|
Terkubur
Delapan Hari, Selamat
Bam
-
Bolehkah saya meminta secangkir teh? Permintaan sederhana
itu meluncur dari bibir wanita yang berusia 97 tahun dan
telah delapan hari terkubur di bawah reruntuhan bangunan
rumahnya. Nenek bernama Shahr-Banou Mazandarani
diselamatkan kelompok kemanusiaan Bulan Sabit, Minggu
(4/1) kemarin di pusat gempa, kota Bam, Iran Selatan.
Mazandarani,
oleh tim dari Bulan Sabit itu, ditemukan dalam kondisi
bagus kendati mengalami luka pada bagian perut dan
menderita dehidrasi. ''Saya kedinginan. Bolehkah saya
minta secangkir teh,'' kata Denis McClean, anggota
Federasi Palang Merah dan Komunitas Bulan Sabit
Internasional (IFRC), mengutip ucapan nenek malang itu. ''Apakah
terjadi gempa bumi,'' tanya Mazandarani kepada anggota
Bulan Sabit Irak Zohreh Shaahyar yang menemukan dirinya.
Dr.
Paul Odberg dari Palang Merah Norwegia menilai Mazandarani
yang kini ''selebritis'' baru Iran, kondisinya sangat luar
biasa. ''Mereka (tim penyelamat) menyaksikan sepotong
tangan mencuat di antara reruntuhan bangunan. Mereka
mengira dia telah mati dan menariknya dari tumpukan
reruntuhan itu. Dia masuk hidup. Ternyata dia terjebak di
tempat tidurnya,'' jelas Odberg.
Mazandarani
menjelaskan, ia beruntung berada di bawah furniture
sebelum rumahnya ambruk, sehingga masih mendapatkan udara
untuk bernapas.
Gempa
yang terjadi 26 Desember lalu, mengguncang kota bersejarah
Bam dan meratakan wilayah itu. Tak kurang 50 ribu penduduk
kota itu tewas dan 30 ribu jenazah telah dikubur dalam
pemakaman massal. (yud/afp)
|