kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 5 Januari 2004

 Mancanegara


Terkubur Delapan Hari, Selamat

Bam -
Bolehkah saya meminta secangkir teh? Permintaan sederhana itu meluncur dari bibir wanita yang berusia 97 tahun dan telah delapan hari terkubur di bawah reruntuhan bangunan rumahnya. Nenek bernama Shahr-Banou Mazandarani diselamatkan kelompok kemanusiaan Bulan Sabit, Minggu (4/1) kemarin di pusat gempa, kota Bam, Iran Selatan.

Mazandarani, oleh tim dari Bulan Sabit itu, ditemukan dalam kondisi bagus kendati mengalami luka pada bagian perut dan menderita dehidrasi. ''Saya kedinginan. Bolehkah saya minta secangkir teh,'' kata Denis McClean, anggota Federasi Palang Merah dan Komunitas Bulan Sabit Internasional (IFRC), mengutip ucapan nenek malang itu. ''Apakah terjadi gempa bumi,'' tanya Mazandarani kepada anggota Bulan Sabit Irak Zohreh Shaahyar yang menemukan dirinya.

Dr. Paul Odberg dari Palang Merah Norwegia menilai Mazandarani yang kini ''selebritis'' baru Iran, kondisinya sangat luar biasa. ''Mereka (tim penyelamat) menyaksikan sepotong tangan mencuat di antara reruntuhan bangunan. Mereka mengira dia telah mati dan menariknya dari tumpukan reruntuhan itu. Dia masuk hidup. Ternyata dia terjebak di tempat tidurnya,'' jelas Odberg.

Mazandarani menjelaskan, ia beruntung berada di bawah furniture sebelum rumahnya ambruk, sehingga masih mendapatkan udara untuk bernapas.

Gempa yang terjadi 26 Desember lalu, mengguncang kota bersejarah Bam dan meratakan wilayah itu. Tak kurang 50 ribu penduduk kota itu tewas dan 30 ribu jenazah telah dikubur dalam pemakaman massal. (yud/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)