Kecewa dengan
Hasil Tes Penjurusan
Untuk menaikkan kembali
kepercayaan diri anak, maka sangat penting mengajak anak untuk
melihat prestasi yang sudah dia capai selama ini, sehingga ia
bangga dengan kelebihan dirinya itu.
SAYA
seorang ibu mempunyai tiga orang anak. Anak saya yang sulung
sudah kelas dua SMU, prestasi dia selama ini baik karena ia
selalu di atas teman-temannya. Baru-baru ini ia mengikuti tes
psikologi di sekolahnya, tujuannya untuk mengarahkan
penjurusannya. Hasil dari tes tersebut telah dibagikan ke
masing-masing siswa. Setelah melihat hasil dan kesimpulan dari
tes itu, anak saya merasa sangat terpukul karena disebutkan
inteligensi umumnya 95 dan jurusan yang disarankan adalah
jurusan yang tidak sesuai dengan harapannya. Sedangkan
teman-teman dia yang prestasi sehari-harinya jauh di bawah dia
inteligensi umumnya jauh lebih tinggi. Yang menjadi pertanyaan
saya, apakah hasil dari tes itu dapat dipercaya? Bagaimana
caranya untuk mengembalikan kepercayaan diri anak saya, karena
ia merasa tidak percaya diri setelah mengetahui hasil tes itu?
Ibu Y, Denpasar
Ibu Y, terkait dengan
pertanyaan Anda, apakah hasil tes itu dapat dipercaya, beberapa
hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan
dipercaya tidaknya suatu hasil tes psikologi, antara lain:
Alat Tes yang
Digunakan
Alat tes psikologi yang digunakan dalam suatu tes diharapkan
yang sudah diteliti validitas dan reliabilitasnya, sehingga alat
itu benar-benar dapat mengukur aspek mental yang ingin diukur,
bukan mengukur aspek lainnya, serta alat itu mempunyai ''keajegan''
dalam mengukur aspek mental itu. Apabila alat tes yang digunakan
tidak meyakinkan, dimana seorang pengetes menggunakan alat ukur
seadanya kemudian dengan berani menarik suatu kesimpulan maka
hasil yang ditunjukkan kurang dapat dipercaya. Sebaliknya
apabila alat tes yang digunakan adalah alat yang telah diteliti
validitas dan reliabilitasnya maka hasilnya dapat dipercaya.
Pelaksanaan Tes
Suatu alat tes yang valid dan reliabel akan bisa mengevaluasi
aspek mental dengan baik apabila dilaksanakan dengan tata
pelaksanaan yang sudah ditetapkan. Apabila pelaksanaan suatu tes
psikologi menyimpang dari tata pelaksanaan yang seharusnya maka
hasilnya bisa jauh menyimpang. Dengan kata lain, alat yang valid
dan reliabel hasilnya akan kurang tepat mengevaluasi aspek
mental seseorang apabila pengetes mengabaikan tata pelaksanaan
yang telah ditetapkan. Misalnya suatu tes IQ yang seharusnya
dilaksanakan secara individual, tetapi karena keterbatasan waktu
oleh pengetes kemudian dilakukan secara kelompok (dites bersama-sama
dalam satu ruangan) maka hasilnya bisa jauh menyimpang.
Keadaan Tempat Tes
Dalam pelaksanaan tes psikologi di samping memperhatikan alat
tes yang digunakan dan tata pelaksanaannya, faktor ruangan
tempat diadakannya tes juga berpengaruh terhadap hasil tes.
Ruangan yang ramai akan menyebabkan orang yang dites sering
terganggu dalam mengerjakan tes, sehingga ia tidak optimal dapat
mengaktualisasikan potensi dirinya, sehingga hasil tes akan jauh
menyimpang. Begitu juga dengan suhu ruangan, apabila ruangannya
sangat panas atau sangat dingin maka orang yang dites akan
merasa tidak nyaman sehingga ia tdiak optimal menggunakan
kemampuannya.
Kondisi Fisik dan
Mental Orang yang Dites
Pada waktu dilaksanakan suatu tes psikologi kadangkala orang
yang dites kondisinya tidak baik (misalnya: dalam keadaan demam,
sedang menghadapi masalah yang berat, dsb.) sehingga ia tidak
optimal menggunakan potensi dirinya. Dengan demikian hasil yang
ia tunjukkan juga kurang optimal.
Dari apa yang telah
dikemukakan dapat disebutkan bahwa suatu alat tes akan dapat
dipercaya hasilnya apabila ia memperhatikan faktor-faktor
tersebut di atas. Apabila dari pengamatan Ibu Y faktor-faktor
tersebut di atas sudah diperhatikan oleh pengetes dengan teliti,
maka hasil yang ditunjukkan oleh tes tersebut dapat dipercay.
Namun, apabila dari pengamatan Ibu Y disimpulkan bahwa beberapa
faktor tidak diperhatikan oleh pengetes maka hasil tes itu
kurang tepat, sehingga hasil yang ditunjukkan kurang dapat
dipercaya.
Beberapa langkah untuk
mengembalikan kepercayaan diri anak yang ''ambruk'' setelah
mengetahui hasil tesnya adalah:
Mengajak Anak
untuk Memahami Hasil Sebuah Tes
Suatu hasil tes bisa saja berdampak kurang baik terhadap diri
anak apabila hasil itu ditanggapi dengan kurang tepat, dimana
anak menyimpulkan dirinya sebagai orang yang tidak mampu atau
kalah dari teman-temannya, sehingga harus menyerah. Apabila rasa
pesimis dan putus harapan ini yang lebih menguasai anak maka ia
cenderung tidak berusaha secara optimal menggunakan potensi
dirinya. Atas dasar itu maka sangat penting anak diajak untuk
memahami bahwa banyak faktor yang berpengaruh terhadap hasil tes,
yang jika faktor-faktor itu tidak dikendalikan dengan baik bisa
mempengaruhi hasil tes. Dalam kaitan ini anak juga diajak untuk
memahami bahwa untuk mewujudkan suatu prestasi banyak faktor
berperan. Kecerdasan kognitif bukan segala-galanya.
Menunjukkan
Keunggulan-keunggulan yang Sudah Dicapai
Kepercayaan diri seseorang sangat ditentukan oleh
penilaian-penilaian yang dia terima dari orang-orang di
sekitarnya, dari waktu ke waktu. Apabila penilaian negatif lebih
banyak ia terima dari lingkungan maka kepercayaan diri cenderung
menurun, sebaliknya apabila penilaian positif dari orang-orang
di sekitarnya yang lebih banyak ia terima maka kepercayaan diri
cenderung naik. Atas dasar itu maka untuk menaikkan kembali
kepercayaan diri anak maka sangat penting mengajak anak untuk
melihat prestasi yang sudah dia capai selama ini, sehingga ia
bangga dengan kelebihan dirinya itu. Makin sering sisi positif
yang dimunculkan ke kesadaran anak maka harapan dan rasa optimis
akan makin berkobar, sehingga ia makin bangga dengan dirinya.
|