kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 21 September 2003 tarukan valas
 

CERMIN


Kecewa dengan Hasil Tes Penjurusan

Untuk menaikkan kembali kepercayaan diri anak, maka sangat penting mengajak anak untuk melihat prestasi yang sudah dia capai selama ini, sehingga ia bangga dengan kelebihan dirinya itu.

SAYA seorang ibu mempunyai tiga orang anak. Anak saya yang sulung sudah kelas dua SMU, prestasi dia selama ini baik karena ia selalu di atas teman-temannya. Baru-baru ini ia mengikuti tes psikologi di sekolahnya, tujuannya untuk mengarahkan penjurusannya. Hasil dari tes tersebut telah dibagikan ke masing-masing siswa. Setelah melihat hasil dan kesimpulan dari tes itu, anak saya merasa sangat terpukul karena disebutkan inteligensi umumnya 95 dan jurusan yang disarankan adalah jurusan yang tidak sesuai dengan harapannya. Sedangkan teman-teman dia yang prestasi sehari-harinya jauh di bawah dia inteligensi umumnya jauh lebih tinggi. Yang menjadi pertanyaan saya, apakah hasil dari tes itu dapat dipercaya? Bagaimana caranya untuk mengembalikan kepercayaan diri anak saya, karena ia merasa tidak percaya diri setelah mengetahui hasil tes itu?

Ibu Y, Denpasar

Ibu Y, terkait dengan pertanyaan Anda, apakah hasil tes itu dapat dipercaya, beberapa hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan dipercaya tidaknya suatu hasil tes psikologi, antara lain:

Alat Tes yang Digunakan
Alat tes psikologi yang digunakan dalam suatu tes diharapkan yang sudah diteliti validitas dan reliabilitasnya, sehingga alat itu benar-benar dapat mengukur aspek mental yang ingin diukur, bukan mengukur aspek lainnya, serta alat itu mempunyai ''keajegan'' dalam mengukur aspek mental itu. Apabila alat tes yang digunakan tidak meyakinkan, dimana seorang pengetes menggunakan alat ukur seadanya kemudian dengan berani menarik suatu kesimpulan maka hasil yang ditunjukkan kurang dapat dipercaya. Sebaliknya apabila alat tes yang digunakan adalah alat yang telah diteliti validitas dan reliabilitasnya maka hasilnya dapat dipercaya.

Pelaksanaan Tes
Suatu alat tes yang valid dan reliabel akan bisa mengevaluasi aspek mental dengan baik apabila dilaksanakan dengan tata pelaksanaan yang sudah ditetapkan. Apabila pelaksanaan suatu tes psikologi menyimpang dari tata pelaksanaan yang seharusnya maka hasilnya bisa jauh menyimpang. Dengan kata lain, alat yang valid dan reliabel hasilnya akan kurang tepat mengevaluasi aspek mental seseorang apabila pengetes mengabaikan tata pelaksanaan yang telah ditetapkan. Misalnya suatu tes IQ yang seharusnya dilaksanakan secara individual, tetapi karena keterbatasan waktu oleh pengetes kemudian dilakukan secara kelompok (dites bersama-sama dalam satu ruangan) maka hasilnya bisa jauh menyimpang.

Keadaan Tempat Tes
Dalam pelaksanaan tes psikologi di samping memperhatikan alat tes yang digunakan dan tata pelaksanaannya, faktor ruangan tempat diadakannya tes juga berpengaruh terhadap hasil tes. Ruangan yang ramai akan menyebabkan orang yang dites sering terganggu dalam mengerjakan tes, sehingga ia tidak optimal dapat mengaktualisasikan potensi dirinya, sehingga hasil tes akan jauh menyimpang. Begitu juga dengan suhu ruangan, apabila ruangannya sangat panas atau sangat dingin maka orang yang dites akan merasa tidak nyaman sehingga ia tdiak optimal menggunakan kemampuannya.

Kondisi Fisik dan Mental Orang yang Dites
Pada waktu dilaksanakan suatu tes psikologi kadangkala orang yang dites kondisinya tidak baik (misalnya: dalam keadaan demam, sedang menghadapi masalah yang berat, dsb.) sehingga ia tidak optimal menggunakan potensi dirinya. Dengan demikian hasil yang ia tunjukkan juga kurang optimal.

Dari apa yang telah dikemukakan dapat disebutkan bahwa suatu alat tes akan dapat dipercaya hasilnya apabila ia memperhatikan faktor-faktor tersebut di atas. Apabila dari pengamatan Ibu Y faktor-faktor tersebut di atas sudah diperhatikan oleh pengetes dengan teliti, maka hasil yang ditunjukkan oleh tes tersebut dapat dipercay. Namun, apabila dari pengamatan Ibu Y disimpulkan bahwa beberapa faktor tidak diperhatikan oleh pengetes maka hasil tes itu kurang tepat, sehingga hasil yang ditunjukkan kurang dapat dipercaya.

Beberapa langkah untuk mengembalikan kepercayaan diri anak yang ''ambruk'' setelah mengetahui hasil tesnya adalah:

Mengajak Anak untuk Memahami Hasil Sebuah Tes
Suatu hasil tes bisa saja berdampak kurang baik terhadap diri anak apabila hasil itu ditanggapi dengan kurang tepat, dimana anak menyimpulkan dirinya sebagai orang yang tidak mampu atau kalah dari teman-temannya, sehingga harus menyerah. Apabila rasa pesimis dan putus harapan ini yang lebih menguasai anak maka ia cenderung tidak berusaha secara optimal menggunakan potensi dirinya. Atas dasar itu maka sangat penting anak diajak untuk memahami bahwa banyak faktor yang berpengaruh terhadap hasil tes, yang jika faktor-faktor itu tidak dikendalikan dengan baik bisa mempengaruhi hasil tes. Dalam kaitan ini anak juga diajak untuk memahami bahwa untuk mewujudkan suatu prestasi banyak faktor berperan. Kecerdasan kognitif bukan segala-galanya.

Menunjukkan Keunggulan-keunggulan yang Sudah Dicapai
Kepercayaan diri seseorang sangat ditentukan oleh penilaian-penilaian yang dia terima dari orang-orang di sekitarnya, dari waktu ke waktu. Apabila penilaian negatif lebih banyak ia terima dari lingkungan maka kepercayaan diri cenderung menurun, sebaliknya apabila penilaian positif dari orang-orang di sekitarnya yang lebih banyak ia terima maka kepercayaan diri cenderung naik. Atas dasar itu maka untuk menaikkan kembali kepercayaan diri anak maka sangat penting mengajak anak untuk melihat prestasi yang sudah dia capai selama ini, sehingga ia bangga dengan kelebihan dirinya itu. Makin sering sisi positif yang dimunculkan ke kesadaran anak maka harapan dan rasa optimis akan makin berkobar, sehingga ia makin bangga dengan dirinya.


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com