Ketika belum
Punya Pacar
Wimpie Pangkahila
Kehadiran pacar Anda telah
memberikan pengaruh, terutama berupa hambatan psikik yang hampir
pasti muncul, seperti perasaan malu dan bersalah, mengingat Anda
dan dia belum menikah.
SAYA
wanita usia 19 tahun, dan sudah pacaran hampir 2 tahun. Kami
sudah pernah melakukan hubungan badan tetapi saya tidak pernah
merasakan orgasme. Ketika kami melakukan cumbuan saya tidak
begitu terangsang. Dulu sebelum saya punya pacar, saat usia saya
17 tahun, saya pernah beberapa kali membaca buku dan nonton film
blue, saya pun merasa terangsang. Kalau sekarang saya melakukan
hubungan badan, pacar saya cepat sekali mencapai orgasme. Dia
sudah berusaha agar saya dapat mencapai orgasme tetapi tetap
sia-sia saja. Apakah nanti saya bisa mempunyai keturunan? Apakah
ada penyakit dalam diri saya? Apakah setelah saya menikah akan
merasakan orgasme?
Mr, Negara
Bukan hal yang aneh kalau Anda merasa terangsang ketika
menyaksikan gambar atau film porno. Ketika itu Anda sendiri
dengan bebas menerima rangsangan secara audiovisual tanpa
hambatan atau gangguan orang lain.
Tetapi suasana menjadi
berbeda ketika Anda melakukan percumbuan dengan pacar Anda.
Ketika itu pasti ada faktor psikik yang muncul karena Anda tidak
melakukan sendiri, melainkan dengan orang lain yaitu pacar Anda.
Kehadiran pacar Anda telah memberikan pengaruh, terutama berupa
hambatan psikik yang hampir pasti muncul, seperti perasaan malu
dan bersalah, mengingat Anda dan dia belum menikah. Karena itu
Anda merasa tidak begitu terangsang, berbeda dengan ketika
menyaksikan film erotik.
Demikian juga ketika Anda
melakukan hubungan seksual dengan pacar Anda. Hambatan psikik
sangat mungkin lebih kuat lagi karena menyadari bahwa perbuatan
itu sebenarnya tidak layak dilakukan. Jadi sangat mungkin rasa
malu, rasa bersalah, takut hamil, atau takut diketahui orang
lain, makin mengganggu sehingga Anda tidak dapat mencapai
orgasme. Apalagi kalau pacar Anda mengalami gangguan fungsi
seksual, seperti ejakulasi dini.
Kalau benar apa yang Anda
katakan bahwa pacar Anda cepat sekali mencapai orgasme, yang
sebenarnya mengalami ejakulasi dini, dengan sendirinya Anda
tidak cukup menerima rangsangan seksual. Akibatnya tentu saja
tidak dapat mencapai orgasme. Tetapi hambatan mencapai orgasme
yang Anda alami, tidak menjadi penghambat terjadinya kehamilan.
Jadi Anda mungkin saja mempunyai anak kelak walaupun tidak
mencapai orgasme ketika melakukan hubungan seksual. Tentu saja
asal kesuburan Anda dan suami baik, dan sistem reproduksi Anda
dan suami tidak mengalami gangguan.
Mengenai apakah Anda kelak
dapat mencapai orgasme, tentu sangat ditentukan oleh penyebabnya.
Kalau penyebabnya tidak diatasi dan tetap ada, maka Anda akan
tetap tidak dapat mencapai orgasme. Karena itu harus diketahui
dulu apa penyebab sebenarnya, sehingga kemudian dapat diatasi.
Selain karena gangguan
seksual yang dialami oleh pacar Anda, penyebab lain harus juga
diperhatikan, yang mungkin juga Anda alami. Penyebab lain yang
menghambat orgasme ialah tiadanya komunikasi yang baik dengan
pasangan, adanya hambatan psikik, dan posisi hubungan seksual
yang tidak efektif bagi wanita.
Penyebab itu harus diatasi
kalau memang Anda alami. Selama penyebab yang menghambat orgasme
itu masih ada, maka Anda akan tetap mengalami masalah itu kelak.
Di samping itu semua,
perlu juga diperhatikan adanya beberapa gangguan atau penyakit
yang dapat menghambat seseorang sehingga menjadi sulit atau
tidak dapat terangsang.
Saya seorang remaja putri.
Saya pernah melakukan hubungan badan dengan pacar saya. Besoknya
saya mengeluarkan cairan putih kecoklatan yang cukup banyak. Apa
artinya itu? Yang membuat saya bingung sampai saat ini saya
belum haid. Apakah mungkin saya hamil?
AA, Klungkung
Sangat mungkin cairan itu
adalah sperma yang keluar kembali, bercampur dengan perlendiran
vagina. Warna coklat mungkin berasal dari cairan darah akibat
gesekan selama melakukan hubungan seksual. Keadaan ini wajar
terjadi. Jadi Anda tidak perlu merasa cemas atau khawatir karena
keluarnya cairan itu.
Kalau Anda belum juga
mengalami menstruasi, tentu harus dipastikan apakah Anda hamil
atau tidak. Salah satu cara mudah yang dapat dilakukan ialah
memeriksa urine dengan alat bantu yang dicelupkan ke dalamnya.
Dengan cara itu hampir pasti dapat diketahui apakah Anda hamil
atau tidak. Namun, cara yang pasti adalah dengan pemeriksakan
USG untuk melihat ada tidaknya janin di dalam rahim.
Saya hanya ingin
mengingatkan Anda bahwa salah satu risiko hubungan seksual
pranikah ialah kehamilan yang tidak diharapkan. Jadi Anda
dihadapkan pada risiko kehamilan pranikah karena melakukan
hubungan seksual.
|