Kesenjangan
dan Kemiskinan
Masalah Besar Gianyar 2004
Gianyar
(Bali Post) -
Permasalahan serius yang harus dihadapi Gianyar tahun 2004
adalah kesenjangan pembangunan antar kecamatan dan
kemiskinan. Demikian diungkapkan Bupati Gianyar, A.A. Gde
Agung Bharata, saat menyampaikan nota keuangan Rencana
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBD) Gianyar
tahun 2004 pada sidang paripurna khusus satu di ruang
sidang Gedung DPRD Gianyar, belum lama ini.
Menurut bupati,
kesenjangan pembangunan antar kecamatan itu terjadi
sebagai akibat dari perbedaan potensi yang dimiliki
masing-masing daerah dan kemampuan SDM untuk mengelolanya.
Hal itu, tercermin dari tajamnya perbedaan pendapatan
perkapita masing-masing kecamatan. Sedangkan kemiskinan,
merupakan permasalahan multi dimensi yang berkaitan erat
dengan terbatasnya kemampuan dan kesempatan masyarakat
miskin dalam melakukan aktifitas ekonomi produktif. Untuk
itu, upaya penanggulangan kemiskinan itu, tidak semata
mencakup warga miskin, melainkan lingkungannya juga. Baik
itu lingkuangan sosial, ekonomi, fisik, politik dan
kelembagaan dengan penanganan yang bersifat lintas
sektoral.
Berkaitan dengan
permasalahan yang dihadapi itu, dikatakan bupati,
pembangunan daerah yang dilakukan pada 2004 ini, terfokus
pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Dengan
demikian, pembangunan diarahkan pada bidangpertanian dalam
arti luas, pendidikan dan kesehatan sebagai pemenuhan
pelayanan terhadap kebutuhan manusia dan sektor-sektor
lain sesuai dengan skala prioritas. ''Perlu ada perbaikan
dan peningkatan kondisi pendidikan dan kesehatan
masyarakat, sehinggakesempatan untuk bekerja dan
memperoleh pendapatan serta peluang untuk berpartisipasi
lebih terbuka bagi masyarakat,'' ungkap Bharata.
Selain itu,
dihadapan sekitar 30 peserta sidang itu, Bharata
menyampaikan APBD Gianyar yang dirancang untuk tahun 2004
ini mencapai Rp 292,650 milyar. Dengan rincian, PAD Rp
45,278 milyar. Ini berarti mengalami peningkatan Rp 7,328
milyar atau 19,31 persen dari anggaran tahun 2003 yang
hanya Rp 37,950 milyar. Sementara itu, dana perimbangan Rp
217,124 milyar, mengalami penurunan Rp 11,988 milyar atau
5,23 persen. Dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 30,247
milyar mengalami peningkatan Rp 11,501 milyar atau sekitar
61,35 persen dari tahun sebelumnya.
Dari pendapatan
daerah yang direncanakan Rp 292,650 milyar itu, rencana
belanja daerah mencapai Rp 321,254 milyar dengan rincian
untuk belanja tak langsung Rp 219,411 milyar dan Belanja
langsung Rp 101,842 milyar, berarti anggaran pandapatan
daerah Gianyar mengalami defisit Rp 28,604 milyar. Namun
demikian, dengan defisit yang dialami tersebut, Bharata
mengaku akan membiayai dengan penerimaan daerah yang
sumber dananya dari prediksi sisa lebih perhitungan tahun
sebelumnya sesuai dengan struktur anggaran yang digunakan.
Jawaban anggota dewan terhadap RAPBD yang diajukan bupati,
akan dilakukan pada sidang paripurna II, Selasa (6/1)
besok. (bal)
|