kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 5 Januari 2004

 Nusatenggara


Dari Warung Global Interaktif "Bali Post"

Menonjolkan Budaya Sopan, Efektif untuk Promosi

Menonjolkan budaya sopan dan keramahtamahan merupakan promosi yang paling efektif. Inilah yang harus diperhatikan pemerintah daerah dan dinas/instansi terkait dengan promosi ke dalam. Dengan demikian pencitraan NTB indah dan aman terbangun dengan baik, yang dengan sendirinya akan mendapat respons besar dari wisatawan. Hal tersebut mengemuka dalam Warung Global bertajuk "Tingkatkan Promosi Pariwisata ke Dalam", yang disiarkan langsung Radio Global FM Lombok 98,1, Sabtu (3/1).

============

SEMUA penelepon Warung Global sependapat dengan wacana yang disampaikan General Manager Intan Lombok Village, Wiwin Suyasa, agar pemerintah daerah memantapkan promosi ke dalam. "Promosi ke dalam harus digalakkan, karena dukungan masyarakat merupakan tonggak keberhasilan," tutur Arsan di Lombok Tengah.

Arsan mengingatkan, pariwisata merupakan sektor andalan daerah ini. Jadi, kalau mau banyak wisatawan (domestik maupun mancanegara) image Lombok indah, bersih dan aman harus dipelihara dan ditingkatkan. Kalau di masyarakat berkembang image tak baik, seperti maraknya pencurian, wisatawan yang pernah ke Lombok akan bercerita di negaranya bahwa Lombok tak aman.

Promosi yang paling efektif, menurut Arsan, bagaimana menonjolkan budaya sopan, ramah tamah dan aman. Artinya, jajaran pemda dan semua komponen masyarakat harus memberi sesuatu yang terbaik bagi wisatawan. Keindahan kental dengan bagaimana memelihara kebersihan, termasuk pengelolaan sampah dengan baik di daerah wisata.

Hal senada juga disampaikan Mulyadi di seputaran perumahan BTN Sweta, Cakra. Promosi ke dalam -- dari mulut ke mulut, efektif dan mengurangi biaya promosi ke luar. Image baik yang dibawa setiap wisatawan ke daerahnya maupun ke negaranya, membuat pariwisata menjadi berkembang dan maju.

Menurutnya, promosi ke dalam dan ke luar harus seiring. Tetapi promosi internal menjadi prioritas. Pasalnya, wisatawan akan melihat bagaimana situasi dan pelayanan di daerah wisata tersebut. Soal menggagas event-event baru, penting juga, tinggal bagaimana event tersebut bisa membangun pencitraan yang baik, tidak sekadar seremonial.

Sementara itu, Yudi di Karang Jangkong Mataram melihat promosi ke dalam digalakkan sebagai pemikiran baru untuk membangun kehidupan pariwisata yang baik. Namun, menurut Yudi, yang penting keamanan. Dia punya cerita, ada wisman yang melihat langsung gangguan keamanan seperti konflik antarkampung. Kejadian ini direspons oleh wisman dan bisa menjadi momok.

Yudi menyarankan pihak keamanan agar berkoordinasi dengan jajaran pariwisata. Mengingat, konflik antarsaudara ini berbahaya dan dijadikan isu daerah tetangga untuk menahan tamu-tamunya yang ingin ke Lombok. Dia juga menekankan soal sosialisasi yang terus menerus kepada masyarakat akan pentingnya pariwisata, mengembangkan wisata alam/lingkungan, memanfaatkan paket-paket studi ke Lombok, dan memecahkan persoalan transportasi darat/laut yang dirasakan jarak tempuhnya lama oleh para tamu.

Menyangkut sosialisasi ke masyarakat, Nuzulul Hadi di Praya, Loteng, menekankan strategi promosi ke dalam bagaimana menyadarkan masyarakat agar mau sama-sama mempromosikan pariwisata. Di sinilah diperlukan peran aktif Dinas Pariwisata dan unsur terkait. Pembenahan ke dalam harus dilakukan, terlebih lagi menyangkut infrastruktur.

Agung di Majeluk Mataram mengatakan, banyak wisatawan yang mengunjungi objek wisata di negeri ini, dan Lombok memiliki kelebihan. Tinggal bagaimana orang-orang yang mengelolanya. Artinya, orang-orang yang menangani pariwisata yang mengenal betul potensi wisata daerah ini, termasuk budayanya. "Tingkatkan kualitas perilaku pengelola pariwisata ke dalam, baru bicara ke luar. Lombok ini indah, tinggal dipoles tangan-tangan terampil," katanya sembari mengingatkan agar semua etnis di daerah ini diberdayakan dalam pengembangan pariwisata. (edo)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)