Pengaruh
Permainan pada Perkembangan Anak
BERMAIN
merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada
orangtua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain
akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini
kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan
bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan
jiwa anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak:
Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain
dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga
anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain
yang membutuhkan banyak energi.
Intelegensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak
yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi
permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan
yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan
drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat
intelektual.
Jenis Kelamin
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang
menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari,
atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa
anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan
pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak
yang lembut dan bertingkah laku halus.
Lingkungan
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan
peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan
aktivitas bermain anak berkurang.
Status Sosial
Ekonomi
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial
ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan
yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di
keluarga yang status ekonominya rendah.
Pengaruh bermain bagi
perkembangan anak
* Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
* Bermain dapat digunakan sebagai terapi
* Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak
* Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak
* Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak
* Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak
Menurut ragam dan
manfaatnya permainan bagi perkembangan jiwa anak, ada permainan
aktif dan ada yang pasif. Yang termasuk permainan aktif adalah:
Bermain Bebas dan
Spontan atau Eksplorasi
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang
diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut.
Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama
permainan itu menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti
apabila permainan itu sudah tidak menyenangkannya lagi. Dalam
permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki,
mencoba, dan mengenal hal-hal baru.
Drama
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan
karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam
mass media.
Bermain Musik
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah
laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman
sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau
memainkan alat musik.
Mengumpulkan atau
Mengoleksi Sesuatu
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak
mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di
samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi
penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk
bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.
Permainan Olah
Raga
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi
fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di
samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan
belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta
menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.
Permainan Pasif
Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas
wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang
kreativitas dan kecerdasannya.
Mendengarkan Radio
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif
maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah
pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak
meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan,
kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
Menonton Televisi
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh
positif maupun negatifnya.
(*/iqeq.web.id)
|