuluh persen tiap
awal bulan. Seperti yang dijelaskan dalam sejumlah buku,
uang ini tidak boleh diambil sama sekali. Bila masih ada
kelebihan uang dalam satu bulan, buat tabungan untuk
berjaga-jaga bila ada kebutuhan mendesak.
Bila
Anda ingin sehat, cobalah untuk mulai menjalani hidup
sehat. Tidak mengkonsumsi alkohol dan tidak merokok.
Kurangi makan makanan yang dapat mengganggu kesehatan Anda.
Luangkan waktu untuk berolah raga secara rutin. Luangkan
waktu untuk bermeditasi agar emosi Anda menjadi stabil.
Kembangkan cinta kasih. Konsumsi makanan yang sehat dan
vitamin yang dibutuhkan dan sejumlah langkah-langkah kecil
lainnya.
Selain
masalah duniawi, kita juga mempunyai harapan dalam masalah
di atas duniawi. Kita ingin menyempurnakan kehidupan ini
agar kehidupan di masa mendatang menjadi lebih baik,
terlahir di alam bahagia dan akhirnya mencapai nibbana,
kebahagiaan tertinggi. Tujuan ini merupakan tujuan yang
tertinggi dalam kehidupan ini. Untuk mencapainya,
dibutuhkan waktu dan perjuangan yang sangat panjang. Namun
semuanya harus dimulai dari nol, dari langkah pertama.
Cobalah untuk tidak melanggar Pancasila Buddhis, lima
latihan kemoralan. Pada hari-hari tertentu, biasanya pada
hari uposatha, empat kali dalam satu bulan, cobalah untuk
menjalankan atthasila (delapan latihan). Bila Anda punya
waktu, mengapa tidak melatih sila yang lebih banyak atau
dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya mengikuti
latihan meditasi, samanera sementara dan sebagainya.
Cobalah
untuk mengubah sedikit demi sedikit kondisi negatif yang
ada dalam diri Anda. Berbuat baik, misalnya dengan
memberikan uang sedekah kepada pengemis yang membutuhkan
atau menyisihkan pakaian pantas pakai untuk anak-anak
yatim. Masalah bukan pada uang seratus rupiah, namun pada
niat yang menyertainya.
Cobalah
meluangkan waktu untuk melatih pikiran. Kalau pikiran Anda
baik, Anda pasti akan berucap dan berbuat yang baik. Kalau
pikiran Anda buruk, walaupun secara fisik Anda kelihatan
berbuat baik, tetap ada niat yang kurang baik dalam diri
Anda. Bermeditasi juga memberikan manfaat yang lain. Di
pagi hari, meditasi akan membuat Anda menghadapi kehidupan
dengan semangat baru dan lebih segar. Di sore hari,
meditasi akan membantu Anda mengurangi tekanan yang
terjadi selama bekerja. Anda akan kembali segar. Secara
batin, meditasi juga akan memberikan manfaat yang lain.
Mewujudkan
harapan yang ada tidak membutuhkan waktu, tenaga dan
pikiran yang berat. Semuanya dapat dilakukan secara
bertahap, sedikit demi sedikit. Sedikit demi sedikit,
lama-lama menjadi bukit. Mudah-mudahan harapan Anda akan
menjadi kenyataan di masa mendatang.
|