kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 5 Januari 2004

 Ekonomi


Kesenjangan dan Kemiskinan 
Masalah Besar Gianyar 2004

Gianyar (Bali Post) -
Permasalahan serius yang harus dihadapi Gianyar tahun 2004 adalah kesenjangan pembangunan antar kecamatan dan kemiskinan. Demikian diungkapkan Bupati Gianyar, A.A. Gde Agung Bharata, saat menyampaikan nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBD) Gianyar tahun 2004 pada sidang paripurna khusus satu di ruang sidang Gedung DPRD Gianyar, belum lama ini.

Menurut bupati, kesenjangan pembangunan antar kecamatan itu terjadi sebagai akibat dari perbedaan potensi yang dimiliki masing-masing daerah dan kemampuan SDM untuk mengelolanya. Hal itu, tercermin dari tajamnya perbedaan pendapatan perkapita masing-masing kecamatan. Sedangkan kemiskinan, merupakan permasalahan multi dimensi yang berkaitan erat dengan terbatasnya kemampuan dan kesempatan masyarakat miskin dalam melakukan aktifitas ekonomi produktif. Untuk itu, upaya penanggulangan kemiskinan itu, tidak semata mencakup warga miskin, melainkan lingkungannya juga. Baik itu lingkuangan sosial, ekonomi, fisik, politik dan kelembagaan dengan penanganan yang bersifat lintas sektoral.

Berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi itu, dikatakan bupati, pembangunan daerah yang dilakukan pada 2004 ini, terfokus pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, pembangunan diarahkan pada bidangpertanian dalam arti luas, pendidikan dan kesehatan sebagai pemenuhan pelayanan terhadap kebutuhan manusia dan sektor-sektor lain sesuai dengan skala prioritas. ''Perlu ada perbaikan dan peningkatan kondisi pendidikan dan kesehatan masyarakat, sehinggakesempatan untuk bekerja dan memperoleh pendapatan serta peluang untuk berpartisipasi lebih terbuka bagi masyarakat,'' ungkap Bharata.

Selain itu, dihadapan sekitar 30 peserta sidang itu, Bharata menyampaikan APBD Gianyar yang dirancang untuk tahun 2004 ini mencapai Rp 292,650 milyar. Dengan rincian, PAD Rp 45,278 milyar. Ini berarti mengalami peningkatan Rp 7,328 milyar atau 19,31 persen dari anggaran tahun 2003 yang hanya Rp 37,950 milyar. Sementara itu, dana perimbangan Rp 217,124 milyar, mengalami penurunan Rp 11,988 milyar atau 5,23 persen. Dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 30,247 milyar mengalami peningkatan Rp 11,501 milyar atau sekitar 61,35 persen dari tahun sebelumnya.

Dari pendapatan daerah yang direncanakan Rp 292,650 milyar itu, rencana belanja daerah mencapai Rp 321,254 milyar dengan rincian untuk belanja tak langsung Rp 219,411 milyar dan Belanja langsung Rp 101,842 milyar, berarti anggaran pandapatan daerah Gianyar mengalami defisit Rp 28,604 milyar. Namun demikian, dengan defisit yang dialami tersebut, Bharata mengaku akan membiayai dengan penerimaan daerah yang sumber dananya dari prediksi sisa lebih perhitungan tahun sebelumnya sesuai dengan struktur anggaran yang digunakan. Jawaban anggota dewan terhadap RAPBD yang diajukan bupati, akan dilakukan pada sidang paripurna II, Selasa (6/1) besok. (bal)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)